NEPTUNIA (HubrETS Hackin")

NEPTUNIA (HubrETS Hackin")
BAB 206 HACKER PLAYGROUND (3)


__ADS_3

“ Alhamdulillah..... ketemu......” gumam Nara yang melihat server C11 berada tepat di sisi pinggir.


Keberuntungan bagi Nara karena pemain lain salah membuka tirai sehingga Nara dapat dengan mudah menemukan server C11 tanpa harus membuka tirai yang menutupi server. Kedua mata Nara terlihat serius memperhatikan 2 unit server yang terpasang di rak yang setinggi dirinya.


“ ada 2 server...... tidak mungkin kedua duanya server utama.... pasti salah satu adalah server database atau server cermin..... “ gumam Nara pelan.


Sambil berpikir keras Nara menyiapkan laptopnya.


“ Bismillah semoga server ini...... server utama “ gumam Nara dalam hati sambil meraih sebuah kabel data berwarna biru muda dan menghubungkan kabel tersebut pada laptopnya.


“ serial RS232...... laptop ini tidak ada port serial..... berarti aku butuh konverter serial DB9 ke utp.... “ gumam Nara dalam hati sambil memilah-milah beberapa konverter yang tergantung di sisi rak server.


Dengan pasti tangan kanan Nara meraih konverter tersebut dan menghubungkan server dengan laptopnya. Kedua tangan Nara sibuk di atas keyboard mencari-cari port yang dapat berkomunikasi dengan server tersebut.


“ com7..... “ ucap Nara pelan.


Kembali jari jemarinya menari-nari di atas keyboard dan kedua matanya terlihat sangat serius memperhatikan layar laptop yang menampilkan script mentah yang sudah tersusun rapi di dalam server tersebut. Membaca memahami setiap baris script dari script paling atas hingga script paling bawah, mencocokkan dengan topologi yang tergambar di selembar kertas yang dia pegang.


“ berdasarkan gambar ada delapan server cabang yang harus terhubung kesini..... tapi di dalam script ini ada sepuluh server cabang..... “ gumam Nara pelan dengan mata yang bergerak ke atas dan bawah mencocokkan script dengan gambar yang dia pegang.


Seketika kedua tangan Nara dingin karena tidak menemukan kesesuaian antara script dengan gambar topologi yang di pegang. Nara mengangkat tangan kanannya seorang panitia mendekatinya.

__ADS_1


“ yes “ ucap panitia itu saat berdiri di belakang Nara.


“ may I get some pen in my bag over there (bolehkah saya mengambil pena di dalam tas saya yang disana)? “ tanya Nara sedikit ragu.


“ sure (tentu) “ Nara segera berdiri dari kursi dan mengambil tas punggungnya.


Mencari pena di setiap saku tas dan menemukan satu pena kecil sepanjang jari telunjuknya.


“ Alhamdulillah ada “ gumam Nara dan segera kembali ke meja tempat laptopnya berada.


Kedua tangan dan mata Nara sibuk menyesuaikan antara script dan gambar di selembar kertas, dan tidak butuh waktu lama bagi Nara untuk menemukan posisi dua server yang tidak ada di dalam gambar.


“ oooo..... dua server ini ada di dalam 2 server ini..... “ gumam Nara senang dan mulai tenang karena menemukan semua yang dia baca di dalam script.


Jari jemari Nara kembali sibuk di atas keyboard mengetik script untuk membangun jaringan komunikasi data atau internet, sudah setengah jam lebih jari jemari Nara mengetik tanpa henti. Dan di saat Nara asik dengan apa yang ada di hadapannya tiba-tiba suara gaduh terdengar, Nara mengalihkan pandangan sesaat mencari asal kegaduhan. Seketika Nara terkejut karena dua orang panitia menarik laptop salah seorang pemain.


