
Sampai di depan sebuah gedung olah raga yang hampir menyerupai sebuah hall mobil mereka berhenti, Nara dan yang lainnya turun dengan membawa sebuah tas yang berisi laptop mouse dan headset atau pun earphone. Sementara Ines membawakan tas punggung Nara, para pemain Shield yang melihat Neptunia masih menempel pada GUN hanya bisa berhenti dan melihat mereka.
“ hva er med Neptunia (ada apa dengan Neptunia)? “ tanya manager tim 8 ubnix.
“ elsker slave (budak cinta) “ jawab Barra sekenanya.
“ ooo “
“ sayang.... Ines akan berjaga di pintu masuk pemain dan mereka akan berjaga di area penonton “ ucap Afkar sambil menunjukan ke-12 pengawal yang bertugas mengawal Nara hari ini.
Kedua mata Nara mulai berkaca-kaca Afkar segera memeluknya agar Nara tidak menangis, tapi perkiraan Afkar salah justru membuat Nara menangis.
“ sayang.... “ ucap Afkar pelan sambil mencium puncak kepala Nara berkali-kali.
__ADS_1
“ janji.... nanti siang kesini “ ucap Nara dengan suara terbata-bata.
“ iya..... sudah ya..... menangisnya.... malu di lihat yang lain. “ ucap Afkar yang masih memeluk Nara dan mencium puncak kepala Nara.
pelan-pelan Nara melepas pelukkannya dan menghapus air matanya yang sudah membasahi kain niqab. Barra meraih tangan Nara dengan cepat begitu Afkar mau pun Nara melepas pelukkan dan ada sedikit jarak di antara mereka, dengan memberi isyarat tangan pada Afkar agar segera pergi meninggalkan Nara dengan dirinya.
“ haaa.... jadi berasa seperti melihat kamu waktu pertama kali sekolah TK “ ejek Barra membuat Nara cemberut.
Sejak panitia kompetisi ENOWARS mengumumkan bahwa Neptunia akan menjadi bagian dari kompetisi ini, penjualan tiket penonton habis dalam 1 hari. Para pemuda penggemar kompetisi CTF sudah membeli habis tiket yang di keluarkan oleh pihak panitia ENOWARS yaitu MAKE NTNU. Nara dan yang lainnya sudah duduk mengelilingi meja dan menyiapkan laptop, mouse, headset atau pun earphone. Di setiap meja kompetisi terdapat sebuah perangkat bernama HUB, setiap pemain menghubungkan laptop mereka pada HUB tersebut agar bisa terhubung dengan server kompetisi. Ines berjaga tepat di pintu keluar masuk para pemain kompetisi sementara ke-12 pengawal berjaga-jaga di kursi penonton, mereka bergerak menyisir di seluruh area tribun atas hingga bawah sepanjang kompetisi berlangsung. Tanpa Afkar sadari sebenarnya Erhan menambah 10 pengawal dengan berpakaian kasual di antara para penonton dan juga para mahasiswa yang bertugas menjaga kelancaran kompetisi. Erhan dan Afkar bisa melakukan negosiasi dengan pihak kampus karena mereka sama-sama alumni kampus ini, Erhan kuliah dari strata 1 hingga strata 3 di kampus ini sedangkan Afkar menyelesaikan gelas masternya di departemen yang sama yang hari ini menyelenggarakan kompetisi CTF ENOWARS.
Kompetisi ini di ikuti oleh 150 tim dengan setiap tim terdiri dari 6 pemain, mereka berasal dari berbagai klub CTF kampus yang berada di Norwegia mau pun di luar Norwegia juga klub CTF di luar kampus dan panitia tidak membatasi 1 klub 1 tim. Kompetisi berlangsung selama 10 jam. Tepat di belakang tribun para penonton terdapat 4 layar melengkung yang berukuran 26x14 meter, agar para penonton dapat dengan leluasa melihat jalannya kompetisi karena tempat di mana para pemain duduk tepat di tengah-tengah tribun yang tidak memungkinkan penonton melihat dengan jelas wajah para pemain. Satu per satu wajah para pemain dalam 1 tim terlihat di layar melengkung tersebut, saat wajah ke-6 pemain Shield di tampilkan seketika seluruh ruangan riuh dengan suara teriakan dan tepuk tangan penonton. Para penonton yang datang kebanyakan ingin melihat aksi Neptunia lagi karena Neptunia satu satunya pemain CTF wanita bercadar.
