NEPTUNIA (HubrETS Hackin")

NEPTUNIA (HubrETS Hackin")
BAB 144 SPONSOR


__ADS_3

Suasana menjadi hening, Afkar melihat pintu kamarnya.


“ tunggu disini dulu....aku ke kamar sebentar “ ucap Afkar yang ingin tahu keadaan Nara.


Melihat ke dalam kamar yang ternyata Nara kembali tidur dengan posisi membelakangi pintu kamar. Afkar tersenyum melihat posisi tidur Nara yang mempelihatkan tubuh bagian bawah hingga pinggang sehingga membuat area genital Nara sedikit terlihat karena Nara tidur tidak memakai hipster. Afkar tersenyum melihat area genital istrinya dan membetulkan posisi tidur Nara dengan membetulkan selimut.


Afkar keluar kamar dengan wajah yamg berusaha dia normalkan kembali membuat Barra sedikit curiga.


“ kenapa? “ tanya Barra heran.


“ tidak ada apa-apa..... kita bahas jadwal ini saja “ ucap Afkar yang sudah duduk di depan Barra.


Barra mulai menjelaskan jadwal acara wawancara D4rkC0d3 yang akan di laksanakan 3 hari lagi oleh sebuah stasiun televisi terbesar di Norwegia, di sela-sela Barra menjelaskan Afkar beberapa kali terlihat tidak fokus tapi Barra mengabaikan itu dan tetap menjelaskan apa saja yang harus D4rkC0d3 lakukan saat acara wawancara itu.


“ kalau setiap kali hamil.... Nara bersikap seperti ini.... sepertinya menyenangkan memiliki anak lebih dari 3 “ gumam Afkar dalam hati.


Saat Afkar sibuk dengan pemikirannya tentang perubahan suasana hati dan kebiasaan Nara saat hamil, Barra meletakkan map dengan kasar membuat Afkar kembali fokus pada Barra.


“ kamu paham tidak apa yang tadi aku katakan? “ tanya Barra yang sedikit kesal karena merasa bahwa Afkar tidak mendengarkan apa yang sudah dia jelaskan.


Afkar menarik nafas panjang, mengambil map di meja dan mengeluarkan 2 lembar kertas.


“ ini.... 2 jadwal ini.... harus di batalkan.... “ ucap Afkar dengan tegas.


Barra menghela nafas kesal mendengar permintaan Afkar.


“ Nanwei sudah menerima proposal dan menyetujui proposal dari produser acara ini.... tidak mungkin di batalkan.... dan sudah banyak sponsor yang ambil bagian di acara ini.... bahkan salah satu sponsor sudah mengirimkan 3 buah ponsel terbaru yang akan mereka rilis 3 bulan lagi..... bagaimana mungkin di batalkan. “ ucap Barra mulai kesal.


“ kembalikan paket itu “ ucap Afkar tegas dan singkat.


“ tidak ada alamat pengirimannya hanya nama brand saja di paket itu “ ucap Barra kesal.

__ADS_1


“ apa kamu sudah membuka paket itu sampai kamu tahu itu isinya 3 buah ponsel mereka? “ tanya Afkar curiga.


Barra menggelengkan kepalanya menjawab pertanyaan Afkar.


“ aku tidak membukanya dan Nanwei juga tidak membukanya.... tapi Nanwei menerima email dari mereka bahwa mereka mengirim paket 3 ponsel untuk D4rkC0d3 pakai saat jadwal acara wawancara nanti. “ jelas Barra sekenanya.


Afkar kesal karena hal inilah yang Afkar tidak suka, disaat Shield berusaha keras menaikkan peringkat jaringan para pemain juga tim dan membutuhkan sponsor tapi tak ada satu pun sponsor yang bersedia. Sehingga membuat Afkar hanya bisa mengandalkan kepercayaan para investor yang merupakan para relasi yang dia kenal sejak pertama kali Afkar terjun di dunia CTF. Dan saat ini peringkat jaringan para pemain dan tim yang Shield miliki menjadi salah satu klub yang harus di perhitungkan oleh klub klub besar di luar Norwegia, mereka satu persatu berusaha menyisipkan produk mereka agar para pemain Shield memakainya.


“ kembalikan ke kantor cabang terdekat. “ ucapan tegas Afkar kali ini membuat Barra merinding.


“ katakan pada Nanwei.... dia yang memimpin klub bukan aku.... aku hanya manager tim “ ucap Barra kesal dengan sikap Afkar yang masih saja menolak pemberian barang dari para sponsor.


