NEPTUNIA (HubrETS Hackin")

NEPTUNIA (HubrETS Hackin")
BAB 29 CEMBURU


__ADS_3

Afkar mengambil ponsel Nara dan membukanya, ponsel Nara memang tidak terpasang kata sandi untuk membukanya sehingga Afkar dapat dengan mudah melihat-lihat isi pesan Nara. Saat Afkar membaca satu persatu pesan yang sedari tadi masuk ke ponsel Nara, tiba-tiba kedua matanya membulat. Afkar mengetik sesuatu untuk membalas pesan yang masuk dan meletakkan kembali ponsel Nara. Afkar berjalan mendekati sofa duduk di sisi Nara.


“sayang.... uncle sudah pergi..... sayang tidak lapar?” goda Afkar membuat Nara segera membuka coat yang menutupi wajahnya.


Nara tersenyum lebar dan merentangkan kedua tangannya, Afkar paham maksud Nara segera memeluknya dan mengangkat tubuh Nara untuk duduk.


“mas mau makan siang apa?” tanya Nara manja.


“sayang mau apa?” tanya balik Afkar sambil mencubit kecil dagu Nara.


“apa yang mas makan Nara mau" ucap Nara asal karena memang dia tidak hapal menu makanan turki.


“kalau mas mau makan sayang....” goda Afkar sukses membuat kedua pipi Nara merah seperti tomat.


“calon Umma....” ucap Afkar gemas sambil mencubit kecil dagu Nara.


Nara menutup kedua pipinya dengan tangan, sementara Afkar menghubungi Zehed untuk memesankan beberapa menu makan siang untuk Nara dan dirinya. Setelah menunggu kurang lebih empat puluh lima menit Zehed mengetuk pintu, Afkar segera membuka pintu dan keluar menemui Zehed yang sudah membawakannya tiga kantung menu makan siang mereka. Afkar kembali masuk ke ruangan dan melihat Nara yang sudah duduk manis di sofa menunggu makan siangnya, mereka menikmati makan siang tanpa berbicara apa pun hingga Afkar selesai dan memperlihatkan ponsel Nara.


“apa mas?” tanya Nara heran yang sudah merapikan beberapa kotak bekas makan siangnya.


“sayang sudah tahu siapa pembuat game Escape Room?” Nara menjawab dengan menggelengkan kepalanya.


“sayang baca ini.... tadi ada beberapa pesan masuk....”ucap Afkar sambil menyerahkan ponsel Nara.


“mas sudah baca?” tanya Nara heran.


“hem" jawab Afkar singkat seperti menyembunyikan sesuatu dari Nara.

__ADS_1


Nara membaca satu persatu pesan yang masuk seketika Nara membulatkan kedua matanya.


“serius.... kak Ubet yang buat?” tanya Nara tidak percaya.


“beberapa hari lalu Nara bertemu kak Ubet dan dia bilang kerja disini tapi Nara pikir kak Ubet bekerja bukan sebagai game develops tapi frontier develops....” ucap Nara heran.


“sayang kenal Ubet?” tanya Afkar yang masih menyembunyikan sesuatu.


“kak Ubet senior Nara, Nara masih mahasiswa baru dan kak Ubet sudah semester tujuh dan juga asisten dosen” ucap Nara yang sudah meletakkan ponselnya di meja.


“sudah itu saja.... tidak ada yang lain?” tanya Afkar yang mulai terlihat aura cemburu.


“iya itu saja..... apa mas cemburu.....?” goda Nara yang mulai melihat aura cemburu Afkar.


Afkar tidak menjawab Nara tapi meraih tangan kanan Afkar dan melingkarkan di pinggangnya, merebahkan kepalanya di paha Afkar dengan masih memegang tangan kanan Afkar dan meletakkannya tepat di atas perutnya bagian bawah.


Afkar tidak bergeming dan masih saja menutup kedua bibirnya, Nara memiringkan tubuhnya sehingga wajah Nara tepat menghadap ke perut Afkar. Meletakkan tangan kanan suaminya tepat di pinggangnya dan menempelkan wajahnya di perut Afkar kedua tangan Nara melingkar di pinggang kanan Afkar. Nara menghirup dalam-dalam aroma tubuh Afkar yang membuatnya selalu merasa kangen dan kangen.


“wangi..... Nara suka" ucap Nara yang masih menghirup aroma tubuh Afkar.


