NEPTUNIA (HubrETS Hackin")

NEPTUNIA (HubrETS Hackin")
BAB 186 NORIIINN


__ADS_3

“ dik..... tidak sopan ini.... suami duduk di depan..... adik duduk sama kakak.....” nasehat Fajrin tidak membuat Nara cemberut tapi semakin bergelayut manja di lengan kanan Fajrin.


“ Nara kangen kakak..... nanti malam Nara tidur sama kakak ya..... “ ucap Nara dengan senang.


Afkar tersenyum mendengar suara Nara yang terdengar sangat manja.


“ yakin..... sayang mau tidur sama Fajrin tidak sama mas.....? “ tanya Afkar meyakinkan ucapan Nara.


Nara terdiam seperti memikirkan sesuatu.


“ hmmmmm..... yakin “ ucap Nara sedikit ragu.


“ yakin bisa tidur? “ tanya Afkar sekali lagi.


Nara semakin ragu karena sejak peristiwa penyanderaan dirinya, Nara tidak bisa memejamkan kedua matanya dengan tenang bila Afkar tidak memeluknya atau pun tidak memeluk lengan Afkar.


Fajrin tersenyum tipis melihat keraguan di kedua mata adiknya.


“ Nara kangen kakak..... tapi Nara tidak bisa tidur kalau mas tidak peluk Nara....... Nara bingung...... “ ucap Nara yang mulai terdengar merajuk.


Fajrin gemas dengan jawaban Nara dan membelai kepala Nara.


Sepanjang perjalanan dari bandara menuju kediaman Afkar selama di Jakarta, banyak hal yang Nara ceritakan pada Fajrin. Meski pun beberap hal sudah dia ketahui dari Afkar, tetap saja Fajrin ingin mendengarkan dari sisi Nara.


“ kak...... apa orang itu masih berbuat jahat?..... Kakak yakin keluarga orang itu tidak ada niat jahat pada kakak?..... Nara merasa kalau mereka ingin mempersulit kakak...... Nara merasa kalau sebenarnya mereka ingin tidak ingin kakak menjadi bagian dari keluarga orang itu..... “ suara sedih Nara membuat Fajrin menarik nafas panjang.


Ternyata bukan hanya dirinya saja yang merasakan bahwa keluarga besar Prakash dan Lohia terkesan mempersulit dirinya menghalalkan Divya, Afkar yang ikut mendengarkan keluh kesah Nara menarik nafas panjang.


“ ternyata perasaan sayang lebih peka dari mas.... hanya sekali saja mas menceritakan barang apa saja yang harus kakak sayang bawa untuk bisa menikahi wanita manja itu..... sayang sudah bisa merasakan ketidakberesan acara ini. “ gumam Afkar dalam hati sambil memikirkan sesuatu.


Afkar terlihat mengetik sesuatu di ponselnya, entah apa yang dia ketik tapi beberapa detik kemudian Dean melihat ke arah Afkar.


“ yakin? “ Afkar menganggukan kepala menjawab pertanyaan Dean.

__ADS_1


“ baiklah.... kamu bosnya... “ ucap Dean santai dan mengetik sesuatu pada ponselnya.


Di kediaman Afkar sudah ada Selo, Freya juga keluarga Azkar menunggu kedatangan Erhan juga yang lainnya. Ternyata mobil Peugeot 5008 sudah terparkir di halaman kediaman Afkar, terlihat para anggota D4rkC0d3 sedang bersantai menikmati makanan kecil yang sudah di siapkan oleh para pelayan Azkar di taman depan.


“ ini rumah siapa? “ tanya Nara heran.


Ini pertama kalinya Nara melihat kediaman Afkar di Jakarta.


“ dik..... ini rumah suamimu.... “ jawab Fajrin yang lupa kalau Nara tidak pernah sama sekali menginjakkan kakinya di rumah ini.


“ Astagfirullah..... kakak lupa.... adik belum pernah kemari “ ucap Fajrin sambil menepuk dahinya.


Afkar tersenyum mendengar pembicaraan kakak beradik ini.


Mobil berhenti tepat di pintu masuk bangunan utama yang akan menjadi tempat mereka tinggal selama berada di Jakarta, Freya dan Helen terlihat sangat bahagia menunggu mereka. Afkar sudah menunggu Nara yang berusaha bangkit dari kursi belakang karena sedikit kesusahan.


“ lain kali duduk di tengah saja jangan di belakang..... susah turunnya “ protes Fajrin yang membantu Nara bangkit dari kursi.


