
“ og dette er adressen til alle cisco-kontorer... men vi vet ikke helt sikkert hvor vi skal flytte... toppadressen er der du vil se konkurransen vår. (dan ini alamat seluruh kantor cisco.... tapi kami tidak tahu dimana saja kami akan bergerak tapi yang pasti.... alamat paling atas menjadi lokasi kalian menyaksikan kompetisi kami.) “ ucap dbuq pelan dengan suara bergetar membuat kepala Morten sedikit pening.
Suasana menjadi sunyi karena setiap pemain berusaha untuk mengingat-ingat nama dan alat transportasi apa yang bisa mereka pakai untuk sampai ke lokasi.
Tepat pukul 4 sore waktu setempat, private jet Sundth Air mendarat di bandara international Changi. Barra sebagai manager tim harus mulai sibuk dengan kendaraan yang akan D4rkC0d3 pakai sebagai sarana transportasi dari bandara ke hotel juga sebaliknya.
Barra menyewa maxicab untuk D4rkC0d3.
Sepanjang perjalanan kelima wajah para pemain D4rkC0d3 terlihat jelas mulai tegang, Afkar yang memegang tangan Nara untuk menenangkannya hanya bisa melihat dalam-dalam dan berdoa.
“ dette er nøkkelen til rommet ditt... (ini kunci kamar kalian...... ) “ ucap Barra sambil menyerahkan satu persatu kunci kamar pada D4rkC0d3, Mari, Zarya, Lief dan Afkar.
“ etter middagen samles på GUNs rom..... det er noen ting som GUN vil si (selesai makan malam berkumpul di kamar GUN..... ada beberapa hal yang ingin GUN katakan) “ para D4rkC0d3 menganggukkan kepala hampir bersamaan.
Satu persatu para anggota D4rkC0d3 masuk ke kamar masing-masing, sementara Mari mengikuti Afkar untuk memastikan kondisi Nara. Mari mencoba menekan kedua kaki dan tangan Nara secara bergantian untuk memastikan bahwa Nara tidak mengalami pembengkakkan.
“ alt er normalt........ spis som vanlig og ikke sov for sent.... pass på.... en ting til... for i morgen bruk komfortable sokker og sko, ikke vær som dette... beina dine ser ut som de er stresset... (semuanya normal........ makan seperti biasa dan jangan tidur terlalu malam.... jaga kondisi.... satu lagi.... untuk besok gunakan kaos kaki dan sepatu yang nyaman jangan seperti ini.... kakimu terlihat seperti tertekan....) “ ucap Mari sambil menepuk punggung Afkar sebelum keluar dari kamar Afkar.
Afkar melihat Nara yang mulai melepas satu persatu kain hitam yang menutupi dirinya hingga terlihat lagging dan thick strap tank top. Nara melangkah menuju kamar mandi karena badannya mulai terasa gerah, Afkar mengikutinya. Afkar paham dengan kondisi perut Nara yang semakin membesar membuat Nara kesulitan untuk membersihkan lipatan-lipatan di bagian tubuhnya.
“ kemari.... mas bantu sayang “ ucap Afkar pelan.
__ADS_1
Nara tersenyum berusaha menyembunyikan rasa gugup menghadapi kompetisi besok.
Di bawah guyuran air hangat Afkar membasuh seluruh tubuh Nara tanpa terkecuali meski pun ada keinginan untuk meminta haknya tapi melihat wajah gugup dan tegang Nara membuat Afkar tidak tega meminta haknya.
“ jangan gugup..... bersikap biasa saja seperti saat sayang mengikuti kompetisi yang lainnya..... kalau sayang gugup seperti ini.... bisa kosong otak sayang “ nasehat Afkar sambil kedua tangannya membasuh punggung polos Nara.
“ Nara takut..... Nara takut kalau apa yang besok kami hadapi tidak bisa kami atasi..... “ ucap Nara tertunduk sambil melihat Afkar yang sibuk membersihkan kedua kaki Nara.
Afkar menarik nafas panjang memahami rasa takut yang Nara rasakan, karena dia sendiri pun belum pernah mengikuti kompetisi CTF dengan format hack quest onsite.
“ sudah selesai...... “ ucap Afkar yang sudah berdiri dan menyerahkan sebotol sabun wajah pada Nara.
