NEPTUNIA (HubrETS Hackin")

NEPTUNIA (HubrETS Hackin")
BAB 119 THE NEPTUN (2)


__ADS_3

Carsten segera keluar dari restauran dan mengatakan pada teman-temannya apa yang Afkar katakan, sedangkan Cecilian berbicara pada Destin dan Leana. Cecillia loncat kegirangan karena Destin dan Leana mengizinkan Nara untuk bertemu para penggemarnya. Carsten masuk kembali ke dalam restauran bersama satu orang temannya yang merupakan ketua klub The Neptun.


“ GUN, this is Judith the leader of The Neptun club... you can tell her what you said earlier.... she will help you take care of Neptunia (GUN, ini Judith ketua klub The Neptun... kamu bisa mengatakan yang tadi kamu katakan padanya.... dia akan membantumu menjaga Neptunia) “ ucap Carsten memperkenalkan Judith pada Afkar.


para penggemar CTF sudah sangat paham dengan sikap Afkar yang dingin dan cuek.


“ Can you help me (bisakah kamu membantuku)? “ tanya Afkar dengan nada dingin.


“ sure.... we’re The Neptun will help you.... show me who it is.... we will watch over him.... if he dares to hurt our whiz.... we will arrest him and we will bring him to you (tentu.... kami The Neptun akan membantumu.... tunjukkan siapa orang itu.. kami akan mengawasinya.... bila dia berani menyakiti jagoan kami.... kami akan membekuknya dan kami akan bawa dia padamu) “ ucap Judith dengan yakin.


Dengan isyarat tangan Afkar memanggil Lief untuk menunjukkan sosok yang selama ini mengikuti Nara, Lief memperlihatkan sosok tersebut pada Tablet yang dia pegang. Judith mengamati foto tersebut.


“ can you send the photos to my number? I will spread it to the other members of The Neptun (bisakah anda mengirimkan foto-foto itu ke nomorku? Aku akan menyebarkan pada anggota The Neptun yang lain) “ ucap Judith.


Akhirnya Judith dan Lief saling bertukar nomor ponsel, sementara Nara sudah memberikan tanda tangan juga memberi kesempatan pada penggemarnya untuk berfoto bersama dan tentunya kakak beradik Jørgesen yang bertugas mengambil foto mereka. Afkar berdiri di dekat Destin dan Leana, sementara Ines berdiri di belakang Nara.


“ Vi var glade da vi hørte nyheten om at GUN giftet seg med Neptunia .... og de tvang oss til å komme til bryllupet ditt (kami bahagia waktu mendengar kabar bahwa GUN menikah dengan Neptunia....dan mereka memaksa kami untuk datang ke pernikahan kalian) “ ucap Destin sambil menunjuk kedua keponakannya.


“ Beklager, jeg kunne ikke møte deg den gangen (maaf, waktu itu aku tidak bisa menemui kalian) “ ucap Afkar sambil menyerahkan sebuah kartu pembayaran pada Leana.

__ADS_1


“ vi forstår, du bør møte bestefarens forretningspartnere (kami mengerti, kamu harus menemui para rekan bisnis kakekmu) “ ucap Destin sambil menolak kartu Afkar, tapi Afkar tetap memaksanya.


“ med at du inviterer oss, gjør det dem allerede veldig glade. Dagen før vi dro til Bergen ... kom mange av vennene deres hjem til dem og spurte om nyheten var sann (dengan kamu mengundang kami, itu sudah membuat mereka senang sekali. Sehari sebelum kami ke Bergen... banyak teman-teman mereka yang ke rumah menanyakan kebenaran berita itu) “ cerita Leana membuat Afkar tersenyum menatap Nara yang sibuk menandatangani poster para penggemar.


“ dette er din virksomhet, vi kom som kjøpere ... så jeg må betale for det vi spiste ... ta det (ini bisnis kalian, kami datang sebagai pembeli... jadi aku wajib membayar apa yang sudah kami makan... ambillah) “ ucap Afkar sedikit memaksa Leana untuk mengambil kartu Afkar.


Akhirnya Leana menerima kartu Afkar dan menggesekkan pada mesin EDC.


