NEPTUNIA (HubrETS Hackin")

NEPTUNIA (HubrETS Hackin")
BAB 125 LAGI


__ADS_3

Mari kembali menggerakan transduser USG di atas perut Nara, dan sedikit melakukan perubahan tampilan layar USG untuk melihat lebih jelas apa yang sudah transduser tampilkan.


“ there's a little shadow here.... but I'm not sure what this shadow is.... in a moment I'll make sure again (ini ada sedikit bayangan disini.... tapi saya tidak yakin apa bayangan ini.... sebentar saya pastikan lagi) “ ucapan Mari membuat Nara harap-harap cemas.


Mari menggerakan transduser sedikit ke samping kanan dan sedikit menekan perut Nara. Afkar melihat Mari tersenyum tipis.


“ indeed the feelings of a mother can not be lied to ... once again congratulate to you because you are right ... your fetus is twins .... and the age is almost the same as the first 6 weeks 3 days .... because the position of the fetus is right behind the first fetus so it's a little difficult to see.... but I'm really sure that your fetus is not conjoined twins (memang perasaan seorang ibu tidak bisa di bohongi... sekali lagi saya ucapan selamat karena anda benar... janin anda kembar.... dan usianya hampir sama dengan yang pertama tadi 6 minggu 3 hari.... karena posisi janin ini tepat berada di belakang janin yang pertama jadi sedikit sulit melihatnya.... tapi saya pastikan bahwa janin anda bukan kembar siam). “ ucap Mari sambil memperlihatkan detail ukuran janin yang kedua di layar USG pada Afkar dan Nara.


Nara tersenyum senang karena sekali lagi doanya terkabulkan, sementara Afkar terlihat senang juga pucat karena tidak mengira bahwa sekali lagi mendapatkan amanah janin kembar.


“ let the nurse help you clean this gel (biar suster membantu anda membersihkan gel ini) “ ucap Mari sambil memberikan hasil print USG yang menunjukkan janin kembar pada Nara.


“ mas.... “ Afkar mendekati Nara dan memegang tangan kiri Nara.


Nara memberikan print hasil USG, setelah suster membersihkan sisa gel di perut Nara. Afkar membantu Nara bangkit dari ranjang pemeriksaan dan mereka duduk di depan Mari. Mari melihat menggambar dan menulis sesuatu di map rekam medis Nara. Afkar masih menatap Nara dengan tatapan tidak percaya juga sangat bahagia, berkali-kali Afkar mencium punggung tangan kanan Nara.


“ Mr. Afkar, considering to Mrs.'s medical record previously there was a history of the fetus stopped growing.... this time you should pay more attention to Mrs. The mood of a pregnant woman greatly affects the fetus.... the fetus can feel sad when the mother feels sad, even if a pregnant woman feels a little sad, it is likely that the fetus will feel sadder than the mother. Other wise when the mother feels happy so the fetus will feel more happiness than what the mother feeling. (tuan Afkar, mengingat rekam medis nyonya yang sebelumnya ada riwayat janin tidak berkembang.... sebaiknya kali ini anda harus lebih memperhatikan nyonya.... menjaga agar suasana hati nyonya tidak labil dan sebisa mungkin membuat suasana hati nyonya selalu senang... karena suasana hati seorang ibu hamil sangat berpengaruh pada janin.... janin dapat merasakan sedih bila sang ibu merasa sedih, bahkan bila sedikit saja ibu hamil merasa sedih kemungkinan besar janin akan merasakan kesedihan yang lebih sedih dari si ibu. Begitu juga sebaliknya bila ibu hamil merasa senang dan bahagia maka janin akan merasakan kebahagian yang lebih dari rasa bahagia yang ibu hamil rasakan.) “ mendengar penjelasan Mari membuat Afkar ingat tidak akan mengulangi apa yang sudah pernah terjadi sebelumnya pada Nara.


