
Selesai makan siang, mereka kembali ke markas Shield. Melihat Nanwei dan Barra yang sepertinya sedang berdebat kembali membuat Afkar memijat keningnya.
“ sayang duduk dulu “ ucap Afkar sambil membantu Nara duduk di sofa.
Kakak beradik Yilmaz yang sedari tadi mendengarkan perdebatan Nanwei dan Barra membuat mereka hanya melihat saja, tidak berani mengganggu atau pun menghentikan perdebatan itu. Afkar yang hadir di antara mereka pun sepertinya tidak mereka perdulikan.
“ what are they arguing about (apa yang mereka perdebatkan)? “ pertanyaan Nara membuat kakak beradik Yilmaz mengangkat kedua bahu mereka sesaat.
Karena tidak mendapatkan jawaban yang memuaskan, Nara memilih kembali menyibukkan mulutnya dengan makanan kecil yang tadi Afkar belikan. Nanwei yang bersikukuh melarang Nara melakukan penerbangan panjang karena kuatir dengan kehamilannya sedangkan Barra berusaha meyakinkan Nanwei bahwa usia kehamilan Nara sudah aman untuk melakukan perjalanan jauh. Afkar yang tidak mampu lagi meredakan perdebatan itu akhirnya memejamkan mata sesaat menahan agar suaranya tidak terlalu keras.
“ Mari and Zarya will accompany Nara (Mari dan Zarya akan mendampingi Nara) “ suara pelan Afkar membuat Nanwei dan Barra terdiam seketika.
Melihat 2 manager diam seketika membuat Morten membuka tangan kirinya meminta uang pada Marius.
“ I win.... give me your money (aku menang.... biarkan uangmu) “ ucapan Morten membuat Barra, Afkar juga Nanwei menatap tajam kakak beradik Yilmaz.
Afkar menghela nafas pendek melihat tingkah Marius dan Morten yang ternyata menjadikan perdebatan ini sebagai bahan taruhan. Nara yang sibuk mengunyah seketika berhenti menguyah karena 3 pria dewasa melihat ke arahnya.
__ADS_1
“ har du roet deg ned..... vi diskuterer det med et kaldt hode.... (apa sudah tenang..... kita diskusikan dengan kepala dingin.... ) “ ucap Afkar sambil melangkah mendekati sofa.
Saat melewati kakak beradik Yilmaz, Afkar mendorong pelan kepala mereka merebut uang dari tangan Morten dan mengembalikan pada Marius.
“ hvem lærte deg bet (siapa yang mengajari kalian taruhan) “ ucapan dingin Afkar membuat kakak beradik Yilmaz tertunduk malu.
Barra dan Nanwei duduk tepat berhadapan dengan kakak beradik Yilmaz sedangkan Afkar duduk di sebelah Nara yang kembali sibuk mengunyah.
“ thank you for worrying about our two fetuses..... thanks for finding three competitions to restore Neptunia's rank..... I will accompany Neptunia in those three competitions..... Mari and Zarya will join us .... regarding the two players who will join.... you are the one to decide it (terima kasih sudah mengkuatirkan dua janin kami..... terima kasih juga sudah menemukan 3 kompetisi untuk mengembalikan peringkat jaringan Neptunia..... aku sendiri yang akan mendampingi Neptunia di 3 kompetisi itu..... Mari dan Zarya akan ikut kami.... mengenai 2 pemain yang akan bergabung.... kalian saja yang menentukan) “ ucapan Afkar yang terdengar serius membuat Nanwei dan Barra merebahkan punggungnya di sandaran sofa hampir bersamaan.
“ I know these three competitions look tough but only these three competitions can give D4rkC0d3 a ticket to be able to enter the NSEC competition..... indeed in terms of the number of players.... D4rkC0d3 need two players and even to learn hard to identify all hardware that will likely be used during the competition….. but I'm sure the three of them can learn it all even in a short time. (aku tahu 3 kompetisi ini terlihat berat tapi hanya 3 kompetisi ini yang bisa memberikan tiket bagi D4rkC0d3 untuk bisa mengikuti kompetisi NSEC..... memang secara jumlah pemain.... D4rkC0d3 kekurangan 2 pemain dan pemain yang sekarang juga harus bekerja keras mengenali semua perangkat keras yang kemungkinan akan di pakai saat kompetisi..... tapi aku yakin mereka bertiga bisa mempelajari itu semua meski pun dengan waktu yang singkat.) “ ucap Barra sambil menyerahkan sebuah tissu pada Nara yang terihat jelas mencari-cari sesuatu.
“ which two players will you choose (siapa dua pemain yang akan kamu pilih)? “ pertanyaan Nanwei membuat Barra menarik nafas panjang.
“ for these two competitions.... I will choose Fartso and Xairy.... they study in the same department with Neptunia...... Fartso's thesis is more towards to data communication network level one and two.... while Xairy ……starting last semester he took network for his program….. so I think they are most prepared to take part in this kind of competition (untuk kompetisi 2 kompetisi.... aku akan menarik Fartso dan Xairy.... mereka kuliah di jurusan yang sama dengan Neptunia...... skripsi Fartso lebih ke arah jaringan komunikasi data level 1 dan 2.... sedangkan Xairy...... mulai semester kemarin dia mengambil program studi jaringan..... jadi aku rasa mereka paling siap mengikuti kompetisi semacam ini) “ ucap Barra sambil meraih laptop Nanwei dan mengentik sesuatu.
Beberapa menit kemudian Barra memperlihatkan sebuah file kenapa memilih Fartso dan Xairy.
__ADS_1
“ look at this..... their performance is also increasing..... their network ranking in Asia has also improved in this year's season (lihat ini..... performansi mereka juga semakin meningkat..... peringkat jaringan mereka di Asia juga memgalami peningkatan di musim kompetisi tahun ini) “ ucap Barra membuat Nanwei meraih laptopnya.
Panjang lebar Barra menjelaskan alasannya agar Nanwei mau pun Afkar yakin bahwa Fartso dan Xairy bisa dia tarik ke D4rkC0d3. Nanwei terlihat sangat ragu mengingat Fartso dan Xairy tidak dalam satu tim dan juga memiliki manager yang berbeda, sedangkan Afkar yang sudah mengenal Fartso merasa benar apa yang Barra katakan tapi tidak dengan Xairy.
“ what about their schedule....is there no problem (bagaimana dengan jadwal mereka.... apa tidak ada masalah)? “ pertanyaan Afkar membuat Nanwei segera mengetik sesuatu.
Untuk beberapa menit, terlihat Nanwei sangat serius mengamati layar laptopnya. Afkar terlihat masih ragu memberi izin Nara untuk mengikuti kompetisi onsite, berkali-kali Afkar meremas lutut kanan Nara dengan tangan kirinya.
“ mas habis..... “ suara berbisik Nara membuat Afkar melihat apa yang Nara maksud.
“ masih lapar..... “ Nara menggelengkan kepala menjawab pertanyaan Afkar.
Nara malu untuk menganggukan kepala karena kakak beradik yilmaz melihatnya dengan tatapan sangat heran. Merasa bahwa Nara malu memberi respon jujur, Afkar melihat ke arah kakak beradik Yilmaz dan menatapnya tajam.
“ se hva dere er. (lihat apa kalian....) “ suara dingin Afkar membuat kakak beradik Yilmaz tidak menatap Nara lagi.
“ selesai ini mas belikan makanan kecil lagi “ ucap Afkar sambil tangan kirinya membelai perut Nara.
__ADS_1