“ hvis Neptunia vil spise indonesisk mat ..... kom hit .... vi vil gjerne ønske henne velkommen (kalau Neptunia ingin merasakan makanan indonesia..... datanglah kemari.... kami akan sangat senang menyambutnya) “ ucap Leana sambil menyerahkan kembali kartu pembayaran Afkar.


Kerumunan di depan Det Indonesiske Kjøkken menarik perhatian para pejalan kaki yang lewat di depan Restauran. Sehingga merek tertarik untuk masuk dan akhirnya mereka memesan makanan. Selama kurang lebih satu setengah jam Nara memberikan tanda tangan pada poster yang mereka bawa dan berfoto dengan mereka, akhirnya giliran Judith berfoto dengan Nara.


“ hi.... my name is Judith I'm the leader of The Neptun, Neptunia fans club (hai.... kenalkan namaku Judith aku ketua The Neptun, klub para penggemar Neptunia.) “ Nara segera menjabat tangan Judith dan tersenyum terlihat jelas sudut mata Nara yang menyipit.


Nara melihat sesuatu yang aneh di antara Judith dan Carsten, Afkar memahami apa yang Nara lihat.


“ are you guys dating (apa kalian berpacaran)? “ pertanyaan Afkar yang tanpa filter membuat Carsten tersipu malu.


Afkar menepuk bahu Nara dan menarik ke dalam pelukkannya.

__ADS_1


“ tell me if he plays behind your back (beritahu aku kalau dia main di belakangmu) “ bisik Afkar pada Judith membuat Carsten membulatkan kedua matanya.


“ GUN, you're still annoying....don't you get tired of bothering us (GUN, kamu masih saja menyebalkan.... tidak bosan menggangu kami)? “ ucap Carsten kesal.


“ no... you guys are funny (tidak... kalian lucu) “ ucap Afkar sambil melangkah menuju pintu keluar restauran.


“ thank you for the food..... it's delicious... sorry if later I will come here often (terima kasih makanannya..... enak sekali... maaf bila nanti aku akan sering kemari) “ ucap Nara dengan berjalan mundur karena Afkar tidak mau berhenti atau pun melepaskan pelukkannya.


“ We'd love it if Neptunia came here often (kami akan senang bila Neptunia sering-sering kemari) “ ucap Cecillia sedikit berteriak.


Afkar dan Nara sudah keluar dari restauran begitu juga dengan Lief dan Ines juga 4 pengawal Afkar. Sekepergian mereka, kakak beradik Jørgesen juga Judith segera berunding terkait permintaan Afkar juga bagaimana rencana mereka bila Neptunia kembali berkunjung ke restauran ini. Sedangkan Destin dan Leana mulai sibuk dengan para pengunjung yang ingin merasakan makanan mereka.


“ bagaimana rasanya punya klub penggemar sendiri? “ tanya Afkar sambil mencium punggung tangan kanan Nara.


“ biasa saja... seperti punya teman baru “ ucap Nara santai sambil memegang lengan kiri Afkar dengan tangan kirinya.


“ Lief, fra nå av vil pliktene dine øke. Hvis Judith ringer ... handler du med en gang ... jeg vil ikke at det skal skje igjen. (Lief, mulai sekarang tugasmu bertambah. Kalau Judith menghubungi.... segera kamu bertindak..... aku tidak ingin kejadian itu terulang lagi.) “ suara Afkar yang terdengar biasa saja tapi cukup membuat Lief merinding.


“ ok sir ... jeg skal ta en titt (baik tuan.... akan saya perhatikan) “ ucap Lief sambil melihat ke seberang jalan melihat sosok yang selalu mengikuti Nara.

__ADS_1


“ arbeidet mitt har økt på grunn av deg .... ikke overdriv, ellers gjør jeg deg ferdig (pekerjaanku semakin bertambah karena kamu.... jangan bertindak berlebihan kalau tidak, aku akan menghabisimu) “ gumam Lief dalam hati sambil melihat sosok tersebut dari sudut kiri matanya.


Sepanjang perjalanan dari restauran ke markas Shield, mereka menggunakan trem yang selalu lewat setiap 10 menit di tempat pemberhentian semacam halte. Mereka berjalan menuju halte hammersborggata untuk naik trem nomor 34 yang melewati Dronning Eufemias gate 22 tepat di depan markas Shield.


__ADS_2