NEPTUNIA (HubrETS Hackin")

NEPTUNIA (HubrETS Hackin")
BAB 12 RENCANA NARA (2)


__ADS_3

Setelah menunggu beberapa detik, layar laptop menampilkan halaman depan website sebuah perusahaan perangkat lunak yang di dirikan oleh Murat dan Afkar. Nara mengambilkan alih laptop dan mengetik sesuatu, mengamati setiap celah yang kemungkinan dapat dia masuki untuk mencari tahu tentang game yang mereka buat.


“this website has no leaks at all..... but looking at the coding system made and the security system of this website I think I know who made it (website ini tidak ada leak sedikit pun..... tapi melihat sistem coding yang dibuat dan sistem kemanan website ini sepertinya aku tahu siapa yang membuatnya).” Ucapan Nara kembali membuat kakak beradik Yilmaz saling memandang satu sama lain.


“so what should we do (jadi kita harus bagaimana)?” tanya Morten antusias.


“Do you know where the company (kalian tahu tidak dimana perusahaannya)?” tanya Nara membuat Marius heran.


“what your plan sist (apa rencana kakak ipar)?” tanya Marius dengan antusias.


Nara menceritakan apa yang akan di lakukan untuk mencari tahu pelaku sabotase dan akan membantu tim development mereka untuk membuat game lagi. Marius dan Morten saling memandang seperti mencoba membuat kesepakatan.


“come on.... don't you guys want to help your Abba..... Your Abba is my uncle too.... my family too.... (ayolah.... apa kalian tidak ingin membantu Abba kalian..... Abba kalian uncle aku juga.... keluarga aku juga.....)”rayu Nara membuat Marius tidak tega menolak permintaan Nara.


“ok we will take sister to meet GUN, but promise to protect us if GUN is angry with us..... GUN’s angry is very scary (baiklah kami akan mengantar kakak ipar bertemu GUN, tapi kalau GUN marah pada kami kakak ipar harus berjanji melindungi kami.... GUN kalau marah sangat menakutkan)" ucap Marius sambil mengingat kemarahan GUN karena kesalahannya sendiri.


“promise..... if mas Afkar angry you I'll protecting you guys (janji.....kalau mas Afkar marah aku akan melindungi kalian).” Ucap Nara senang.


Marius dan Morten menjelaskan rencana agar Nara bisa bertemu GUN, Nara mendengarkan rencana mereka sambil menghabiskan makanan yang dia pesan. Marius melihat Nara sangat antusia menjadi semakin ingin membuat apa yang akan Nara lakukan, begitu juga dengan Morten. Nara menyerahkan laptop pada Marius dan mereka bergegas keluar dari cafe.

__ADS_1


Jarak Kant Software dengan cafe melodi kurang lebih tiga puluh menit berkendara dengan mobil, seperti biasa Marius yang menyetis dan Nara duduk dibelakang. Meskipun Marius dan Morten sedikit kuatir dan takut tapi apa yang menjadi rencana Nara membuatnya yakin bisa membantu Kant Software.


Mereka sampai di sebuah gedung yang tidak setinggi Surendra Cyber, sebuah gedung bertingkat delapan yang membentang dari timur ke barat sepanjang kurang lebih lima ratus meter dengan pintu lobi menghadap utara. Marius memarkir mobilnya di area parkir dekat lobi, saat mereka hendak masuk ke lobi seorang security menghalau mereka menanyakan keperluan mereka. Entah apa yang Marius dan Morten bicarakan pada security itu, tapi beberapa kali security itu melihat ke arah Nara membuat Nara bergeser sedikit ke belakang Marius.


Setelah kurang lebih lima menit meyakinkan security, akhirnya mereka di ijinkan masuk ke dalam gedung dengan mengenakan tanda pengenalan misafir atau tamu. Morten menarik ujung hijab Nara untuk segera mengikutinya, mereka masuk ke dalam lift dan menekan angka delapan. Saat mereka sampai di lantai delapan, Marius segera menghubungi seseorang yang dia kenal di dalam gedung ini dan tentunya bukan Abba mereka tapi Zeheb.


