NEPTUNIA (HubrETS Hackin")

NEPTUNIA (HubrETS Hackin")
BAB 83 SOSOK (1)


__ADS_3

Ralf menceritakan semua terkait berita penggelapan dana dalam Rosenkrantz, Erhan hanya bisa menghela nafas panjang.


“ Endelig har noen mot til å demontere alt (akhirnya ada yang berani membongkar semua itu) “ ucap Erhan pelan tapi terdengar jelas oleh Ralf.


“ riktig herre .... den unge mesteren Afkar er veldig modig til å møte dem selv om han må miste deres potensielle tvillinger (benar tuan.... tuan muda Afkar lebih berani menghadapi mereka meski pun harus kehilangan calon janin kembar mereka) “ ucapan Ralf membuat Erhan kembali sedih karena calon cicit kembarnya tidak berkembang.


“ går det bra med Nara nå? Er folket vårt fortsatt på vakt hjemme hos Afkar? Hvorfor returnerte Afkar kokken og hushjelpen (apa sekarang Nara baik-baik saja? Apa orang-orang kita masih berjaga di rumah Afkar? Kenapa Afkar mengembalikan koki dan pelayan rumah?) “ tanya Erhan ingin tahu.


“ unge fru Nara blir bedre, og i går mottok jeg informasjon om at unge fru Nara gikk i byen med sine to søstre. Kokken og servitøren kom tilbake hit på forespørsel fra den unge fru Nara (nyonya muda Nara sudah lebih baik dan kemarin saya mendapat informasi bahwa nyonya muda Nara sedang berjalan-jalan di kota dengan kedua saudaranya. Koki dan pelayan kembali kesini atas permintaan kakak dari nyonya muda Nara) “ jelas Ralf sambil menyerahkan secangkir teh hangat.


“ hun er en sterk kvinne .... Afkar er heldig som har henne .... hvis jeg bare kunne være litt modigere til å åpne opp denne saken .... selvfølgelig i år kan jeg se mine to oldebarn (dia wanita yang kuat.... Afkar beruntung bisa memilikinya.... kalau saja aku bisa sedikit berani membuka masalah ini.... tentunya tahun ini aku bisa melihat kedua cicit kembarku) “ ucap Erhan dan menghela nafas panjang.


“ Ja sir (iya tuan) “ jawab Ralf singkat.


“ Afkar fjernet alle disse menneskene fra Rosenkrantz ..... og erstattet dem med profesjonelt personale ..... er Afkar fremdeles i London (Afkar menyingkirkan orang-orang itu semua dari Rosenkrantz..... dan menggantikan dengan para staff profesional..... apa Afkar masih di London)? “ tanya Erhan.


“ fortsatt sir (masih tuan) “ jawab Ralf singkat.


“ de må ha hatt det vanskelig å returnere det de hadde tatt .... hvis bare den gangen Oswinn ikke hadde gitt ut aksjene ... kanskje det ikke ville være slik (mereka pasti kesulitan mengembalikan apa yang sudah mereka ambil..... kalau saja waktu itu Oswinn tidak melepas sahamnya... mungkin tidak akan seperti ini) “ ucap Erhan menggenang permintaan Oswinn yang melepas 10% kepemilikan saham Rosenkrantz.


“ Hvis du ikke kjøper aksjene ... er det mulig at nå er aksjene offentlig eiendom, og det er mulig at Mr. Afkar ikke kan innta din posisjon (kalau tuan tidak membeli saham itu.... mungkin saja sekarang saham itu menjadi milik publik dan bisa jadi tuan Afkar tidak bisa menduduki posisi tuan) “ ucap Ralf mengingatkan keputusannya membeli 10% saham yang Oswinn lepas.

__ADS_1


“ høyre ..... Ralf, når kommer bror Nara tilbake til Jakarta (benar..... Ralf, kapan saudara Nara kembali ke Jakarta)? “ tanya Erhan yang sudah berdiri dari sofa.


“ kanskje etter at Mr. Afkar kommer tilbake, vil du se ham (mungkin setelah tuan Afkar kembali, apa tuan ingin menemuinya)? “ tanya Erhan sambil memapah Erhan.


