
JAKARTA
Remsio dan Fartso yang mendapat hukuman membersihkan seluruh perangkat yang berada di ruang simulasi kompetisi hanya bisa pasrah membersihkan itu semua.
“kamu sih..... coba kalau tadi malam kita langsung pulang.... tidak pakai alasan tidur di rumah kamu" ucap Remsio sambil membersihkan debu di atas keyboard.
“ya..... maaf...” ucap Fartso menyesal.
Saat mereka sedang sibuk menjalani hukuman mereka tiba-tiba ponsel Remsio berdering. Remsio mengeluarkan ponselnya dan melihat nama kakak sepupu dari jalur mamanya.
“Hallo..... ya bet.”
“.......” Remsio heran mendengar pertanyaan Ubet.
“ingat, kenapa memangnya?” ucap Remsio semakin heran
“......” Remsio memutar matanya jengah mendengar pertanyaan Ubet.
“ikut suaminya tinggal di Oslo" ucap Remsio singkat jelas padat dan semakin jengah dengan Ubet.
“......” Remsio mulai emosi karena Ubet meragukan ucapannya.
“seriuslah, aku datang dengan anak-anak Shield di pesta pernikahan mereka. Suami Nara, bos Afkar pemilik Shield tempat aku sekarang.” Ucap Remsio sedikit emosi dan segera mematikan ponselnya karena Ubet semakin aneh.
“kenapa Ubet?” tanya Fartso heran.
“tanya status Nara" jawab Remsio santai.
“gila ya..... sampai sebegitunya dia terobsesi dengan istri bos" ucapan Fartso membuat Remsio mengirimkan sesuatu pada Ubet yang menurutnya akan membuat Ubet semakin histeris.
__ADS_1
“salah dia sendiri sudah tahu Nara pakai cadar tapi masih berani-beraninya memegang tangan Nara.... habislah dia sama pengawalnya bos Azkar..... sudah aku nasehati..... kalau serius, lakukan saran pak dhe.... malah dia memarahi aku..... rasain di tinggal nikah sama Nara.” Ucap Remsio sedikit jengkel mengenang perlakuan Ubet pada Nara.
“kalian mau di tambah hukumannya?” teriak Jonathan dari lantai dua dan membuat mereka berdua dengan cepat membersihkan semua perangkat.
ISTANBUL
“Zehed, bir dahaki sefere nerede kaldığımı kimseye söyleme (Zehed, lain kali jangan pernah memberitahu dimana aku menginap pada siapa pun)." ucap Afkar dengan nada dingin.
“Üzgünüm efendim, daha önce Ubet, Kaçış Odası ile ilgili olarak sizinle tanışmak için benimle iletişime geçti (maaf tuan, tadi Ubet menghubungi saya ingin menemui tuan terkait Escape Room)." jawab Zehed sedikit kuatir.
Karena Afkar sudah berjanji akan mengajak Nara untuk menginap semalam di kediaman Felissa, maka Afkar mengajaknya langung ke kampung halaman kakak beradik Yilmaz. Kakak beradik Yilmaz lahir di distrik uskudar, distrik perumahan yang padat dan di sisi Asia Istanbul. Lokasi Istana Beylerbeyi yang penuh ornamen di sebelah utara Jembatan Bosporus. Kawasan Kuzguncuk memiliki suasana pedesaan yang tenang. ada masjid Mihrimah Sultan Cami yang berdekatan dengan pelabuhan kapal feri di tepi selat, Kafe dengan tempat berjalan menghadap ke Maiden’s Tower di pulau kecil dan pemandangan kota tua Istanbul di seberang selat Bosporus.
Perjalanan dari hotel ke kediaman keluarga Yilmaz mereka tempuh dalam waktu lima jam lima puluh menit, Nara sangat senang bisa melihat tempat kelahiran kakak beradik Yilmaz. Sebenarnya kakek dari kakak beradik Yilmaz adalah pemilik sebuah perkebunan dan pabrik anggur terbesar ketiga di Turki, tapi Murat tidak bersedia melanjutkan bisnis itu dan lebih memilih membangun bisnisnya sendiri yaitu coklat.
Sampai di kediaman keluarga besar Yilmaz sudah terlihat dari jauh Felissa dan Murat yang menunggu mereka di sebuah gazebo yang tepat berada di depan rumah.
“hmmm.....” jawab Afkar singkat membuat Nara mengusap pipi kiri Afkar agar segera bangun dari tidurnya.