Setelah menunggu kurang lebih lima belas menit, seorang pria dengan wajah khas Turki sama seperti Marius dan Morten. Zeheb terlihat sedikit terkejut melihat Marius, Morten dan Nara yang sudah dia ketahui saat acara pesta pernikahan di Bergen. Kakak beradik Yilmaz terlihat serius berbicara pada Zeheb dan sesekali melihat ke arah Nara membuat Nara sedikit kikuk dan malu. Hingga akhirnya Zeheb mengajak mereka bertiga untuk masuk ke dalan ruangan yang tepat berada di ujung lantai delapan.


Marius menyurus Nara dan Morten untuk duduk di sebuah kursi sementara dia sendiri sedang serius berbicara dengan Zeheb. Nara melihat raut wajah Zeheb dari balik flap niqabnya untuk sedetik dan terlihat jelas wajah Zeheb yang kesal dan marah. Zeheb keluar ruangan dan Marius ikut duduk di dekat Nara.


“I hope GUN doesn’t know that we're here (semoga saja GUN tidak tahu kehadiran kita)" ucap Marius sedikit kuatir tapi terlihat tenang.


“sayang..... kenapa kesini?” Nara terkejut mendengar suara yang sangat dia kenal dan segera melihat ke asal suara.


“mas Afkar" cicit Nara pelan membuat Marius dan Morten melangkahkan kakinya sedikit menjauh dari Nara.


“you two....why did you bring your sister-in-law here (kalian berdua.... kenapa membawa kakak ipar kalian kemarin)?” suara dingin Afkar membuat kakak beradi Yilmaz merinding.


“mas.... jangan marahi mereka.... Nara yang memaksa mereka untuk kesini" ucap Nara yang sudah berjalan mendekati Afkar dan segera memeluk tubuh Afkar.

__ADS_1


Afkar menangkup kedua pipi Nara yang tertutup niqab dan memandangi kedua mata Nara yang terlihat sayu, Afkar menarik nafas panjang dan menghembuskan pelan seperti menahan amarahnya.


“sayang..... masalah ini tidak boleh sayang ikut campur..... bahaya buat sayang....” ucap Afkar pelan membuat Nara mulai berkaca-kaca.


Seketika Afkar memeluk erat Nara menempelkan kepala Nara di dada bidangnya, Afkar masih memandangi kakak beradik Yilmaz dengan tatapan dingin dan terkesan seperti hendak menghabisi membuat Morten dan Marius bergidik ngeri. Beberapa detik kemudian Zehed masuk dengan membawa sebuah laptop, melihat pemandangan kehangatan dan aura dingin didalam satu ruangan membuatnya diam membatu.


“Zehed ..... onlar için dizüstü bilgisayar mı getirdin? Kimin laptopunu getirdin? (zehed..... kamu membawa laptop untuk mereka? Laptop siapa yang kamu bawa?)” ucap Afkar dengan suara datar dan terkesan semakin dingin dengan tangan kanan masih berada di kepala Nara untuk menahannya tetap menempel di dada bidangnya.


“dizüstü bilgisayarım efendim (laptop saya tuan).” Jawab Zehed dengan suara bergetar seperti menahan rasa takut.


“mas..... Nara bisa membantu mas mencari pelakunya.... pelakunya orang dalam.... sistem keamanan website yang mas buat tidak ada celah sedikitpun.... jadi tidak mungkin orang luar yang melakukannya" jelas Nara sambil berusaha menggerakkan kepalanya untuk melihat wajah Afkar tapi telapak tangan Afkar yang lebar masih menahannya di dada.


Afkar melonggarkan tekanan tangannya pada kepala Nara dan melihat kedua mata Nara, Nara berusaha meyakinkan Afkar dengan menggerakkan kelopak matanya berkali-kali memberi kesan merayu agar Afkar mengijinkan dirinya membantu Afkar.


“sayang paham apa akibatnya kalau nama jaringan sayang masuk ke sistem Kant Software?” tanya Afkar membuat Nara menggelengkan kepalanya.


“seperti perkiraan mas..... sayang tidak tahu....” ucap Afkar sambil membawa Nara keluar ruangan.


Kakak beradil Yilmaz dan Zehed melihat perlakuan manis Afkar pada Nara membuat mereka sedikit lega, Zehed menjatuhkan tubuhnya di sebuah kursi begitu juga dengan kakak beradik Yilmaz. Afkar membawa Nara ke ruangannya yang ternyata tak jauh dari ruangan tempat dia menunggu Zehed.

__ADS_1


__ADS_2