
Mulai hari ini Sandra resmi pindah ke kediaman Alvaro, sementara Layla memilih tinggal di apartemen yang awalnya mereka sewa.
Layla tak enak jika harus mengikuti Sandra, terlebih posisi Sandra di keluarga barunya belum stabil.
Walau Sandra awalnya menolak, ia tak ingin pisah dari Layla, namun begitu Layla memberikan pengertian dan menyakinkan Sandra, Akhirnya ia setuju juga.
Sementara Catty juga sudah kembali tinggal di apartemennya.
Ia Lebih nyaman di rumahnya sendiri daripada di kediaman Alvaro, sebab ia muak melihat wajah Lely yang penuh tipu muslihat dan Ayaka yang selalu memandangnya dengan tatapan merendahkan.
Catty berharap Sandra bisa menghadapi kedua ibu dan anak itu
Pagi hari di kediaman Alvaro nampak tegang.
Ayaka dan Lely diam seribu bahasa, mereka hanya melihat keluarga baru mereka dan Alvaro yang nampak akrab berbincang-bincang.
Ayaka terlihat cemberut sambil mengaduk-aduk sarapan paginya, ia tak selera apalagi harus satu meja dengan Sandra
Ayaka cemburu seluruh kasih sayang yang biasanya di curahkan padanya kini harus di bagi pada Sandra.
Bahkan papanya terlihat lebih menyayangi Sandra ketimbang dirinya.
Ayaka membenci Sandra lebih dari apapun
kebenciannya makin dalam dan dalam.
Tak berbeda dengan Mamanya, Lely terlihat menatap tajam Sandra, ia membenci anak tirinya itu.
Sama hal nya dengan putrinya Ayaka, Lely tak memiliki selera makan.
"Aku kenyang" ucap Ayaka bangkit
"Aku juga" ucap Lely bangkit mengikuti anaknya
"Kalian tak punya tata Krama" ucap Alvaro terlihat tak suka. namun Ayaka dan Lely tak perduli.
Ayaka dan Lely meninggalkan meja makan dengan tatapan benci
"Maafkan mama tiri dan adiknya ya.
papa harap kamu bisa lebih bersabar pada mereka.
Pasti sulit menerima tu semua bagi mereka yang biasa di manja, namun kini ..."
"Papa tenang saj, Sandra mengerti kok
__ADS_1
wajar bagi mereka sulit menerima aku.
Tapi Sandra yakin suatu saat mereka akan menerima aku" ucap sandra tersenyum lebar berusaha menegakkan papanya, Sandra tahu alvaro memiliki kesulitannya sendiri dan ia tak mau membebani Alvaro.
Kenyataanya apa yang Sandra ucapakan hanya sebuah penghiburan untuk papanya maupun dirinya karena sebenarnya Sandra juga tak yakin ibu tirinya maupun adik tirinya bisa menerima dirinya.
Sandra bisa melihat sorot mata mereka, sorot mata penuh kebencian yang dalam seolah akan membunuh Sandra dengan tatapannya.
"Sandra setelah makan ikut papa.
Papa akan mengajakmu berbelanja.
papa lihat pakaiannya hanya sedikit"
"Pa...
Aku tak perlu itu, semua pakaiannya masih muat.
jadi tak perlu beli pakaian baru"
"Sayang, kau tak perlu berhemat
Papa memiliki uang yang banyak dan itu tak akan habis sekalipun kau membeli pakaian satu mall.
Jadi ikut papa dan papa tak mau kau kau menolaknya ok????"
""Sandraaa...."
"Baik pa" ucap Sandra karena ia tak akan bisa merubah keputusan papanya.
Alvaro tersenyum mengelus puncak kepala putri nya .
"berapa usia kandunganmu sekarang?????
apa kita perlu membeli pakaian bayi juga???" tanya Alvaro antusias
Bagaimana tidak ia sebentar lagi akan menjadi seorang kakek. Alvaro tak akan pernah menyangka ia akan menjadi kakek secepat itu walau jika mengingat siapa ayah dari anak yang di kandung Sandra darahnya mendidih karena marah
"Papa, ini baru tiga bulan.
Masih lama pa, bagaimana jika saat kandunganku sudah tujuh bulan baru kita berbelanja.
semua papa yang pilihkan"
"Begitu juga baik," ucap Alvaro sumringah
__ADS_1
"Sayang, apa kau tak ingin memberitahu papa siapa ayah anakmu????"
"Anakku tak punya ayah pa.
mantan suamiku hanya pengacara biasa, dia warna negara asing.
Aku tak bisa menyalahkannya , karena kami menikah bukan Karen cinta, dia menantu ku keluar dari kediaman Haris.
dan kami bercerai karena dia salah paham"ucap Sandra tersenyum getir.
setelah ia merenungkan dan mengaitkan semuanya, Sandra menyadari jika keputusan Aidan karena salah paham,
"Tetap aja seharusnya dia...
"Aku tak ingin membahas pria itu pa.
anak ini adalah anakku, tak ada sangkut pautnya dengan pria itu" ucap Sandra mengelus perutnya yang masih rata.
"Jika pria itu memintamu kembali, apa kau ingin bersamanya????
Papa hanya sedikit tak rela jika kau bersamanya"
"Aku..." Sandra bingung harus berkata apa.
"Apa ku mencintainya???" tanya Alvaro melihat mata putrinya berkaca-kaca.
Tangan Alvaro mengepal kencang.
Aidan....
kau harus membayarnya!!!!!!
"Sudah jangan katakan.
papa tahu perasaanmu tanpa kau mengatakannya.
papa akan mendukungmu apapun keputusanmu.
jika kau akan kembali pada pria itu walau papa tak suka papa akan berusaha ikhlas"
"Papa....." Sandra memeluk Alvaro.
begini rasanya di cintai seorang papa.
"Putriku, ada papa sekarang.
__ADS_1
kau tak harus memangku bebanmu sendiri
bersandar pada papamu ini nak" ucap Alvaro sementara Sandra hanya terisak sambil mengangguk dalam pelukan Alvaro