“ how about for food, doctor? Is there anything I need to avoid so that it doesn't happen like the previous pregnancy? (untuk makanan bagaimana dokter? Apa ada yang perlu saya hindari agar tidak terjadi seperti kehamilan yang sebelumnya?) “ pertanyaan Nara membuat Afkar sedikit tercubit.

__ADS_1


Karena di kehamilan sebelumnya sejak menginjakkan kaki di Oslo, Afkar hampir tidak pernah memperhatikan pola makan Nara.


“ eat whatever you think tastes good, try not to eat meat, fish, and vegetables raw or not cooked perfectly. (makan apa saja yang menurut anda berselera, usahakan jangan makan daging, ikan, dan sayuran mentah atau tidak di masak sempurna.) “ ucap Mari sambil menyerahkan selembar resep.


“ thank you doctor (terima kasih dokter) “ ucap Nara sambil menyerahkan resep tersebut pada Afkar.


Afkar berdiri dari kursi dan membantu Nara berdiri, saat Afkar hendak membuka pintu ruang praktek Mari. Afkar sedikit berbalik.


“ ikke fortell bestefar .... Jeg skal fortelle deg denne nyheten selv (tolong jangan beritahu kakek.... aku akan menyampaikan berita ini sendiri pada kakek) “ Mari tersenyum mendengar ucapan Afkar.


“ du er sjefen vår (kamu bos kami) “ ucap Mari sambil memberi isyarat tangan pada Afkar.


“ du er sjefen vår, men jeg er en gynekolog (anda bos kami, tapi saya dokter kandungan nyonya) “ gumam Mari dalam hati.


Zarya tersenyum bahagia melihat Afkar memegang resep juga hasil print USG.


“ så hvor mange uker (jadi berapa minggu)? “ tanya Zarya tidak sabar.


Afkar tidak menjawab pertanyaan Zarya tapi mengeluarkan ponselnya dan mengambil gambar print hasil USG Nara. Zarya bingung tidak mendapat jawaban dari Afkar tapi Nara memperlihatkan dua jari tangan kanannya pada Zarya.

__ADS_1


“ to uker (dua minggu) “ tebak Zarya.


“ nei .... fostrene våre er tvillinger og de er allerede 6 uker gamle (tidak.... janin kami kembar dan sudah 6 minggu lebih usianya) “ ucap Afkar yang membuat Zarya menatap tajam pada Afkar.


“ hva? Vil du se dette? (apa? Kamu mau lihat ini?) “ ucap Afkar dengan tangan kirinya memegang ponsel dan tangan kanannya menunjukkan print hasil USG.


Seketika Zarya terkejut hingga membuka mulutnya dan segera menutupnya dengan kedua tangan.


“ tvilling (kembar) “ suara sedikit keras Zarya membuat Lief dan para staf management rumah sakit melihat Zarya dengan heran.


Nara melingkarkan kedua tangannya di tubuh Afkar, karena Zarya terlalu gembira membuat para perawat suster dan dokter yang lewat melihatnya heran.


“ kom hit legenes resept Mari..... Jeg henter den til min to nevø...... Jeg håper nevøen kommer tilbake som moren hans...... vakker, snill, ikke arrogant og ikke kald som hennes far (kemarikan resep Mari..... aku akan mengambilnya untuk dua calon keponakanku.... semoga saja calon keponakan seperti mamanya.... cantik, baik hati, tidak sombong dan tidak dingin seperti papanya) “ ucap Zarya sambil merebut selembar resep dari tangan Afkar dan membuat Afkar menatap dingin pada Zarya.


“ Aamiin “ ucap Nara meski pun tidak mengerti ucapan Zarya tapi cukup membuat Afkar melihatnya dengan heran.


“ sayang mengerti apa yang Zarya ucapkan tadi? “ tanya Afkar heran.


“ tidak.... tapi pasti kata-kata yang baik buat janin kembar kita “ ucap Nara sambil tersenyum lebar terlihat dari sudut matanya yang menyipit.

__ADS_1


Afkar tersenyum mendengar ucapan Nara dan mencium puncak kepala Nara.


__ADS_2