Kompetisi mulai tepat pada pukul 10, pada babak pertama 150 tim harus membuat atau membangun sistem pertahanan dimana setiap tim di berikan miniatur sebuah gedung 20 lantai setinggi 1 meter. Di setiap lantai terdapat satu rangkaian lampu hias sebagai tanda sistem pertahanan tim, rangkaian lampu itu terhubung pada server dan setiap tim harus membuat lampu tersebut menyala berwarna merah yang menunjukan bahwa mereka sudah membuat script sistem pertahanan. Panitia hanya memberi waktu 5 menit untuk membuat script sistem pertahanan, Nara yang sudah fokus pada layar laptopnya mulai mengetik script membangun sistem pertahanan miniatur gedung untuk Shield 8. Nara menambahkan 2 enkripsi script di lantai 1 dan 3 script di lantai 2 hingga 22 script di lantai 20, karena posisi Nara saat ini adalah sebagai 90% defender dan 10% sebagai attacker. sedangkan kakak beradik Yilmaz 50% defender dan 50% attacker dan tim inti Shield 8 menjadi attacker semua.
__ADS_1
“ done (selesai) “ ucap Nara sambil menekan enter dan tepat di menit ke-4 detik ke-45 seluruh rangkaian lampu di miniatur gedung milik Shield 8 menjadi merah semua tanpa terkecuali.
Seketika suara riuh penonton terdengar memenuhi hall. Ketiga pemain inti Shield 8 harrier, 3ricLung dan hoifanrd menggerak-gerakan kedua tangan untuk melemaskan jari-jemari mereka, sementara Nara melemaskan leher dan mengepalkan telapak tangannya beberapa kali. Sesuatu intruksi seorang panitia kompetisi 150 tim serempak saling serang dan saling mempertahankan rangkaian lampu hias mereka di miniatur gedung mereka. Pada babak ini juri hanya memberikan waktu 3 jam untuk menyerang tim lain sesuka mereka dan mempertahan rangkaian lampu hias mereka agar tetap menyala berwarna merah. Nara masih belum mengetik apa pun hanya mengamati pergerakan script pemain inti Shield 8 juga kakak beradik Yilmaz. Para penonton terlihat tegang karena selama kompetisi berlangsung tak boleh satu pun penonton yang bersuara.
Tanpa Nara dan Ines juga para pengawal sadari ada sosok yang hampir saja melukai Nara selama ini sedang duduk mengamati Nara di antara para penonton.
“ det viser seg at kvinnen er en CTF -spiller, ikke rart jeg ikke fant noe i huset deres .... dere er heldige jeg forstår ikke datamaskiner, men dessverre har jeg ødelagt datamaskinen din (ternyata wanita itu pemain CTF, pantas aku tidak menemukan apa pun di rumah mereka.... kalian beruntung aku tidak mengerti komputer tapi sayang aku sudah menghancurkan komputer kalian).... “ gumam sosok itu dan tersenyum mengerikan.
Kompetisi sudah berlangsung selama 1 jam dan tak ada satu rangkaian pun di miniatur gedung Shield 8 yang padam, hal ini membuat Nara merasa bosan.
“ are you guys still not done (apa kalian masih belum selesai)? “ pertanyaan Nara membuat kakak beradik Yilmaz yang duduk di kanan kiri Nara melihatnya dengan heran.
“ How many buildings miniature have you turned off the light circuit (berapa miniatur yang sudah kalian matikan rangkaian lampunya)? “ sekali lagi pertanyaan Nara membuat kakak beradik Yilmaz heran.
__ADS_1