NEPTUNIA (HubrETS Hackin")

NEPTUNIA (HubrETS Hackin")
BAB 78 SELF DEFENSE


__ADS_3

“ ayo dik...... jangan malas begini.... kamu harus belajar ini.... minimal kamu bisa membuat pertahanan lawan kamu melemah “ ucap Fajrin yang sudah berlutut di depan Nara yang duduk di sofa.


“ tidak mau.... nanti darah nifas Nara banyak seperti kemarin...... nyeri kak uterus Nara “ ucap Nara cemberut.


Fajrin bingung bagaimana lagi merayu Nara agar mau berlatih sekali lagi gerakan bela diri untuk berjaga-jaga bila ada seseorang yang menyerang Nara. Dua hari kemarin Fajrin mengajari lima gerakan bela diri pada Nara dan membuat Afkar tertawa karena tubuh kecil Nara terlihat tidak sebanding dengan Fajrin jadi terlihat seperti anak kecil yang sedang berusaha melepaskan diri dari pelukkan orang dewasa. Hal ini inilah yang membuat Nara malu juga kesal.


Karena Kalle masih belum bisa di hubungi maka tadi malam Afkar memutuskan berangkat dengan Holger juga Fredrik terbang ke London untuk membahas kasus ini dengan tim pengacara juga tim IFA, akhirnya Nara memilih tidur di kamar tamu dengan Fajrin. Sebenarnya Fajrin keberatan Nara tidur di kamarnya tapi karena Nara terus memaksa akhirnya Fajrin mengalah dengan tidur di sofa dan Nara di ranjang.


“ sehari ini saja... adik berlatih dengan Ines atau salah satu pengawal Afkar.... kalau adik berhasil melumpuhkan mereka.... besok kakak akan minta Barra kesini...... kakak paham adik mulai bosan di dalam rumah terus..... bagaimana kalau besok kita pergi ke beberapa toko buku atau sekedar bersantai di taman..... “ rayu Fajrin dengan menunjukan beberapa toko buku terbesar di Oslo.


Fajrin ingat betul kalau Nara suka sekali ke toko buku meski pun hanya untuk melihat-lihat saja. Nara mulai galau dengan rayuan Fajrin, karena Fajrin berkali-kali menunjukkan foto-foto toko buku akhirnya Nara bersedia menuruti permintaan Fajrin.


“ baiklah..... “ ucap Nara lemas.


“ sekarang pakai niqab dulu kalau perlu pakai coat biar nanti hijab bagian belakang tidak terangkat “ ucap Fajrin yang sudah berdiri hendak melangkah mencari Ines dan satu orang pengawal untuk lawan Nara.


Nara masuk ke kamar mulai mengenakan legging semata kaki, t-shirt lengan pendek, sarung tangan hingga siku, abaya, hijab, niqab, kaos kaki dan terakhir coat milik Afkar.


“ jadi berasa mau jalan-jalan ke luar “ gumam Nara sambil merapikan coat.


Fajrin sudah membawa masuk Ines dan seorang pengawal yang berbadan lumayan besar, Nara melihat pengawal itu sedikit takut.

__ADS_1


“ come on....just go to the back room (ayo.... langsung ke ruang belakang saja) “ ajak Fajrin membuat Nara tertunduk tidak bisa membalas ucapan Fajrin.


Mereka langsung masuk ke sebuah ruangan yang sebenarnya adalah ruang gym tapi karena ada campur tangan Fajrin, akhirnya ruang ini menjadi arena latihan bela diri untuk Nara.


“ dik, coba kamu lawan Ines dulu “ ucap Fajrin yang sudah berjalan mendekati Ines dan sepertinya mengatakan sesuatu pada Ines.


“ madam forgive me (nyonya maafkan saya) “ ucap Ines sebelum mulai.


Ines mencoba menyerang Nara dari depan dan karena Nara bingung apa yang akan dia lakukan, yang bisa Nara lakukan adalah berlari ke belakang Fajrin. Dan tentu saja membuat Fajrin gemas dengan tingkah Nara.


“ adik...... kenapa lari?...... kalau Ines bawa senjata..... sudah habis kamu “ ucap Fajrin gemas dengan tingkah Nara.


Pengawal yang berdiri tidak jauh dari Fajrin yang semula memasang wajah datar menjadi seperti menahan senyum melihat tingkah istri tuannya.


“ Ines... try to directly attack Nara from behind like a bear hugh (Ines... coba langsung serang Nara dari belakang kamu peluk seperti beruang) “ ucap Fajrin frustasi mengajari Nara sedikit teknik bela diri.


