
Afkar memiringkan kepalanya ke kanan berusaha melihat kedua mata Nara yang wajahnya tertunduk seperti merajuk, tangan kirinya membuat kepala Nara menghadapnya dan Afkar mencium bibir istrinya dengan lembut untuk sesaat. Nara tersenyum mendapatkan ciuman manis, Afkar kembali mencium bibir Nara yang awalnya manis pelan-pelan menjadi nafsu membuat Afkar menggerakan tangan kanannya menyusuri paha istrinya yang masih tertutup abaya. Nara melingkarkan kedua tangannya di leher Afkar, untuk beberapa menit mereka saling menautkan bibir masing-masing hingga pipi Nara terasa panas.
Dengan mata terpejam lidah Nara sibuk menyusuri setiap gigi dan dinding mulut Afkar, tiba-tiba seseorang mengetuk pintu dan masuk membuat Afkar menahan kepala Nara ke kiri agar bibirnya tak berjarak dengan bibir Nara. Afkar semakin memperdalam ciumannya tapi kedua matanya terbuka dengan tangan kanannya Afkar memberi tanda agar Zehed membalikkan badan selama sepuluh menit. Afkar melepas ciumannya membuat Nara harus mengatur nafas dengan detak jantungnya yang memburu.
“Yanlış olan ne (ada apa)?” tanya Afkar yang masih menahan kepala Nara di bahu kirinya.
Zehed membalikkan badannya dan merasa salah tingkah melihat Afkar yang masih memangku Nara dengan sangat posesif.
“efendim.... birisi internet ağ sistemimize girdi..... solucanlar ve saldırgan böcekler yerleştiriyor (tuan.... ada yang masuk ke sistem jaringan internet kita..... menanamkan worm dan agresif bugs)" ucap Zehed terbata-bata karena salah tingkah.
“solucanlar? Agresif böcekler? (worm? Agresif bugs?)” tanya Afkar heran, sementara Nara merasa malu dan semakin menenggelamkan wajahnya di ceruk leher Afkar sebelah kiri.
“maaf.... Nara lupa menghapusnya” bisik Nara pelan membuat Afkar memijat pelipisnya.
“doğru.... algoritmalar ve modeller ağımıza çok yabancı (benar .... algoritma dan model sangat asing di jaringan kita)" jelas Zehed berusaha mengingat nama algoritma dan model script worm dan agresif bugs.
“Bununla ilgileneceğim…..bana haber verdiğin için teşekkür ederim (aku akan urus soal itu.....terima kasih sudah memberi tahu)" ucap Afkar sambil memberi isyarat tangan agar Zehed segera keluar.
“maaf..... lupa hapus" suara pelan Nara yang masih menyembunyikan wajahnya di ceruk leher Afkar.
__ADS_1
Afkar tertawa kecil sambil membelai punggung dan paha Nara. Nara merasa malu melupakan worm dan agresif bugs buatannya tapi Afkar masih saja tawa kecil membuat Nara mulai merajuk lagi dan bukannya berhenti tertawa, tapi Afkar menarik dagu Nara tersenyum memandang wajah istrinya yang terlihat makin menggemaskan bila merajuk.
“mau mas yang bereskan atau sayang yang bereskan?” ucap Afkar sedikit menggoda membuat Nara mengerutkan kulit hidungnya.
“hahahhahahah...... sudah mau menjadi Umma masih saja menggemaskan.” Ucap Afkar sambil mencuri ciuman kecil di bibir Nara.
Dengan masih menahan Nara di pangkuannya, Afkar mulai sibuk dengan laptop yang tadi Nara pakai sedangkan Nara mulai merasa penat menyandarkan kepalanya di baku kiri Afkar dan pelan-pelan mulai memejamkan kedua matanya. Afkar mencari worm dan agresif bugs yang sudah Nara tanam dalam hitungan detik Afkar sudah berhasil menemukannya tapi saat membuka folder tersebut seketika kedua mata Afkar membulat.
“dia menahan worm dan agresif bugs dengan tiga kali enkripsi dengan model yang berbeda pula" gumam Afkar sambil tangan kirinya membelai kepala Nara yang sudah bersandar di bahu kirinya.
“baiklah..... aku hapus saja..... tapi sayang kalau worm dan agresif bugs ini tidak aku manfaatkan..... “ gumam Afkar yang pada akhirnya memutuskan untuk memindahkan worm dan agresif bugs di sebuah Flashdisk saja dan menyimpannya.
