NEPTUNIA (HubrETS Hackin")

NEPTUNIA (HubrETS Hackin")
BAB 69 TERSEBAR


__ADS_3

Mendengar ucapan Barra bukan membuat Afkar berhenti menangis tapi semakin terisak-isak, Zarya yang baru kali ini melihat Afkar menangis sangat terkejut bahkan sampai diam-diam merekam posisi Afkar saat ini dan mengirimkan pada Nanwei. Barra masih menepuk punggung Afkar berusaha menenangkannya, setelah beberapa menit Afkar puas menangis Barra membantunya berdiri dan mendekatkan tangan Afkar pada tangan kiri Nara yang terasa sedikit dingin.


“ Jeg er sikker på at Nara er oppriktig og sterk nok til å godta alle disse testene, jeg er sikker på at du kan være sterk og oppriktig som Nara (aku yakin Nara sudah ihklas dan kuat menerima semua ujian ini, aku yakin kamu bisa kuat juga ihklas seperti Nara) “ ucap Barra dengan mata mulai berkaca-kaca.


Seorang perawat wanita membisikan sesuatu pada Zarya.


“ Det ser ut til at Neptunias innleggelsesrom er klart (sepertinya kamar rawat inap Neptunia sudah siap) “ ucapan Zarya membuat kedua pria itu segera menghapus air mata dan ingus dengan kain lengan mereka.


Dua orang perawat segera memindahkan tubuh Nara dari ranjang pemeriksaan ke ranjang rawat inap, saat ranjang rawat inap bergerak hendak melewati Lief yang berdiri di luar kain pembatas. Segera Lief menundukkan kepala karena Afkar sudah menatapnya dengan dingin, Afkar melakukan itu karena Nara tidak mengenakan hijab juga niqab dan mukena Nara sudah di lepas dari tadi oleh perawat saat pertama kali tiba di UGD.


Karena Lief paham betul status rumah sakit ini maka dengan mudah Nara mendapatkan kamar rawat inap VVIP, Afkar yang masih berdiri memegang tangan kanan Nara hanya bisa menatap sedih wajah istrinya. Barra yang mengetahui bagaimana kesedihan Afkar saat ini, memilih memberi Afkar sedikit waktu untuk berdua dengan Nara. Barra menarik kain pembatas yang menutupi ranjang pasien rawat inap dan melangkah menjauh dari mereka berdua serta menarik lengan Lief mengajaknya duduk di luar kamar rawat inap.


“ hva skjedde med Afkar? Hvordan ble han så ille? Har Rosenkrantz et problem? (apa yang terjadi dengan Afkar? Bagaimana bisa dia sampai separah itu? Apa Rosenkrantz sangat bermasalah?) “ tanya Barra heran.


Lief menarik nafas panjang berpikir sejenak karena Lief sudah berjanji pada Afkar bahwa dia tidak akan menceritakan tentang apa yang Afkar kerjakan pada orang lain, meski pun dia sudah pernah menceritakan hal ini di bawah ancaman Ralf ayahnya.


Lief mulai menceritakan awal mula Afkar melakukan penyelidikan terkait masalah Rosenkrantz hingga Afkar menemukan hal yang ganjil pada keuangan serta laporan dari dua anak perusahan Rosenkrantz. Lief menceritakan bagaimana Afkar mendapatkan semua data itu, siapa saja yang Afkar curigai di balik masalah itu dan sudah melakukan apa saja untuk mengantisipasi bila orang-orang yang dia curigai akan mencelakai orang-orang terdekat Afkar termasuk menempatkan beberapa orang pengawal di luar rumah.


Leif serius menceritakan itu semua pada Barra hingga, tablet yang sedari tadi berada di tangan kirinya bergetar. Lief segera menekan layar tablet tersebut dan membuka notifikasi, Lief terkejut melihat beberapa notifikasi dan segera membukanya. Seketika kedua kelopak mata dan mulut Lief membuka lebar, terkejut melihat apa yang dia baca dari notifikasi tersebut. Barra mengintip sedikit layar tablet yang Lief pegang dan seketika terkejut seperti Lief.

__ADS_1


“ gal .... prosessen var fullført .... Jeg tror jeg kjenner denne personen (gila.... lengkap sekali prosesnya.... sepertinya aku mengenal orang ini) “ ucap Barra saat melihat berita tersebut di muat oleh sebuah media elektronik yang terkenal di Benua biru karena kritis dalam menulis berbagai berita.


