NEPTUNIA (HubrETS Hackin")

NEPTUNIA (HubrETS Hackin")
BAB 45 KEMBALI KE OSLO


__ADS_3

“ GUN..... we’re accept your offer..... but how about Nanwei and msserano? Did they know your plan? (kami terima tawaran itu.... tapi bagaimana dengan Nanwei dan msserano? Apa mereka sudah tahu rencana kamu ini?) ” tanya Marius dengan serius.


“ this morning I already send some message to Nanwei, he try to find a manager four you guys (tadi pagi aku sudah mengirim pesan pada Nanwei, dia akan mencarikan manager untuk kalian) " ucap Afkar sambil mengetik sesuatu di ponselnya.


“ how about msserano? Did he accept all this plan? (bagaimana dengan msserano? Apa dia akan bisa menerima semua rencana ini?) ” tanya Marius yang heran kenapa bisa semudah ini.


“ a week ago he goes to Jakarta.... he want to stay in Jakarta with his wife (dia ke Jakarta satu minggu yang lalu... dia ingin menetap di Jakarta bersama istrinya) " ucap Afkar santai.


“ seriously..... so in Jakarta will be have another team? (serius.... jadi di Jakarta akan ada satu tim lagi?) ” tanya Marius yang semangat karena tidak perlu melakukan pembicaraan dengan msserano.


“ no..... Barra will come to Oslo in three days (tidak.... Barra kembali ke Oslo tiga hari lagi) " ucap Afkar yang sudah melangkah untuk menghampiri Nara yang membawa sepanjang anggur putih.


Marius melompat kegirangan mendengarkan semua jawaban Afkar membuat Morten dari kejauhan memberi isyarat tangan bertanya ada apa. Marius membalas isyarat tangan Morten dengan mengajaknya masuk ke rumah seketika suara teriakan bahagia terdengar dari dalam rumah membuat Nara terkejut dan hampir saja menjatuhkan sekeranjang anggur yang ada di tangannya. Afkar menggelengkan kepala heran melihat istrinya yang membawa sekeranjang anggur juga heran mendengar suara teriakan bahagia dari kakak beradik Yilmaz.


Selepas Ashar Zehed sudah menunggu di depan rumah kediaman keluarga Yilmaz, dengan wajah berseri-seri Zehed menyambut Afkar juga yang lain. Zehed mengambil koper mereka dan memasukkan ke dalam bagasi, Afkar dan Nara berpamitan pada keluarga besar Yilmaz begitu juga dengan kakak beradik Yilmaz mereka memeluk satu persatu keluarganya.


Karena jarak bandara internasional Sabiha Gohcen jauh dari kediaman keluarga besar Yilmaz maka Sundth Air mendarat di bandar udara İzmir Adnan Menderes yang berjarak satu jam lima belas menit dari kediaman keluarga besar Yilmaz.


“ Zehed.... dün gece nerede kaldın (kamu menginap dimana)? ” tanya Afkar karena sedari mereka sampai di kediaman keluarga Yilmaz tidak sekali pun melihat Zehed.


“ müstakbel kayınpederinin evinde kalıyor olmalı (dia pasti menginap di rumah calon mertuanya) ” jawab Marius membuat Zehed tersipu malu.

__ADS_1


“ gelecekteki kayınvalideler? Peki ya Deniz'in doktoru? (calon mertua? Lantas bagaimana dengan dokter Deniz?) “ tanya Afkar heran.


“ onlar doktor Deniz'in anne babası... Zehed bağlanmaya cesaret edemedi ama yine de başka kadınlarla yürümeyi seviyor, bu da Deniz'in doktorunun Zehed'le birlikte olmak istememesine neden oluyor. (mereka orang tua dokter Deniz.... Zehed belum berani berkomitmen masih suka jalan dengan wanita lain, itu yang membuat dokter Deniz belum mau dengan Zehed) " Zehed merasa malu mendengar ucapan Morten.


“ Zehed.... tavsiyeme kulak ver.... Deniz'i gerçekten seviyorsan, duygularını göster, tavrınla onu daha fazla karıştırma.....hala böyleysen eminim yakında Deniz başka bir adamla evlenecek (Zehed.... dengar saranku.... kalau kamu memang suka dokter Deniz tunjukkan rasa itu jangan membuatnya semakin bingung dengan sikapmu..... kalau kamu masih seperti ini aku yakin tidak lama lagi dokter Deniz akan menikah dengan pria lain) " jelas Afkar sambil membelai punggung tangan kiri Nara.


“ GUN'un ne dediğini dinle.... bir kayınbiraderi elde etmeyi kanıtladı ve başardı, kesinlikle GUN idealist kadınların nasıl üstesinden gelineceğini daha iyi anlıyor (dengar apa kata GUN.... dia sudah membuktikan dan berhasil mendapatkan kakak ipar pasti GUN lebih paham bagaimana mengatasi wanita idealis). ” Ucap Morten sambil nempuk bahu kanan Zehed.