“Nara lebih suka ini..... ini yang membuat Nara selalu kangen" ucap Nara sambil menghirup aroma Afkar dan terdengar manja sekali membuat Afkar menahan geli dan tidak tahan untuk memeluk Nara.


Nara merubah posisi tubuhnya dan wajahnya tepat berada di bawah wajah Afkar, mereka saling memandang untuk beberapa saat dan Afkar mencium kecil bibir Nara. Nara duduk di pangkuan Afkar.


“kenapa sekarang jadi suka duduk di paha mas?” tanya Afkar yang mulai hilang rasa cemburunya.


“selagi mas kuat...... nanti kalau perut Nara sudah besar pasti mas tidak kuat memangku kami bertiga.” Goda Nara sambil membelai rahang kiri Afkar.

__ADS_1


“ceritakan semua tentang Ubet jangan tutupi satu hal pun dari mas" ucap Afkar sambil mengecup bibir Nara sesaat.


Nara mulai menceritakan bagaimana pertama kali mengenal Ubet, bagaimana bisa akrab dengan Ubet yang jelas-jelas mahasiswa senior dan kutu buku. Yang pada akhirnya Nara pelan-pelan menjauh dari Ubet karena menimbulkan kesalahpahaman antara Nara dan Siska sahabatnya, Nara lebih memilih Siska dari pada Ubet karena lebih baik berteman dekat dengan siska yang tidak menimbulkan fitnah dari pada dengan Ubet yang tidak lama lagi akan wisuda dan dapat menimbulkan fitnah bagi Nara.


“sayang yakin..... siska yang suka Ubet dan bukan sayang?” tanya Afkar mencoba memancing Nara untuk menceritakan lebih detail lagi tentang hubungan mereka bertiga.


“Nara yakin...... lagi pula bukan kak Ubet tipe Nara” ucap Nara sambil mencium kecil bibir Afkar membuat Afkar sedikit terkejut dan tersenyum tipis.


“tipe sayang seperti apa?” tanya Afkar mulai penasaran.


“seperti....... ini" ucap Nara sambil meraih ponselnya dan membuka galeri foto yang berisi gambar-gambar Afkar saat mengikuti kompetisi CTF on site.



“hahahahahaha...... ini tipe sayang..... sayang yakin?” goda Afkar membuat Nara menangkup kedua pipi dan menghujani Afkar dengan ciuman-ciuman kecil di dahi, hidung, pipi, mata dan sedikit lebih lama di bibir.


“apa Ubet mengatakan secara langsung kalau suka sama sayang?” Nara menggelengkan kepala menjawab pertanyaan Afkar.


“bagaimana sayang tahu kalau Ubet suka sayang?” tanya Afkar heran.


“waktu itu selepas mata kuliah matematika teknik satu..... seharusnya Nara sama Siska satu kelompok di praktikum perangkat keras tapi entah mengapa saat melihat daftar kelompok nama Nara berpindah ke kelompok dengan asisten dosen kak Ubet..... karena Nara sudah terlanjur senang satu kelompok dengan Siska makanya Nara maju ke kak Ubet untuk minta penjelasan..... tapi saat Nara mau masuk Lab, Nara tidak sengaja mendengar Siska berbicara dengan kak Ubet. Siska bilang kalau suka kak Ubet tapi kak Ubet menolak siska dan bilang kalau siska bukan tipenya, kak Ubet bilang tipenya seperti Febyanara teman siska. Siska menangis keluar Lab dan lihat Nara dengan tatapan benci, padahal Nara tidak ada rasa sama sekali pada anak Ubet.” Ucap Nara dengan cemberut mengingat Siska yang menangis.


“melihat siska menangis, Nara jadi lupa mau apa dan hanya lari mengejar Siska sampai di taman belakang kampus. Nara sedih melihat Siska menangis, Siska satu-satunya mahasiswi satu angkatan yang mau berteman dengan Nara. Yang lain tidak mau katanya takut berteman sama *******.” Ucap Nara cemberut.


“lantas bagaimana dengan praktikum sayang?” tanya Afkar yang sudah melingkarkan kedua tangannya di pinggang Nara.


“hehehehehehe...... Nara bolos di praktikum kak Ubet dan tetap bergabung dengan Siska" ucap Nara sambil meringis menahan malu karena ketahuan pernah bolos praktikum.

__ADS_1


__ADS_2