“ our competition rules are clear.... it’s forbid to use back doors and hack our system..... but it looks like some of you are still trying to hack our system..... this laptop recall is our first warning..... we will hold this laptop for an hour..... if any of you still dare to hack our system.... we will withdraw your laptop and your punishment will be doubled from the first sentence (peraturan kompetisi kami sudah jelas.... melarang kalian menggunakan pintu belakang dan meretas sistem kami..... tapi sepertinya di antara kalian masih ada yang berusaha meretas sistem kami..... penarikan laptop ini peringatan pertama kami..... kami akan menahan laptop ini selama satu jam..... bila di antara kalian masih ada yang berani meretas sistem kami.... kami akan menarik laptop kalian dan hukuman kalian akan kami tambah dua kali lipat dari hukuman pertama) “ ucapan seorang panitia membuat hampir pemain menjadi menjadi merinding.


Nara kembali sibuk dengan keyboardnya, beberapa menit kemudian Nara mendapat pesan dari javex.


Pesan yang terlihat di layar laptop Nara.

__ADS_1


“ oooo begini cara komunikasi dengan tim yang bergerak mencari server cabang..... “ gumam Nara sambil memperhatikan sebaris pesan dari javex.


Setiap tim hanya boleh berkomunikasi dengan mengetik pesan di dalam server mereka, bila tim yang bergerak salah dalam menemukan server maka komunikasi mereka akan terbaca oleh tim lain.


Nara mulai memahami jalannya kompetisi ini dan satu persatu server cabang terhubung ke server utama, hingga suara panitia memecah konsentrasi Nara kembali.


“ already six teams have successfully connected five branch servers.... and one of them is new to this hack quest format..... looks like the duck should be careful with D4rkC0d3...... (sudah ada enam tim yang berhasil menghubungkan lima server cabang.... dan salah satunya pemain baru di format hack quest ini..... sepertinya the duck harus berhati-hati dengan D4rkC0d3...... ) “ suara seorang panitia yang memantau jalannya kompetisi membuat para manager juga penonton menjadi gaduh.


Para penonton kompetisi ini tidak sembarang orang bisa masuk hanya orang-orang tertentu yang namanya sudah terdaftar saat tim mereka mendaftar pertama kali dan saat konfirmasi keikutsertaan tim.


Mari dan Zarya yang duduk di kursi barisan para penonton dari tim D4rkC0d3 terlihat jelas sangat menikmati kompetisi ini, meski pun hanya melihat punggung Nara dan melihat setiap pergerakan tim D4rkC0d3 yang lain melalui sebuah layar lebar yang menampilkan setiap tim yang bergerak satu persatu setiap lima menit sekali. Lief terlihat tegang karena baru kali ini melihat kompetisi semacam ini, Afkar sepanjang kompetisi berlangsung mengerutkan kulit dahi juga kulit di antara kedua alisnya.


“ ini benar-benar kompetisi gila.... mereka harus membangun jaringan.... membuat pertahanan sistem dan masuk ke sistem pemain lain tanpa sepengetahuan pemilik server..... dan ini baru permulaan dari tiga kompetisi yang lain..... “ gumam Afkar dalam hati sambil memijat pelipis dengan tangan kirinya.


Tim D4rkC0d3 yang bergerak harus keluar masuk gedung dan ruangan mencari server mereka. Mereka tidak memerlukan alat transportasi apa pun karena panitia kompetisi sengaja meletakkan server-server di gedung-gedung sekitar gedung lokasi kompetisi.


“ vent disse to serverne er i en bygning... skal vi se etter dette først (tunggu dua server ini ada dalam satu gedung.... apa kita cari ini dulu)? “ ucapan dbuq membuat Marius menghentikan langkah kakinya.


Marius mendekati dbuq dan melihat gambar topologi sistem jaringan mereka.


“ ja det er i en bygning (iya ini berada di satu gedung) “ ucap Marius sambil mengedarkan pandangannya memperhatikan nama gedung yang berada di sekitar mereka.

__ADS_1


Untuk beberapa menit mereka terdiam mencari gedung yang sesuai dengan di gambar yang mereka pegang.


“ se på skriften på bygningen (coba perhatikan tulisan di gedung itu) “ ucap dbuq sambil menunjuk sebuah gedung yang dengan tulisan vertikal.


__ADS_2