
Karena ini pertama kalinya Shield 8 memenangkan sebuah kompetisi CTF format attack-defense, membuat mereka sangat gembira begitu juga Ubnix. Pemain inti shield 8 sebenarnya klub kecil yang baru bergabung di akhir musim kompetisi tahun kemarin karena mentor mereka memilih menjadi manager di klub lain, sehingga membuat harrier, 3ricLung dan hoifarnd mendatangi Shield. Afkar tidak bisa menolak mereka yang ingin bergabung dengan Shield meski pun sebenarnya itu memberatkan.
Ubnix mengajak Barra untuk merayakan kemenangan itu.
“ Neptunia....let's join us celebrating our win (Neptunia.... ayo ikut kami merayakan kemenangan ini) “ ajak harrier.
“ thank you, but my eyes are already heavy... i just want to rest at home (terima kasih, tapi kedua mata saya sudah berat... saya hanya ingin beristirahat di rumah) “ tolak Nara sambil mempercepat langkah karena Nara sudah tidak dapat menahan diri untuk tidak memejamkan mata.
Benar saja begitu masuk mobil, Nara langsung tertidur pulas. Afkar melihatnya merasa kasihan, mobil melaju pelan dari kampus NTNU menuju apartemen tempat tinggal mereka sekarang. Karena Nara susah di bangunkan akhirnya Afkar mengangkatnya seperti mengangkat bayi, sementara Ines membawakan tas punggung Nara.
Dengan sabar Afkar melepas semua kain hitam yang menutupi tubuh Nara dan menggantinya dengan pakaian tidur.
“ capek ya... “ gumam Afkar sambil menyingkirkan anak rambut yang menutupi mata Nara.
Selesai membersihkan diri Afkar ikut tertidur di samping Nara. Satu jam sebelum Shubuh Nara terbangun dan ingat belum sholat Magrib juga Isya, Nara segera bangun dengan buru-buru masuk ke kamar mandi membuat Afkar merubah posisi tidur. Selesai menjamak sholat Nara kembali naik ke ranjang dan memeluk Afkar dari belakang.
Pagi ini jadwal Afkar menjadi mentor, tapi masih merasa penat setelah kompetisi kemarin.
“ mas... Nara tidak ikut ke Shield ya.... Nara masih capek “ rajuk Nara yang sudah lengkap dengan kain hitamnya.
“ sayang mau disini sama siapa? “ pertanyaan Afkar membuat Nara menjatuhkan tubuhnya di sofa.
“ itu lagi..... “ ucap Nara sambil merubah posisinya menjadi tengkurap dan memejamkan mata.
Afkar menarik nafas panjang dan duduk di meja depan sofa.
“ berat ikut kompetisi onsite? “ pertanyaan Afkar hanya di jawab Nara dengan berdehem.
__ADS_1
“ padahal Barra sudah menyetujui semua permintaan dukungan dari para manager. “ ucapan Afkar membuat Nara merubah posisi tidurnya menjadi miring menghadap Afkar.
“ jadwal kompetisi sayang di musim ini padat.... hampir setiap minggu ada jadwal kompetisi tapi memang untuk kompetisi onsite hanya ada 2 atau 3 saja di musim ini selebihnya online, tapi itu belum termasuk target Dr4kC0d3 sendiri. “ penjelasan Afkar membuat Nara tengkurap lagi.
“ begini saja... waktu mas hanya 3 bulan melatih kalian.... bagaimana kalau setiap selesai kompetisi onsite, sayang bisa istirahat 1 hari. “ Nara terdiam mendengar negosiasi Afkar.
Afkar masih menunggu jawaban Nara.
“ kalau istirahatnya diam di apartemen Nara mau, tapi kalau istirahatnya tetap datang ke Shield Nara tidak mau “ ucap Nara yang masih tengkurap dan memejamkan mata.
Akhirnya karena negosiasi tidak menemukan kesepakatan dengan terpaksa Afkar mengangkat Nara, memaksanya untuk tetap berangkat ke Shield.
Benar saja seharian ini Nara tidak bisa konsentrasi pada apa yang Afkar ajarkan, beberapa kali terlihat kepala Nara terantuk-antuk hingga hampir saja dahi Nara membentur layar komputer. Afkar hanya bisa menarik nafas panjang melihat Nara, ingin memarahi Nara tapi percuma juga karena Nara tidak akan mempedulikannya. Membiarkan Nara seperti ini Afkar kuatir bila ada manager dan pemain lainnya memiliki pikiran bahwa Neptunia di istimewakan.
“ La oss ta en pause .... Neptunia virker skikkelig trøtt (kita istirahat dulu.... sepertinya Neptunia sangat mengantuk sekali) “ ucap Afkar mengakhiri pelatihan pagi ini.