“ Deneyeceğim...... tavsiye için teşekkürler (saya akan berusaha tuan...... terima kasih sarannya) " ucap Zehed sambil menarik nafas panjang yang merasa lelah menghadapi Deniz yang masih tidak percaya dengannya.


Tepat pukul empat lebih dua puluh menit mereka sampai di bandara Izmir Adnan Menderes. Mereka berempat langsung di sambut oleh seorang petugas bandara dan seorang kru Sundth Air. Bandara Izmir Adnan Mendera tidak sebesar dan trafik penerbangan tidak sepadat bandara Sabiha Gökçen jadi tidak perlu menunggu terlalu lama untuk mendapatkan izin terbang dari pihak AirNav Bandara.


“ GUN.... hvorfor endret flyet seg (kenapa pesawatnya ganti)? ” bisik Marius.


“ oooo..... må være på grunn av svoger (pasti karena kakak ipar) " bisik Marius sekali lagi.


Di depan pintu masuk pesawat Afkar di sambut oleh seorang pilot dan seorang dokter yang sudah sangat Afkar kenal.


“ Hvordan har du det (bagaimana kabarmu)? " salam Syver seorang dokter pribadi keluarga Sadhat.


“ ok .... lege, beklager bestefar etter å ha plaget legen (baik.... dokter, maaf kakek sesudah merepotkan dokter) " ucap Afkar sambil membalas pelukkan hangat Syver.

__ADS_1


Mereka masuk ke dalam privat jet yang kali ini interior pesawat sangat berbeda dengan pesawat yang sebelumnya membawa mereka berempat ke Istanbul. Saat Nara masuk segera di sambut oleh seorang perawat wanita bernama Inga, dan meminta Nara untuk masuk ke sebuah kabin. Afkar berjalan di belakang Nara karena Nara tidak mau lepas dari tangannya, Syver memperhatikan mereka dengan senyum bangga karena Afkar sebentar lagi akan memiliki bayi kembar.


“ please lie down here madam, I will do a little check on you (silahkan nyonya berbaring di sini, saya akan melakukan sedikit pemeriksaan pada anda). " ucap Inga sambil mengeluarkan tensimeter dari dalam tas.


Afkar membantu Nara berbaring di sebuah ranjang dan membantu membuka sedikit kancing lengan abaya juga sarung tangan Nara untuk memudahkan Inga melakukan pengukuran tekanan darah Nara.


“ mereka dokter dan perawat keluarga Sadhat.... tadi itu dokter Syver dan ini suster Inga.... kalau sayang bingung kenapa ada mereka.... sayang bisa tanyakan nanti kalau bertemu kakek. " Ucap Afkar sambil mempersilahkan Inga untuk melakukan pekerjaannya.


“ madam's blood pressure is normal, sorry excuse me can I measure the fetal heart rate ( tekanan darah nyonya normal, maaf permisi apakah saya bisa mengukir detak jantung janin)? ” tanya Inga sambil melepas tensimeter digital yang melingkar di pergelangan tangan kiri Nara.


“ mas.... ” panggil Nara pelan dan membuat Afkar segera menutup pintu yang menghubungkan antara kamar tidur dan ruang santai.


Afkar membantu Nara menarik abaya sedikit ke atas untuk memudahkan Inga melakukan pemeriksaan detak jantung dan ukuran kedua janin kembar Afkar, selama beberapa menit kedepan Inga melakukan pengecekan itu sebelum pesawat take off. Sementara kakak beradik Yilmaz menemani Syver di ruang santai.


“ Bestefar er for sjenerøs svoger (kakek terlalu mengistimewakan kakak ipar) " ucap Morten membuat Syver tersenyum.


“ Bestefaren din vil ikke at noe skal skje med sine to oldebarn. Senere når du er gift og din kone er gravid, vil bestefaren din sikkert gjøre det samme med deg (kakek kalian tidak mau terjadi apa-apa pada kedua calon cicitnya. Nanti kalau kalian sudah menikah dan istri kalian hamil pasti kakek kalian akan melakukan hal yang sama pada kalian) " ucap Syver santai.


“ Første bror Azkar var ikke slik (dulu bang Azkar tidak seperti ini) " ucap Morten sambil membetulkan sabuk pengaman.


“ Bestefaren din gjorde ikke dette mot Azkar fordi kona hans under graviditeten aldri reiste langt (kakek kalian tidak melakukan ini pada Azkar karena istrinya selama hamil tidak pernah bepergian jauh). ” Ucap Syver tersenyum melihat kecemburuan di wajah Morten.

__ADS_1


Morten tersenyum malu dan sukses mendapatkan jentikkan kecil di dahinya oleh Marius.


Beberapa menit kemudian Nara dan Afkar keluar dari kamar dan duduk di kursi, begitu juga dengan Inga karena lima menit lagi Sundth air akan mulai bergerak ke landasan pacu untuk take off menuju bandara Gardermoen Oslo.


__ADS_2