Afkar menyisir kasar rambutnya dengan tangan kiri.


“ aku sudah katakan pada Nanwei...... paket itu akan dia kembalikan hari ini.... kalau mereka mau kita memakai produk mereka.... mereka harus mengajukan proposal dulu apa kelebihan dan kekurangan produk mereka.... tidak bisa seperti ini “ ucap Afkar dengan tegas.


“ baiklah.... aku ikuti saja... kamu pemilik klub “ ucap Barra menyerah dan memilih tidak beradu argumentasi lagi dengan Afkar.


“ serius sekali.... apa mereka tidak capek berbicara serius seperti itu... “ gumam Nara sambil memasukkan sesendok bubur ke mulutnya dengan kedua mata yang masih memperhatikan Barra dan Afkar.


Kedua mata Nara yang masih memperhatikan Barra dan Afkar tidak menyadari bahwa bubur jagung di mangkuk sudah habis.


“ kok sudah habis.... sedikit sekali “ gumam Nara cemberut.


Nara mengambil 1 mangkuk bubur jagung kembali tapi tanpa sengaja menyentuh gelas jus kiwi sehingga membuat gelas jatuh dan menarik perhatian Afkar juga Barra.


“ sayang..... diam di tempat jangan berpindah tempat selangkah pun “ suara keras Afkar seketika membuat Nara diam berdiri di tempat.


Dengan cepat Afkar berjalan mendekati Nara yang ternyata sesuai perkiraannya bahwa Nara tidak mengenakan alas kaki, Afkar menarik nafas panjang mengangkat tubuh Nara dan mendudukkan Nara di atas meja minibar.


Afkar bernafas lega karena tidak ada satu pun pecahan gelas yang mengenai kaki Nara.

__ADS_1


“ kenapa tidak pakai alas kaki? “ tanya Afkar dengan gemas dan mencubit salah satu pipi Nara yang mulai terlihat tembem.


“ lupa.... ini sudah lapar sekali “ ucap sambil tangan kirinya menyentuh perut.


Afkar mencium dahi Nara dan berajak membersihkan pecahan gelas, saat menunduk tepat di bawah kaki Nara. tiba-tiba Afkar teringat kalau Nara tidak mengenakan hipster.


“ sayang sudah pakai itu.... “ tanya Afkar sambil menunjuk area bawah Nara dengan kedua bola matanya.


Tanpa mengucapkan kata-kata, Nara dengan cepat mengangkat sedikit ujung T-shirt membuat Afkar gelagapan.


“ untung saja pakai.... kalau tidak bisa bahaya... “ bisik Afkar membuat Nara meringis.


Afkar kembali membersihkan pecahan gelas dan setelah merasa sudah tidak ada lagi pecahan gelas, Afkar menurunkan Nara dari meja minibar. Nara berjalan mendekati Barra yang terlihat sibuk dengan ponselnya, membuatnya tidak sadar bahwa Nara sudah duduk di depannya.


“ apa ini kak? “ suara Nara membuat Barra meletakkan ponselnya.


“ jadwal wawancara kalian di beberapa stasiun televisi “ jawab Barra singkat.


“ ooo “ jawab Nara singkat.


Afkar sudah ikut bergabung dengan mereka.


“ jadwal yang ini.... aku harus menambah beberapa pengawal.... lokasi untuk jadwal yang ini belum di tentukan.... aku kuatir kalau mereka mengelar acara di keramaian.... aku tidak mau keselamatan Nara menjadi taruhannya. “ ucap Afkar tegas membuat Nara segera duduk di pangkuan Afkar karena merasakan perubahan sikap Afkar seperti saat mereka pertama kali bertemu.


“ mulai ice bear beraksi.... “ ucap Nara sambil menangkup kedua pipi Afkar.


Tidak tahan dengan perlakuan Nara, Afkar kembali bersikap biasa tidak seperti ice bear.


“ kamu juga harus berada di samping mereka selama acara itu berlangsung..... gunakan coat D4rkC0d3 selama acara dan jangan gunakan barang-barang di luar milik Shield mau pun Rosenkrantz. Shield sudah menjadi bagian dari Rosenkrantz..... mulai besok semua orang akan mendapatkan tambahan fasilitas dari Rosenkrantz. “ ucapan Afkar membuat Barra membulatkan kedua matanya.


Siapa yang tidak mengenal group Rosenkrantz, fasilitas yang di terima para pegawai Rosenkrantz sangat mengiurkan dari mulai gaji bonus hingga fasilitas transportasi yang membuat orang lain iri.

__ADS_1


__ADS_2