
Disaat bara mulai tenang, Zarya mengajaknya sedikit menjauh dari tempat Nara berbaring dan mengajaknya duduk di sebuah kursi tunggu. Zarya menenangkan Barra dengan memberinya secangkir teh hangat dari mesin minuman, saat Barra benar-benar tenang seorang dokter yang menangani Nara mendekati Barra.
“ Sir, din kone mistet mye blod og trenger blodtransfusjon snarest. Vår rhesus negative type AB blodlager er tom (tuan, istri anda kehilangan banyak darah dan membutuhkan transfusi darah secepatnya. stok darah golongan AB rhesus negatif kami kosong). “ ucap rekan sejawat Zarya dan membuat Zarya tersenyum.
“ ouch ..... hvor du skal lete etter negative AB -givere (aduh..... kemana cari donor AB negatif) “ Barra kembali panik.
Disaat Barra bingung dengan mencari donor darah untuk Nara hingga mengabaikah Zarya karena dia sedang mengirim pesan pada beberapa rekannya. tiba-tiba Afkar dengan wajah panik, frustasi, sedih dan terlihat jelas lingkaran hitam di sekitar matanya datang melangkah mendekati Barra yang sedang berdiri di dekat Zarya. Rambutnya yang acak-acakan juga kemeja yang terlihat jelas berantakan membuat Barra berjalan cepat menghampirinya dan melayangkan satu pukulan tangan kanan tetap mengenai pelipis kiri Afkar. Afkar yang tidak siap menerima pukulan Barra langsung terjatuh ke samping kanan dan tertahan oleh tangan Lief.
“ hva gjør du her? Gå dit .... bare ta vare på din bedrift (buat apa kesini? Pergi sana kamu urus saja perusahaan kamu). ” Ucap Barra dengan emosi.
Afkar menekan pelipis kirinya yang terasa sakit.
“Jeg visste ikke at Nara ville være slik. Nara sa aldri engang at fosteret vårt ikke utviklet seg (aku tidak tahu kalau Nara akan begini. Nara bahkan tidak bilang kalau janin kami tidak berkembang) “ ucap Afkar dengan mata merah menahan tangis juga wajah yang terlihat jelas sangat frustasi.
“ Hvor vet du om det ikke utvikler seg (tahu dari mana kalau tidak berkembang)? “ tanya Barra heran.
__ADS_1
“ Amma Abba eldre bror Azkar skjelte meg ut. Nå hvor er kona mi (Amma Abba bang Azkar semua sudah memarahiku. Sekarang mana istriku)? “ tanya Afkar yang sudah masuk ke ruang pemeriksaan dengan panik dan frustasi mencari sosok Nara.
“ GUN, Neptunia trenger bloddonasjon (GUN, Neptunia butuh donor darah) “ ucap Zarya pelan sambil berjalan mendekati Afkar yang terlihat sangat panik.
“ hva er blodgruppen hans (apa golongan darahnya)? “ tanya Afkar yang masih mencari-cari sosok Nara dengan membuka beberapa kain pembatas antar ranjang pemeriksaan dan semakin panik karena tidak menemukan sosok Nara di antara ranjang tersebut.
“ Negativ AB “ ucap Barra pelan yang sudah berdiri di samping Zarya.
Barra tahu golongan darah Nara sama dengan golongan darah almarhum ayah Nara.
“ ta blodet mitt (ambil darahku) “ ucap Afkar yang terlihat semakin tidak tenang semakin frustasi tidak mendapati sosok Nara.
“ hvorfor er du stille ..... min blodtype er den samme som min kones blodgruppe (kenapa diam..... golongan darahku sama dengan golongan darah istriku) “ wajah panik dan frustasi Afkar terlihat semakin jelas dengan suara keras membuat Leif yang berdiri di ruang tunggu dan membaca pesan dari Ines seketika terkejut hampir saja menjatuhkan ponselnya.