“ kjenner du denne personen? Hvor? (kamu mengenal orang ini? Dimana?) “ tanya Lief heran.


“ Jeg har sett dette ansiktet før, men jeg glemte hvor jeg har sett det (aku pernah melihat wajah ini tapi aku lupa dimana aku pernah melihatnya) “ ucap Barra yang sudah mengerutkan kulit di antara kedua alisnya.


Lief tak mau ambil pusing segera saja berdiri dan saat hendak membuka pintu ruang rawat inap, Barra menghentikan pergerakan tangan Lief.


“ la meg gå først (biar aku dulu yang masuk) “ ucap Barra yang sudah menggeser pintu ruang rawat inap Nara.


Afkar tak henti-hentinya mencium punggung tangan dan dahi serta membelai rambut hitam Nara, tiba-tiba mendengar suara pintu bergeser membuat Afkar semakin dalam mencium punggung tangan Nara.


Afkar menarik nafas panjang melepas gengaman tangannya dan berjalan mendekati Barra.


“ Lief, be Ines om å ta med min kones klær og plassere fire livvakter foran dette rommet. Ikke slipp noen inn uten min tillatelse (Lief, suruh Ines membawa pakaian istriku dan tempatkan empat orang pengawal di depan kamar ini jangan ijinkan siapa pun masuk tanpa seizinku) “ suara Afkar kembali terdengar sangat dingin.


Lief melangkah keluar kamar untuk menghubungi Ines dan seorang pengawal, Barra dengan cepat merebut tablet dari tangan Lief dan menyerahkan pada Afkar. Afkar melihatnya sesaat dan seketika raut wajahnya berubah seakan tidak percaya dengan yang dia baca.


“ hvorfor er du så overrasket (kenapa kamu terkejut begitu)? “ tanya Barra heran.

__ADS_1


“ Jeg har ikke nådd så langt. Jeg kontaktet nettopp en advokat i broren MathiasHammel i London (aku belum melakukan sampai sejauh ini bahkan aku baru menghubungi seorang pengacara di London saudara MathiasHammel) “ ucap Afkar sambil mengeluarkan ponselnya yang bergetar.


Afkar menerima panggilan tersebut dan berbicara dengan seseorang terkait berita yang dia baca. Barra dapat mendengar dengan jelas apa yang Afkar bicarakan karena Afkar berbicara dalam bahasa Inggris. Beberapa menit kemudian Afkar mematikan panggilan dan mendapati Barra menatapnya dengan penuh pertanyaan.


“ Hvis du ikke var den som spredte alt dette, hvem spredte denne detaljen? Leide du hackere for å spre alt dette? Hvorfor er det til IFA beveger seg også? (kalau bukan kamu yang menyebarkan semua ini lantas siapa yang menyebarkan sedetail ini? Apa kamu menyewa peretas untuk menyebarkan ini semua? Kenapa juga itu sampai IFA bergerak juga?) “ pertanyaan Barra semakin membuat Afkar bingung menjawabnya.


“ Jeg ansatte ingen hackere, og jeg vet ikke hvorfor IFA klarte å få tak i disse dataene samtidig som spredningen av denne detaljerte informasjonen (aku tidak menyewa peretas mana pun dan aku tidak tahu kenapa IFA bisa mendapatkan data itu bersamaan dengan tersebarnya informasi sedetail ini) “ ucap Afkar sambil meletakkan tablet di meja tepat di depannya.


Barra terdiam mendengar pengakuan Afkar begitu juga dengan Afkar, mereka terdiam memikirkan berbagai kemungkinan pelaku penyebaran berita dan data tersebut.


“ tidak mungkin “ ucap Afkar sambil melihat ke kain pembatas yang menutupi tempat Nara berbaring.


Afkar menekan nomor Lief.


“ få min kones bærbare (ambilkan laptop istriku) “ ucap Afkar singkat dan mematikan sambungan teleponnya.


Barra menatap Afkar dengan penuh pertanyaan dan saat Afkar hendak berdiri, Barra menahan lengannya.


“ Hva ville du gjort (apa yang akan kamu lakukan)? “ tanya Barra heran sambil masih menahan lengan Afkar.

__ADS_1


“ Jeg vil bare være i nærheten av kona mi (aku hanya ingin berada di dekat istriku.... kamu keberatan)? “ Barra melepas lengan Afkar dan membiarkan Afkar melangkah mendekati Nara yang masih belum sadar.


__ADS_2