“ sorry madam (maaf nyonya) “ ucap Ines dan sudah melingkarkan kedua lengannya ke perut Nara.


“ ayo Ra.... mau sampai kapan diam begitu.... “ ucap Fajrin gemas.


“ Ines.... sorry if I make you gets hurt later.... I'll tell my husband to add your allowace (Ines.... maaf ya kalau nanti ada yang sakit.... nanti aku bilang sama mas Afkar buat menambah bonus kamu) “ ucap Nara yang mulai menggerakkan tubuhnya sedikit membungkuk.

__ADS_1


Nara membungkukkan badan ke depan hingga pinggang dan menggeser berat badan ke depan sehingga membuat Ines sedikit kesulitan mempertahankan kedua lengannya yang melingkar pada Nara. Hal ini memberi Nara posisi yang lebih baik untuk menyerang Ines dengan siku dari sisi bawah wajah Ines. Nara sedikit membalikkan tubuh bagian atas ke kanan dan ke kiri dan memberi perlawanan pada Ines dengan siku kanan kirinya secara bergantian seiring dengan Nara membalikkan tubuh bagian atas. Perlawanan Nara membuatnya memiliki celah dari kedua tangan Ines yang melingkar sehingga Nara dapat sepenuhnya membalikkan badan untuk melakukan gerakan yang lain untuk melukai wajah atau menyerang pangkal paha. Ines merasakan sedikit sakit di wajah dan pangkal paha, Nara segera menghentikan gerakan tangannya.


“ Ines...... I'm sorry..... it's really hurt (Ines.... maaf..... sakit ya....) “ ucap Nara sambil melihat Ines yang meringis memegangi wajah dan pangkal pahanya yang sakit.


Ines menggelengkan kepalanya untuk menyembunyikan rasa sakit itu. Nara memalingkan badannya melihat Fajrin yang tersenyum senang tapi semakin membuat Nara jengkel.


“ kakak tanggung jawab kalau ada apa-apa sama Ines..... menyebalkan “ gerutu Nara yang sudah berjalan melangkah mendekati Fajrin yang masih tersenyum senang karena ternyata Nara mengerti juga apa yang sudah dia ajarkan dua hari kemarin.


Dengan isyarat tangan Fajrin meminta seorang pengawal untuk menguji Nara. Saat Nara menyadari kalau pengawal itu melangkah mendekatinya secara naluri, Nara segera berlari menjauh keluar dari matras tempatnya berlatih. Pengawal tersebut berhenti saat melihat Nara berlari menjauh dan tentunya membuat Fajrin gemas.


“ adik..... sini “ teriakan Fajrin membuat Nara mendekati Fajrin dengan berjalan sambil menunduk.


“ maaf.... itu refleks dasar Nara kalau ada laki-laki yang mau mendekati Nara.... pasti Nara menghindar “ ucap Nara tertunduk


Fajrin menarik nafas panjang memahami naluri Nara untuk segera menghindar. Dengan isyarat tangan Fajrin, pengawal tadi segera menyerang Nara dengan tiba-tiba mengunci leher Nara dengan lengan kanannya membuat Nara sedikit batuk-batuk. Tentu saja Nara terkejut dan secara naluri mencoba berusaha melawan agar tidak tersedak dengan memutar wajah menghadap perut bagian samping berusaha meloloskan kepalanya. Tapi karena lengan pengawal itu kuat sekali mengunci leher Nara, membuat Nara kesulitan meloloskan kepalanya meskipun berhasil memutar kepalanya. Akhirnya Nara memberanikan diri menggunakan tangannya untuk menyerang pangkal paha dengan tamparan tangan terbuka sehingga pengawal tadi kesakitan dan melonggarkan lengannya membuat Nara berhasil meloloskan kepalanya dan menendang pantat pengawal itu.


“ unnskyld..... unnskyld (maaf..... maaf) “ ucap Nara berkali-kali karena melihat pengawal itu tersungkur sampil memegang assetnya yang sakit karena tamparan tangan terbuka Nara.


Kata pertama bahasa Norsk yang Nara ingat meski pun pengucapannya masih terdengar jelas dialeg jawa.


Fajrin manahan tawa juga tersenyum senang karena Nara berhasil mengingat apa yang sudah dia ajarkan, Fajrin sedikit lega dan tenang Nara bisa bertahan dan mengingat titik kelemahan lawan.

__ADS_1


__ADS_2