Zarya segera memanggil seorang perawat untuk mengambil darah Afkar, karena prosedur kesehatan menyebutkan satu orang hanya boleh mendonorkan satu kantung darah atau tiga ratus lima puluh cc sedangkan Nara membutuhkan dua kantung darah atau kurang lebih tujuh ratus cc. Afkar memaksa perawat itu untuk mengambil darahnya satu kantung lagi, Afkar tidak bisa kehilangan Nara. Selama proses pengambilan darah di lengan Afkar, pikiran Afkar semakin kalut semakin tidak tenang tak terasa air matanya sudah menggenang di pelupuk mata.
__ADS_1
Perawat membawa dua kantung darah untuk Nara dan pelan-pelan dengan bantuan selang infus mengalirkan satu kantung darah di lengan kanan Nara. Barra kembali mulai terlihat tenang melihat pelan-pelan wajah Nara terlihat tidak pucat seperti saat pertama kali dia menemukan Nara tergeletak di kamar.
Sementara Afkar yang masih berbaring di sebuah ranjang yang tak jauh dari tempat Nara berbaring merasa sedikit pusing membuat Zarya memaksanya untuk tetap berbaring di ranjang.
“ GUN, du bør legge deg ned først. Jeg vet at du er svimmel av panikk trist, men hvis du tvinger deg til å stå opp, kan du besvime (GUN, kamu harus berbaring dulu. Aku tahu kamu pusing panik sedih tapi kalau kamu memaksakan diri untuk bangun, kamu bisa pingsan) “ ucap Zarya yang sudah menahan lengan Afkar agar tetap diam di ranjang pemeriksaan.
Setelah satu kantung darah habis, seorang dokter menyarankan agar Nara menjalani rawat inap selama dua atau tiga hari mengingat kondisinya yang sangat lemah, kekurangan nutrisi dan penuruna kadar hemoglobin. Dengan satu isyarat tangan dari Afkar, Lief yang berdiri di samping ranjang sejak Afkar menyerahkan tangan kanannya untuk di ambil darah. Segera melangkah menuju bagian administrasi untuk mengurus adminstrasi Nara.
Zarya menyuruh seorang perawat untuk membuka kain pembatas yang menutupi ranjang Nara agar Afkar bisa melihatnya. Melihat sosok istrinya terbaring lemah di ranjang yang ternyata tepat berada di sampingnya membuat Afkar sedih dan terpukul mengingat bagaimana perjuangan Nara hingga masuk kualifikasi CTFZone.
Barra yang masih menunggu di samping Nara terus menggenggam erat tangan Nara membuat Afkar sedikit cemburu.
“ doktor, la oss snakke med deg (tuan, dokter Mari ingin berbicara dengan anda) “ ucap Lief yang sudah berdiri di balik kain pembatas ranjang tempat Nara berbaring.
Di belakang Lief sudah ada dokter Mari Chammas membuat Afkar tersadar dari lamunannya, pelan-pelan Afkar berusaha duduk di ranjang. Lief dengan isyarat tangan mempersilahkan Dokter Mari untuk mendekati Afkar dan menutup kain pembatas antar ranjang sehingga Mari bisa berbicara menjelaskan kondisi Nara saat ini. Untuk beberapa menit Afkar berbicara dengan dokter Mari yang beberapa waktu lalu melakukan pemeriksaan pada kandungan Nara setelah dokter UGD menghubunginya. Sesaat setelah kepergian dokter Mari, Afkar membuka kain pembatas tiba-tiba berlutut tepat di sisi kanan ranjang Nara membuat Barra dan Zarya bingung. Afkar diam berlutut menundukkan kepala, Zarya bingung begitu juga Barra tapi tidak seberapa lama mereka terkejut karena kedua bahu Afkad bergerak naik turun seperti menangis.
__ADS_1
Barra melangkah mendekati Afkar dan berjongkok tepat di samping kanan Afkar.
“ vær tålmodig .... kanskje dette ikke er ditt mandat, kanskje dette også er en advarsel for deg fordi du er for opptatt med verdenssaker slik at du ignorerer rettighetene til ditt potensielle foster (sabar.... mungkin ini belum amanah kalian, mungkin juga ini peringatan untukmu karena sudah terlalu sibuk dengan urusan dunia hingga kamu mengabaikan hak dari calon janin kalian). “ ucap Barra sambil menepuk punggung Afkar yang terlihat semakin bergerak naik turun.