“Assalamu'allaikum” salam Nara sambil melangkah mendekati Felissa yang sedang menikmati buah anggur.
“Wa'alaikumsalam.....” salam Felissa dan Murat hampir bersamaan.
“where’s (mana) Afkar?” tanya Felissa yang tak melihat Afkar keluar dari mobil dan hanya Zehed yang keluar dari mobil.
Nara melihat kebelakang tapi tak mendapati Afkar, Nara mendekati mobil dan melihat Afkar masih tertidur.
“mas.... sudah sampai.... kalau tidak bangun Nara cium" bisik Nara dan membuat Afkar memajukan kedua bibirnya.
Afkar pura-pura masih tertidur mendengar bisikan Nara, Afkar ingin sekali menggodanya. Saat Nara hendak mencium dengan membuka sedikit niqabnya segera Afkar membuka matanya dengan tangan kirinya yang menahan niqab yang hendak Nara buka. Mereka keluar dari mobil membuat Felissa geli melihat tingkah mereka berdua.
__ADS_1
“Assalamualaikum” salam Afkar.
“Wa'alaikumsalam” balas Murat dan Felissa.
Murat menepuk bahu Afkar dan mengajaknya masuk, sedangkan Felissa menggandeng Nara dan mengajaknya masuk.
“how your trip (bagaimana perjalanan kalian)?”tanya Felissa.
“it's fun....but mas Afkar slept all the way here..... this means last night after the event aunty and uncle came home right away? (menyenangkan....tapi mas Afkar tidur sepanjang perjalanan.... ini berarti semalam setelah acara aunty dan uncle langsung pulang kesini?)” tanya Nara ingin tahu.
“every weekend we will come back here, because dad is alone with your uncle brother....they both still have to run this vineyard and winery (setiap akhir pekan kami akan pulang kesini, karena ayah hanya tinggal berdua dengan kakak uncle kamu.... mereka berdua masih harus menjalankan kebun dan pabrik anggur ini)" jelas Felissa yang sudah mengajaknya duduk di belakang rumah dengan hamparan kebun anggur yang sedang musim panen.
“wa...... so vast..... so many grapes.... (wa...... luas sekali..... banyak sekali anggurnya.....)” ucap Nara senang.
“sweety you want it (sayang mau)?” Nara menganggukan kepala menjawab pertanyaan Afkar.
“aunty already prepared some of grapes for you…..there (aunty sudah siapkan buah anggur untuk kamu..... itu)” ucap Felissa sambil menunjuk sebuah meja berukuran dua meter persegi yang penuh dengan empat macam jenis buah anggur.
“Aunty.... let's we sit over there (Aunty.... ayo kita duduk disitu)" ajak Nara yang sudah berjalan sedikit lebih cepat.
“sweetie....be careful it will fall....the grapes won't go away....there are still many in the garden (sayang.... hati-hati nanti jatuh.... buah anggur itu tidak akan pergi.... masih banyak di kebun)" ucap Afkar yang sudah menyusul Nara dengan sedikit berlari.
Mereka duduk di bawah pohon aprikot yang sudah berbuah, Nara melepas sarung tangan untuk mencuci tangannya di sebuah westafel yang tak jauh dari tempat Afkar duduk. Dengan antusias Nara memasukan beberapa buah anggur hijau ke dalam mulutnya, Afkar hanya menggelengkan kepalanya heran melihat nafsu makan Nara yang tidak menolak jenis makanan apa pun.
“just let Nara eat whatever she wants..... as long as she doesn't vomit..... the important thing is that your twin babies are healthy. (biarkan saja Nara makan apa pun yang dia mau..... selama tidak di muntahkan kembali..... yang penting kedua calon bayi kalian sehat.)” Felissa sambil menyodorkan semangkuk buah anggur merah dari jenis Shiraz dan Grenache.
Nara semakin semangat memakan buah anggur, Afkar merasa malu di depan Murat karena sikap Nara yang kekanak-kanakan saat menikmati anggur.
“grapes are good for pregnant women like sister-in-law, magnesium content can reduce muscle cramps, iron can avoid anemia and its antioxidants increase the immunity of pregnant women (buah anggur bagus buat ibu hamil seperti kakak ipar, kandungan magnesium bisa mengurangi rasa kram otot zat besi bisa menghidari anemia dan antioksidannya meningkatkan kekebalan tubuh ibu hamil)"ucap Morten yang entah dari mana sudah berdiri di belakang Afkar.
__ADS_1