“ berat “ bisik Afkar pura-pura tidak kuat mengangkat Nara.


“ mas sendiri yang buat Nara berat “ protes Nara dengan keras membuat Afkar tersenyum tipis.


Melihat interaksi antara Nara dengan Afkar membuat Helen menggelengkan kepala, Nara segera memberi salam pada Freya juga Helen dan yang lainnya.


Keluarga besar Sadhat sudah berkumpul semua di kediaman Afkar, termasuk Norin. Nara terlihat sangat gembira saat melihat Norin keluar dari kamar kecil, Nara segera menghampiri dengan berjalan sedikit lebih cepat dan membuat Afkar mengikutinya dengan rasa kuatir.


“ sayang.... pelan jalannya “ Nara mengabaikan protes Afkar.


“ Noriiinn..... “ suara Nara membuat Norin melihat ke asal suara.


“ Byanara..... “ suara bahagia Norin dan berjalan cepat menghampiri Nara.


Dua sahabat saling bergenggamaan tangan melepas rasa kangen, pemandangan yang membuat semua orang yang melihatnya menjadi terharu.

__ADS_1


“ maaf.... aku tidak bisa datang ke pernikahanmu..... mas Afkar tidak memberitahuku “ suara merajuk Nara membuat Afkar yang sudah berdiri di belakang Nara hanya bisa mengangkat kedua bahunya sekali.


“ tidak apa.... yang penting kamu sudah sehat dan kita bertemu disini “ ucap Norin menenangkan Nara.


Dua sahabat ini akhirnya berbincang-bincang sendiri dan tidak memperdulikan Afkar yang terlihat jelas mengkuatirkan keadaan Nara, Selo menarik tangan Afkar dan mengajaknya duduk bersama yang lain. Suasana pagi yang sangat menyenangkan Nara dan Norin berbicara banyak hal dengan bahasa Indonesia, sedangkan Afkar dan yang lainnya berbincang-bincang dengan bahasa Norsk dan bahasa Inggris. Mereka tidak mencari keberadaan Barra, karena mereka sudah memperkirakan bahwa saat ini Barra sedang memperkenalkan Zarya pada keluarganya.


“ Nara..... besar sekali perutmu.... tidak beratkah? Apa kamu tidak mudah lelah? Mengantuk? “ tanya Norin sambil memegang perut Nara.


Nara tersenyum mendengar pertanyaan Norin yang terlihat jelas ingin tahu keadaan Nara.


“ berat.... tidak terlalu.... tapi kalau mengantuk iya.... sering.... kalau lelah.... lutut dan tumit masih sering terasa sakit kalau jalan atau berdiri terlalu lama “ ucapan Nara membuat raut wajah Norin bergidik ngeri membayangkan dirinya berada di posisi Nara.


Norin memperhatikan Nara dari bawah sampai atas, tiba-tiba terbersit keinginan untuk menanyakan sesuatu yang bersifat rahasia.


“ Nara.... “ ucap Norin dengan isyarat tangan meminta Nara mendekatkan telinganya.


Nara mengikuti keinginan Norin dan mendengarkan ucapan Norin, Nara tersenyum lebar mendengar pertanyaan Norin.


“ dari pertama kali mas Afkar tahu kalau Nara hamil..... mas yang selalu memandikan Nara.... “ mendengar jawaban Nara membuat Norin membulatkan kedua matanya.


“ serius? “ Nara menganggukan kepala meyakinkan Norin.


“ Nara tidak malu? “ tanya Norin sekali lagi.


“ kalau tidak begitu.... mana bisa Nara bersihkan sela-sela jari kaki dan punggung “


Pembicaraan mereka semakin menyenangkan tak terasa sudah waktunya makan siang, Freya sengaja menyiapkan makan siang dengan menu makanan betawi dan jawa. Nara merasa sangat bersemangat untuk menghabiskan makan siang, kakak beradik Yilmaz juga dbuq dan javex merasa merinding melihat Nara yang porsi makannya mengalahkan mereka.


“ spiser Neptunia alltid slik (apa Neptunia selalu makan seperti itu)? “ tanya dbuq merinding.


“ det er ikke mye..... det er noe enda verre (ini tidak seberapa..... masih ada yang lebih parah lagi) “ ucap Morten asal.


“ Svoger kan gjøre ferdig to store bokser med sjokolade (kakak ipar sanggup menghabiskan 2 kotak besar coklat) “ ucapan Marius membuat javex bergidik ngeri.

__ADS_1


__ADS_2