
Raihan masih tertawa, namun tertawa Raihan penuh ejekan, dan membuat tengkuk merinding. Tatapan Raihan tajam dan penuh kebencian, ia kecewa, sangat kecewa mengetahui Aidan lagi-lagi menyakiti Sandra.
Bahkan ia melupakan tujuan awalnya datang ke negara ini.
Rasanya ia ingin sekali membawa Sandra pergi jauh dan menjadikan miliknya selamanya, namun...
Reihan tidak bisa melakukan itu, ia sedang berusaha membangun hidupnya yang baru dengan Vena, dokter cantik yang merupakan sahabatnya juga
Raihan tak mau melukai hatinya, terlebih Vena sangat baik dan mencintainya sejak dulu.
Lagi pula Sandra pernah mengatakan hanya menganggap dirinya kakak, Itu menyadarkan Rey bahwa Sandra tak mungkin jadi miliknya.
Sementara di tengah perseteruan dua sahabat itu, Kendrick dan Aaron saling tukar pandang, mereka memberi kode untuk saling siaga jika keduanya adu jotos.
Aaron mengangguk tanda mengerti, ia juga sudah merasakan atmosfir panas yang menyelimuti kedua sahabatnya itu.
Sebab Reihan terlihat murka sekali setelah mengetahui jika Sandra di gugat cerai juga sehingga kemarahan Raihan berkali-kali lipat.
Walau kedatanganya ke negara ini awalnya untuk menjenguk Sandra dan menyampaikan berita bahwa Sarah kabur dari penjara, namun mendapati kenyataan ini Reihan menyesal tak datang lebih awal.
"Kau....
Kau tak pantas bersama Sandra.
Dia Dewi dan kau Dajjal" umpat Reihan.
Raihan memaki memakai bahasa Indonesia membuat Aaron bingung, ia tak mengerti namun ia memperhatikan wajah Aidna dan Reihan bergantian mencoba membaca dari ekspresi keduanya.
Ia menyesal membantu Aidan tinggal di Indonesia. Sangat menyesal.
__ADS_1
Kalau aja waktu itu ia tak membantu Aidan untuk tinggal dan bekerja mungkin ia tak akan bertemu Sandra
"Apa menurutmu kau yang lebih cocok???" nyatanya Sandra memilihku" cibir Aidan dengan senyum meremehkan
"Setidaknya aku lebih baik dari kau, " ucap Reihan tersinggung. Perkataan Aidna langsung menyentil nya
"Guys sudahlah, kalian sahabat karib, selesaikan dengan Kepala dingin" ucap Aaron mencoba melerai
"Dengan pria ini, terima kasih.
pria ini adalah manusia terbodoh yang pernah gue kenal.
Membuat kesalahan yang sama sampai dua kali???, entah apa dia menyadarinya atau tidak.
Manusia melakukan kesalahan satu kali itu namanya khilaf, namun dua kali namanya bodoh"
"Kau.... Apa hak mu mengatakan aku bodoh????"
Apa kalian berdua tak malu di lihat banyak orang?????
Jika kalian lelaki selesaikan di sasana karate ku" ucap Kendrick berjalan keluar, ia tak suka melihat kedua sahabatnya saling menyakiti dengan kata-kata.
Itu lukanya lebih dalam ketimbang adu jotos.
"Ken......
Kendrick loe mau kemana????" teriak Aaron bingung
"Kalau loe berani , ayo..."
__ADS_1
"Kendrick, loe enggak gila kan??? Rei bisa babak belur di hajar sama singa muram itu"ucap Aaron kasihan pada Reihan
"Belum tentu, gue yakin Rei bisa menghajar Aidan, lagi pula gue juga mau hajar tuh orang"
"Loh loe kok jadi ikutan mereka sih Ken???
Kita teman ,ingat kita sudah sahabat sejak kecil"
"Kalau perlu gue mau hajar loe jug, biar otak loe enggak miring terus"
"Sial, gue masih normal bro"
"Kalau loe.normal,. bisa menilai dengan baik siapa Nina. Aaron Adams, Nina bukan wanita baik-baik lupakan dia, loe pria yang baik an penyayang, gue yakin loe bisa mendapatkan pasangan yang benar-benar mencintai loe"
Aaron hanya menghela nafas, ia tak menyahuti perkataan Kendrick.
Kendrick langsung masuk kedalam mobilnya lalu menuju sasana karate milik keluarga white.
Aaron dengan bingung masuk ke dalam mobilnya setelah membayar bill makanan dan minuman mereka,
Tanpa di duga Rei masuk ke dalam mobilnya, walau bingung Aaron langsung melajukan kendaraanya mengikuti Kendrick.
Samuel yang berada di dalam mobil terlihat bingung, ia melihat satu persatu pergi, padahal menurut Aidan Reihan dan kedua sahabatnya yang menunggu nya did alam cafe, lalu mengapa mereka.pergi??
Belum selesai kebingungan Samuel, ia melihat wajah muram Aidan, Pria itu langsung masuk.
"kita ke sanaa karate keluarga white"
"Mau apa???"
__ADS_1
"Mau buat dendeng" ucap Adian sambil membunyikan tangannya..