Perjanjian Pernikahan

Perjanjian Pernikahan
Key Bersikap Aneh


__ADS_3

Sudah beberapa hari setelah pertengkaran kecil Lira dan Shean, dia tinggal dirumah dady nya dengan alasan ingin menginap sesekali. Shean juga tidak sekali pun datang untuk sekedar mengunjungi Lira, mungkin dia memang memberi waktu untuk Lira menenangkan diri.


Lira selalu berada didalam kamarnya merenungkan masalah apa yang dia alami, sedangkan Shean sibuk dengan pekerjaanya. Tuan Broto berpikir bahwa Lira sedang ada masalah dengan Shean dan tidak mau ikut campur terlalu jauh tentang rumah tangga putrinya. Dan membiarkan Lira menyelesaikan sendiri masalahnya.


Dion? entahlah, dia bersikap seperti biasa dan tidak menanyakan apa yang terjadi dengan Lira. Dia malah sering menghibur Lira atau membelikan barang barang mewah untuk menyenangkan adiknya itu. Namun ada sesuatu hal yang dia sedang coba untuk pastikan, dan entah apa itu hanya Dion yang tau.


Sekitar jam tujuh pagi ketika Lira sudah selesai dengan rutinitas paginya, seseorang mengiriminya pesan dan isi pesan itu mengajak Lira untuk bertemu disebuah kafe.


Dan disinilah Lira, menunggu orang itu dengan ditemani secangkir kopi susu kesukaannya. Sudah sepuluh menit Lira duduk disana namun orang itu belum juga menampakan batang hidungnya.


Karena mulai bosan dan kopi yang dia pesan sudah hampir habis, Lira berniat untuk beranjak dari kafe tersebut, namun dia melihat seseorang yang dia kenal datang menghampirinya.


"lama menunggu nyonya Shean" kata orang tersebut yang ternyata adalah mantan pacar Shean, Selena.


Lira yang tadinya sudah berdiri terpaksa duduk kembali "jangan basa basi, katakan! kenapa kamu mau bertemu saya?" kata Lira sedikit sinis namun masih tetap tenang.


"wah kau tidak sabaran juga ternyata" Selena tersenyum miring.


"saya sudah menunggu sepuluh menit lebih, asal kamu tau" jawab Lira.


"baiklah" Selena menatap Lira serius "tinggalkan Shean!" titahnya.


Lira masih tetap pada posisinya, tenang dan tidak tersulut emosi "dari awal saya tidak pernah merebutnya darimu" kata Lira namun kemudian tersengum miring "tapi bukankah kamu yang meninggalkan Shean demi pengusaha kaya itu" lanjutnya.


"apa yang kau tau?!" kata Selena mulai tersulut emosi.


"bukankah benar?" Lira memasang wajah polos yang menyebalkan bagi orang didepannya.


Selena berdiri dan wajahnya sudah mulai memerah karena menahan emosi, namun sedetik kemudian dia merubah ekspresinya.


"Tapi Shean mencintaiku dan dia TIDAK MENCINTAIMU" kata kata Selena penuh dengan penekanan.


Lira masih tetap tenang kemudian berdiri "saya tau" kata Lira "tapi apakah Shean tidak menceritakan sebuah perjanjian padamu?" tanya Lira.


Selena mengangkat sebelah halisnya "perjanjian?" tanyanya.


"benar, perjanjian-"


"LIRA" seseorang berteriak dari jarak beberapa langkah dari mereka, dia berjalan dan berhenti tepat disamping Lira.


"Kak Key?" kata Lira


"ah ya" Key yang ternyata orang yang baru datang itu terlihat gugup.


" hai Key" sapa Selena, namun Key mengabaikannya.


"ada apa kakak kesini?" tanya Lira bingung.


"eh.. benigi.. tadi kakak lihat kamu dari luar, kakak berencana untuk..." Key garuk garuk kepala tanda tak gatal, dia bingung harus berkata apa.

__ADS_1


"untuk?"


"untuk ngajak kamu beli sesuatu buat Jeni. yah, untuk itu" kata Key.


"emang kakak mau beli apa?" tanya Lira.


"aku juga tidak tau makanya minta antar kamu untuk milih barang yang disukai perempuan" jawab Key.


"oh. tapi-" belum juga Lira selesai bicara tangannya sudah ditarik duluan oleh Key.


Selena yang dari tadi tidak dipedulikan, mendenguas kesal karena dia belum selesai berbicara dengan Lira. Lira sudah dibawa pergi oleh Key.


☆☆☆


"Kak Key mau beli apa sebenarnya?" tanya Lira tidak sabar, karena Key sejak sampai di Mall malah diam saja dan tidak pokus dengan pembicaraan Lira.