“ Hva er galt med han (kenapa dia)? “ tanya Barra saat masuk ke ruang latihan.
“ søvn (tidur) “ jawab Afkar singkat sambil menutupi tubuh Nara dengan coat seragam Shield miliknya.
“ det er virkelig vanskelig for ham å delta i en konkurranse på stedet som i går, og i tillegg gjorde han i går i den første runden ingenting, bare de første 5 minuttene var han opptatt med å lage forsvarssystemet. Konkurranseformat, men tungt fordi han var lei gjør ingenting (memang berat bagi dia kalau harus mengikuti kompetisi onsite seperti kemarin, apa lagi kemarin di babak pertama dia tidak melakukan apa-apa hanya saat di 5 menit pertama saja dia sibuk membuat sistem pertahanan.... selebihnya hanya diam.... bukan berat karena format kompetisi tapi berat karena bosan tidak melakukan apa-apa) “ penjelasan Barra membuat Afkar mengerutkan kulit di antara kedua alisnya.
Afkar menatap Barra heran.
“ hva mener du med å gjøre ingenting (apa maksudmu dengan tidak melakukan apa-apa)? “ tanya Afkar serius.
Barra menarik nafas panjang dan mulai menceritakan jalannya kompetisi di babak pertama, membuat Afkar terkejut juga tidak percaya.
__ADS_1
“ hvor mange lag med forsvarssystem laget han til ingen av lagene klarte å slukke lysserien (berapa lapis sistem pertahanan yang dia buat sampai tidak ada satu pun tim berhasil memadamkan rangkaian lampu)? “ tanya Afkar sambil melihat Nara yang sudah berganti posisi tidurnya menjadi tidur di lantai tepat di bawah meja.
Sebelum kepala Nara benar-benar menyentuh lantai, Afkar segera mengangkatnya dan meminta Barra untuk membuka pintu ruang latihan. Afkar membawa Nara bukan ke lantai 2 tapi ke ruangan Barra dan meletakkan Nara di sofa.
“ Jeg vet ikke hvor mange lag med forsvarssystem han laget, men en gang gikk en serie lys ut, men det varte ikke lenge, kanskje bare 1 sekund og deretter slått på igjen. (aku tidak tahu berapa lapis sistem pertahanan yang dia buat tapi, sempat satu rangkaian lampu padam tapi itu tidak berlangsung lama mungkin hanya 1 atau 2 detik kemudian menyala kembali.) “ ucapan Barra membuat Afkar semakin heran.
Pada akhirnya Afkar memutuskan bahwa latihan hari ini tidak di lanjutkan dan membiarkan kakak beradik Yilmaz melakukan apa pun yang mereka mau. Sedangkan Afkar sendiri menunggui Nara hingga terbangun, sampai Afkar harus makan siang di ruang kerja Barra.
Satu jam sebelum Ashar Nara terbangun meregangkan seluruh tubuhnya untuk melemaskan kaki tangan yang terasa kaku.
“ sudah bangun? Masih capek? “ pertanyaan pertama yang Afkar ucapkan membuat Nara merebahkan kepalanya di paha Afkar.
“ capeknya tinggal sedikit tapi ngantuknya yang masih banyak “ ucap Nara yang sudah merubah posisi tidurnya menghadap perut Afkar.
“ menurut sayang, kompetisi kemarin bagaimana? “ tanya Afkar memancing pengakuan Nara.
“ membosankan “ jawaban singkat Nara membuat Afkar terkejut.
“ membosankan? Bagaimana bisa? “ tanya Afkar yang berusaha merubah posisi kepala Nara yang semakin nyaman menempel di perut Afkar.
“ Nara tidak melakukan apa-apa hanya membuat script sistem pertahanan saja, hanya di menit-menit terakhir harrier memintaku untuk memadamkan 10 atau 15 miniatur yang rangkaian lampunya masih menyala “ pengakuan Nara membuat Afkar berusaha kembali merubah posisi kepala Nara tapi Nara bersikeras tetap menempelkan wajahnya di perut Afkar.
“ waktu babak berikutnya juga sama, bahkan script agresif bugs milik Nara harus Morten yang mengeksekusi bukan mereka. Padahal server kompetisi menggunakan Perl.... bahasa pemprograman yang mudah hanya perlu 1 minggu saja untuk mempelajari bahasa itu. Kalau minggu depan ada kompetisi seperti itu lagi, Nara mau bawa coat yang tebal. “ ucap Nara yang semakin mengeratkan kedua tangannya di pinggang kiri Afkar.
“ buat apa coat tebal? “ tanya Afkar heran.
“ buat tidur di meja “ jawaban singkat Nara membuat Afkar menepuk dahinya.
__ADS_1