“ ja .... vi er der nå (iya.... kita kesana sekarang) “ jawab Erhan singkat.


Ralf memapah Erhan pelan-pelan dan dengan satu isyarat tangan, seorang pengawal segera keluar dan menyiapkan mobil untuk Erhan. Selama perjalanan kurang lebih 28 menit dari kastil ke rumah Afkar, Erhan meminta Ralf untuk membersihkan rumah yang tepat berada di depan kastil tempatnya tinggal.


Beberapa meter sebelum sampai di depan rumah Afkar, Erhan di kejutkan dengan sesosok yang dia kenal.


“ hvorfor er han her (untuk apa dia ada disini)? “ gumam Erhan dalam hati sambil melihat sosok tersebut.


“ Ralf, kan du øke årvåkenheten til vaktene rundt Afkar hus (Ralf, bisakah kamu menambah kesiagaan para pengawal di sekitar rumah Afkar)? “ pinta Erhan yang masih memikirkan maksud keberadaan sosok tersebut.


Seorang pengawal yang berjaga tepat di depan pintu pagar rumah Afkar segera membuka pintu itu dan menutup kembali setelah mobil Erhan masuk ke pelataran rumah Afkar. Ralf keluar dan memapah Erhan untuk berjalan masuk ke rumah, Ralf terkejut saat hendak membuka pintu rumah.


“ hva er det? Kan du ikke åpne den? (ada apa? Apa kamu tidak bisa membukanya?)” tanya Erhan dengan wajah heran.


“ de låste den fra innsiden (mereka menguncinya dari dalam) “ ucap Ralf bingung.


“ hvorfor låser de døren (kenapa mereka mengunci pintu rumah)? “ tanya Erhan pada seorang pengawal yang berdiri tepat di samping pintu rumah.

__ADS_1


“ beklager sir .... siden den unge herren Afkar dro til London har de alltid låst døren fra innsiden .... de slapp oss ikke inn bortsett fra Ines, sir (maaf tuan.... sejak kepergian tuan muda Afkar ke London mereka memang selalu mengunci pintu ini dari dalam.... mereka tidak mengizinkan kami masuk kecuali Ines, tuan) “ jelas pengawal itu.


Erhan memahami ucapan pengawal tersebut, dan pengawal tersebut menghubungi Ines untuk membuka pintu. Beberapa menit kemudian Ines membuka pintu untuk Erhan.


“ Hvilken lyd er det (suara apa itu)? “ tanya Erhan terkejut saat masuk kedalam rumah mendengar suara teriak Nara.


Ines tersenyum mendengar pertanyaan Erhan.


“ Fru Naras bror utdanner fru Nara i kampsport (saudara nyonya Nara sedang melatih nyonya Nara ilmu bela diri) “ Erhan terkejut mendengar ucapan Ines dan segera melangkah mencari asal suara.


Ines menunjukkan keberadaan Nara dan Fajrin, Erhan sangat terkejut saat melihat Nara berlatih dengan kepala pengawal yang berjaga di rumah Afkar. Saat kepala pengawal hendak menyerang Nara lagi, tiba-tiba gerakannya terhenti membuat Fajrin yang posisi berdirinya membelakangi pintu masuk menjadi heran.


“ why stopping (kenapa berhenti)? “ tanya Fajrin yang melihat kepala pengawal sedikit menundukkan kepalanya.


Nara melihat ke arah di mana kepala pengawal itu menunduk.


“ grandpa (kakek......) “ teriak Nara bahagia dan berjalan ke arah Fajrin.


Fajrin terkejut mendapati Erhan yang sudah berdiri di belakangnya.


“ why grandpa don't call me first.... if grandpa want to come here (kenapa kakek tidak telepon dulu.... kalau kakek mau kesini)? “ tanya Nara yang sudah berdiri di depan Erhan dengan tatapan tidak percaya.

__ADS_1


“ is this really my granddaughter-in-law (ini benar cucu menantuku)? “ tanya Erhan tidak percaya apa yang baru saja dia lihat.


Nara tersenyum dan memapah Erhan untuk duduk di teras belakang rumah.


__ADS_2