Setelah Key menyeret Lira keluar dari kafe, dia membawa Lira ke sebuah Mall yang berada tidak jauh dari kafe tadi.


"kak Key?" Lira melambaikan tangannya didepan wajah Key.


"yah?"


"kakak jadi atau tidak beli hadiah untuk kak Jeni?" tanya Lira mulai jengah, bagaimana tidak? Sudah tiga puluh menit mereka berada disana, tapi hanya berkeliling dan tidak membuahkan hasil.


"jadi"


"kalau begitu ayo pilih. mau tas ini" Lira menunjukan tas ditangan kanannya "atau yang ini" menunjukan tas ditangan kirinya.


"gitu dong dari tadi" Lira membawa tas yang dipilih Key kekasir untuk dibayar Key tentunya.


"berapa?" tanya Key.


"tiga ratus" jawab Lira.


Key menyerahkan sebuah kartu berwarna hitam, dan langsung diambil oleh Lira kemudian diberikan kepetugas kasir.


Setelah selesai mendapatkan hadiah untuk Jeni, Lira dan Key keluar dari Mall menuju tempat parkir untuk mengambil mobil Key. Karena mobil Lira ada diparkiran Kafe tempat dia bertemu dengan Selena, dan mungkin mobilnya sudah diambil oleh supir.


"kak?" tanya Lira setelah berada didalam mobil.


"yah?"


"kakak kenapa sih? dari tadi kok aneh banget" tanya Lira penasaran.


"..."


"kalau kakak ada masalah cerita saja ke Lira. siapa tau Lira punya solusinya"


Selain Lira dekat dengan Min, dia juga dekat dengan saudara saudara Shean yang lainnya, termasuk Key.

__ADS_1


"tidak ada" jawab Key.


"benarkah?" Lira tidak percaya.


"ya" kata Key, dan menatap lurus kedepan, melajukan mobil dengan kecepatan rata rata.


Sebenarnya Lira ingin sekali terus bertanya apa yang membuat Key bersikap aneh, tapi kelihatannya Key tidak ingin membagi masalahnya dengan Lira. Jadi Lira hanya bisa diam dan pandangannya teralih kejalanan diluar jendela.


"Kak Key sudah tau, kenapa dia ceroboh sekali sih" umpat Lira dalam Hati.


"aku akan tetap mendukungmu"


"hah?" sayup sayup Lira mendengar Key mengatakan sesuatu namun tidak jelas terdengar.


"..."


Key tidak bereaksi apa apa ketika Lira menatapnya, dan Lira pun tidak ingin lanjut bertanya.


☆☆☆


Lira dan Key sudah sampai dirumah pratama sekitar jam sebelas siang, dan disana terlihat sepi mungkin penghuninya sedang melakukan kegiatan masing masing.


Kenapa Lira malah pulang kerumah pratama? itu karena Key memaksanya dan Lira pun tidak bisa untuk menolak. Tinggal dia pikirkan saja bagaimana untuk mengahadapi Shean.


"oh ya.. aku baru sadar. kenapa kak Key tidak kerja?" tanya Lira seperti diingatkan.


Sebab dia baru sadar jika hari ini bukanlah hari libur, tapi Key tidak pergi ke kantor.


"lagi tidak ada kerjaan yang penting" jawab Key berbohong, dan menghindari tatapan Lira.


"oh" Lira hanya ber oh ria.


Ketika mereka berdua melewati meja makan, disana ada Dea dan Diqi yang sedang makan siang, tepatnya mengobrol.


"kalian sedang apa?" tanya Lira lalu menghampiri mereka, sedangkan Key langsung berlalu menuju kamarnya.


"eh ra. kenapa baru pulang? aku kangen tau" kata Diqi seperti menyembunyikan sesuatu.


"oh. aku ada urusan dirumah" kata Lira "lalu kalian sedang apa disini?" tanya Lira dengan memicingkan matanya, memahami situasi.


"oh tidak.. kami cuman sedang makan" jawab Diqi sedikit ragu.


"apa benar Dea?" tanya Lira melirik Dea yang tadi hanya diam saja, tidak bicara atau melanjutkan makannya.


"iya" jawabnya singkat, kemudian lanjut makan.


"oh" Lira berusaha percaya dan tidak ingin lanjut bertanya.


Sebenarnya Lira tidak perlu repot repot bertanya, sebab dia sudah tau apa yang dibahas kedua orang didepannya itu. Lira sudah 'mendengarnya' saat pertama kali bertanya, ditambah raut wajah mereka yang terlihat khawatir.

__ADS_1


"setelah ini aku akan mengintrogasi Dea, dia harus tau bahwa 'itu' salah" batin Lira.


__ADS_2