Nara melihat suaminya yang terlihat serius memandang laptop yang sesekali memijat tengkuk atau dahinya, Nara tersenyum lebar melihat wajah serius Afkar. Untuk beberapa detik Nara lupa akan laparnya dan masih senyum-senyum sendiri memandang Afkar, tiba-tiba seseorang membuka pintu ruangan Afkar tanpa mengetuk pintu membuat Nara dengan buru-buru menarik ke atas menyembunyikan wajahnya di bawah coat.
“Assalamualaikum " salam Murat sambil melihat Nara yang tertutup coat dengan heran.
“wa'alaikumsalam” balas Afkar sambil tersenyum melihat tingkah istrinya yang malu-malu.
“Zehed zaten bana her şeyi anlattı...... o çocuk bir gecede zorluk seviyesini düzeltip oyunun seviyesini yükseltebilecek ne deha... maaşı artırmalı mıyım (Zehed sudah menceritakan semua...... jenius sekali anak itu dalam semalam bisa memperbaiki tingkat kesulitan dan menambah level permainan..... apa aku harus menaikkan gajinya)?” tanya Murat yang sudah duduk di sebuah kursi tepat di depan Afkar.
__ADS_1
“henüz amca değil..... oyununda hala zaaflar var ve bu zaaf çok vahim..... oyun güvenlik sistemini düzeltmesi için ona üç gün verdim..... amcanın maaşını ne kadar artıracağını gördükten sonra piyasa tepkisinin (jangan dulu uncle..... game dia masih ada kelemahannya dan kelemahan ini sangat fatal sekali..... aku memberinya waktu tiga hari untuk memperbaiki sistem keamanan game..... uncle bisa naikkan gajinya setelah kita melihat respon pasar seperti apa)?” jelas Afkar membuat Murat mengangguk-anggukan kepalanya memahami maksud Afkar.
“emin amca..... seçtiğiniz oyun, geçen yılki oyununuz gibi piyasada patlayacak..... Oyununuzun dünyada günde seksen milyondan fazla aktif oyuncu ile dünyanın en iyi üçüncü oyunu olduğunu duydum (uncle yakin..... game pilihanmu akan meledak di pasaran seperti game kamu tahun lalu..... aku dengar game kamu itu menempati urutan ketiga game terbaik di dunia dengan pemain aktif lebih dari delapan puluh juta per hari di dunia)“ pujian Murat membuat Afkar tersenyum dan melihat Nara sesaat.
“hepsi onun sayesinde….. o zaman oyunun güvenlik sistemini test etmek istemediyse….. oyun yavaş yavaş yok edilecek olabilir (semua berkat dia..... kalau waktu itu dia tidak mau menguji sistem keamanan game..... bisa jadi game itu akan hancur pelan-pelan)” ucap Afkar sambil menunjuk Nara dengan dagunya.
“Nara?” tanya Murat heran karena sepengetahuannya Nara hanya pemain CTF sama seperti Afkar dulu.
“Nara, oyunun güvenlik sistemini herhangi bir boşluk ve olası siyah şapkalı ve beyaz şapkalı bilgisayar korsanlarını arayarak test etti (Nara menguji sistem keamanan game mencari celah apa saja dan mana saja yang kemungkinan akan di cari para hacker black hat mau pun white hat).” Jelas Afkar sambil menunjukkan layar laptop yang menampilkan hasil kerja Nara tadi.
“Zehed ve geliştirme ekibinden oyunu test etmelerini istediğimde yaptığım buydu (ini yang di lakukan saat aku meminta Zehed dan tim develops menguji game).” Ucap Afkar sambil menunjukkan beberapa temuan Nara pada game Escape Room.
Murat ikut memandang Nara dengan tatapan tidak percaya bahwa wanita dengan tubuh kecil di depan mereka memiliki otak yang cerdas.
“macera, dövüş, simülasyon veya strateji oyunları bile oynayamıyor..... o sadece boş oyunlar oynamak istiyor (dia bahkan tidak bisa memainkan game bergenre petualangan, pertarungan, simulasi, atau pun strategi..... dia hanya mau memainkan game genre idle).”ucap Afkar sambil melihat ponsel Nara yang sedari tadi berkedip-kedip seperti memberi notifikasi pesan masuk.
“Afkar..... oyunun başlangıcında, Nara'yı davet edin.... yatırımcılara olduğu kadar personele de tanıtın..... saklamayın.... Afkar'ın karısı Sadhat Surendra'yı bilmelerini sağlayın (Afkar..... saat peluncuran game ajak Nara.... perkenalkan pada para investor juga pada para staff..... jangan kamu sembunyikan.... biarkan mereka tahu siapa istri Afkar Sadhat Surendra).” Ucap Murat sambil berdiri dari kursi.
“Assalamualaikum” salam Murat sambil menutup pintu ruangan.
__ADS_1
“wa'alaikumsalam” balas Afkar.