Nara membasuh wajah dengan kedua tangan yang bergetar, rasa takut gugup menghadapi kompetisi besok semakin menyeruak.
Mari mau pun Zarya yang melihat keanehan Nara memberi isyarat mata pada Afkar.
“ Hvorfor (kenapa) “ gerak bibir Mari pada Afkar.
“ forvirret (gugup) “ jawab Afkar pelan tapi sudah cukup membuat Mari sedikit kuatir.
Mari berdiri dan menggeser tempat duduk Afkar.
__ADS_1
“ bevege seg (pindah) “ perintah Mari membuat Afkar terkejut.
Tapi karena Mari memaksanya mau tidak mau Afkar berpindah tempat duduk di samping Barra. Mari menggenggam tangan kanan Nara yang terbalut sarung tangan hitam dengan rapi.
“ Jeg vet ikke hvordan det er å delta i en konkurranse som denne, men jeg er sikker på at du vil klare å overvinne denne nervøsiteten...... hvis du er nervøs kan fosteret bli urolig (aku tidak tahu bagaimana rasanya mengikuti kompetisi seperti ini tapi aku yakin kamu pasti bisa mengatasi rasa gugup ini....... kalau kamu gugup janin bisa jadi tidak tenang) “ ucapan Mari membuat Nara tertunduk.
Nara merasa bersalah pada kedua janinnya karena tidak mampu mengatasi rasa gugup, membelai perutnya yang terlihat besar dan sesaat merasakan beberapa kali pergerakan yang mungkin tendangan salah satu kaki janin atau mungkin keduanya.
“ føler du også hva umma føler?..... beklager umma fikk deg til å føle deg ukomfortabel også..... (apa kalian juga merasakan apa yang umma rasakan?..... maaf umma membuat kalian ikut tidak nyaman.....) “ suara pelan Nara membuat Mari tersenyum tipis.
Tidak hanya Nara yang merasa gugup akan kompetisi besok pagi, tapi seluruh anggota D4rkC0d3 juga merasa gugup. Tapi Marius berusaha keras menutupi rasa gugup itu, Marius ingin menjadi penenang juga penguat bagi timnya.
Selesai makan malam D4rkC0d3, Barra, juga Afkar berkumpul di kamar Afkar. Terlihat jelas sorot mata juga raut wajah gugup para D4rkC0d3, Barra dan Afkar hampir bersamaan menarik nafas panjang.
“ vi vet at dette er din første hack quest format konkurranse på stedet..... vi forstår at du er nervøs..... i kveld kan du være nervøs..... men i morgen tidlig må du gjøre ditt beste for deg selv og laget ditt (kami tahu ini kompetisi onsite format hack quest pertama kalian..... kami paham kalian gugup..... malam ini kalian boleh gugup..... tapi besok pagi kalian harus melakukan yang terbaik untuk diri kalian juga tim kalian.) “ ucap Barra yang berdiri tepat di belakang dbuq.
Afkar yang sedari tadi menggenggam tangan kanan Nara yang terasa dingin meski pun tertutup sarung tangan, pelan-pelan melepas genggaman itu.
“ Jeg skal ikke si så mye..... i morgen skal dere ha det gøy (aku tidak akan mengatakan banyak hal..... besok kalian harus bersenang-senang) “ ucapan singkat Afkar cukup membuat Marius, Morten, Javex juga dbuq saling melihat satu sama lain dan Nara menghentikan belaiannya di perut.
“ dere skal ha det gøy og nyte konkurransen i morgen tidlig.....ifølge konkurransetemaet.... hacker lekeplass (kalian harus bersenang-senang dan menikmati kompetisi besok pagi..... sesuai tema kompetisi.... hacker playground) “ ucap Afkar sambil memijat pelan kedua bahu Morten.
__ADS_1
Tak ada banyak kata yang Afkar ucapkan, satu persatu D4rkC0d3 juga Barra kembali ke kamar masing-masing. D4rkC0d3 harus menjaga kondisi tubuh mereka agar besok siap memghadapi kompetisi, begitu juga dengan Nara. Afkar yang paham bahwa Nara berusaha meredam rasa gugup dan mencoba membantu dengan memeluk dari belakang sepanjang malam.