Perjanjian Pernikahan

Perjanjian Pernikahan
Hipnotis


__ADS_3

Sonya lalu memulai mengajukan pertanyaan mengobati rasa penasarannya.


"Aidan, apa ku mengenal Sandra???"


"Sebelumnya tidak sampai Ken mengatakan jika dia istriku"


"Apa kau tak ingat apapun tentang Sanda???" tanya Sonya lagi


"Ya, tidak ada ingatan apapun tentang Sandra" ucap Aidan


"Aku selalu sakit kepala hebat setiap kali mencoba mengingatnya" ucap Aidan menambahkan


"Lalu siap wanita yang kau cinta???"


"Karenina" ucap Aidan cepat


"Apa jantungmu berdebar dan selalu ingin dekat Nina???"


"Entahlah"


"Apa kau memiliki perasaan yang sulit kau katakan pada Sandra???" tanya Sonya ingin memastikan, sekalipun seseorang terkena hipnotis dalam keadaan Trance biasanya alm.bawahs asarnya merasakan sesuatu hanya saja mereka tidak mengerti bagian mengungkapkannya.


"Aku selalu merasakan perasaan akrab yang sulit aku ungkapkan, jika melihat nya sedih, entah mengapa hatiku terasa sakit, tapi...


Aku sudah tak adil pada Nina, aku ..."


"Ap Nina begitu berarti bagimu???"


"Ya"


"Sejak kapan yang ku ingat??"


"Entahlah, hanya saja seolah sesuatu dalam diriku mengingatkan seperti berbisik membisikkan namanya"


"Baiklah Aidan, saat ku terbangun nanti, kah akan merasakan tubuh mu sehat dan pikiranmu jernih.


semua kegelisahanmu sirna.


Aidna terbangun, ia membuka matanya dan melihat Sonya dan Kendrick yang nampak masam


"Baiklah nak Aidan, Tante harus pulang.

__ADS_1


Lain kali Tante akan singgah lagi" ucapannya berjalan keluar di ikuti Aidan dan Kendrick. sesampainya di ruang tamu terdengar gelak tawa Sandra dan Catty.


Mereka sangat penasaran Tentang pa yang terjadi.


Nampak di ruang tamu Marco White sedang bercerita tentangmu sesuatu. Ia terlihat sangat antusias


"Ma... Sejak kapan suamimu bisa melucu?????"


"Anak nakal, dia papamu" ucap Sonya menjewer kuping putranya


"Ini sangat aneh, papa bisa membuat mereka tertawa, siapa yang bisa tertawa dengan celoteh pria kaku itu"


"Rupanya kau butuh lebih dari jeweran, dasar anak nakal" Sonya memukul Kendrick layaknya anak kecil.


sementara Aidan terkesima dengan senyuman da tawa Sandra, hatinya bergetar.


"Cantik" ucap Aidan lirih. Ia tak memperdulikan ibu dan anak tangan sedang bertengkar di sampingnya.


Tanpa sadar Aidan mendekati mereka, matanya menatap lekat pada Sandra,


Ia mendengar Marco seseorang menceritakan masa kecil Kendrick, bahkan....


Aidan tertawa terbahak-bahak, ia ingat kejadian saat pertama kali ia bermain ke kediaman Keluarga White, ia melihat Kendrick berpakaian wanita, itu semua kelakuan Sonya yang senang mendandani Kendrick dengan gaun cantik yang ia buat


"Hahahaha" Aidan membuat Sonya dan Kendrick menoleh, mereka penasaran namun Marco segera menyembunyikan foto lama Kendrick itu


*Sayang lihat" ucap Sonya, Marco lalu menyerahkan foto itu dan Sonya tertawa, ia malah ikutan nimbrung menceritakan nya tentu saja versinya


Kendrick merasa perasaan yang tak enak dan...


"Mamaaaaa......." Kendrick pucat psi, apalagi melihat Catty yang tersenyum jahil kearahnya


"Sayang, mengapa malu, Catty kan calon istrimu" ucap Sonya santai


Wajah Kendrick merah padam karena malu dan marah pada kedua orangtuanya. Bisa-bisanya mereka membuka aib yang selalu ia simpan rapat, terlebih di depan Catty,


"Ken kau imut" ucap Catty membuat semua orang tertawa.


Kendrick berjanji akan mengerjai papanya untuk perbuatanya hari ini


"Kamu pamit dulu ya Sandra, Catty dan Aidan.

__ADS_1


Aidan, ikuti kata hatimu, terkadang ap yang kau ingat belum tentu yang terbaik" ucap Sonya


"Baik Tante, terima kasih atas kunjungannya"


"Bocah kami pulang dulu" ucap Marco cengengesan, Kendrick hanya bisa tersenyum masam.


"Mas, apa mau sarapan, kami tadi sarapan terlebih dahulu..."


"Baik, ajak Sam sekalian" ucap Aidan


Sandra tersenyum, Aidan mau memakan masakannya, sikapnya juga telrihat lebih baik.


"Sayang kenapa kau senyam-senyum begitu???"gerutu Kendrick


"Aku teringat ada seorang...mmpphhppp" Kendrick langsung membekap mulut Catty dengan bibirnya, Catty melotot terkejut, ia berusaha sekuat tenaga mendorong Kendrick


"Ken.... Bagaiman jika ada yang melihat???


"Biarkan saja, apa sudah puas menertawai kekasihmu ini??"


"Belum Mppphhhppp" Kendrick kembali membungkam mulut Catty dengan bibirnya


"Mesummm, kau menyebalkan Ken" gerutu Catty berjalan menuju halaman belakang rumah, ia berpapasan dengan Samuel


"Sam sarapan pagi dulu,"


"Baik, thanks Catty..."


"Ah tunggu Sam, apa kalian dari rumah wanita sialan itu??"


"Ya, dari rumah rubah licik. Pagi ini sepetinya ia sengaja menjatuhkan dirinya dan hanya luka lecet saja tapi menelpon Aidan, dasar wanita gila" maki Samuel


"Sepertinya Nina senang sekali bermain trick,"


"Itu sudah jadi kebiasaan nya sejak dulu" ucapan Samuel lalu keduanya terdiam sibuk dengan pikiran masing-masing


"Baiklah, kau makan dulu sana, pikiran penuh, perut juga harus di isi biar enggak gila" ucap Catty asal.membuat Samuel tertawa lalu pamit menuju meja makan.


"Ngapain kalian tertawa???" tanya Kendrick menaikan sebelah alisnya


"R A H A S I A" ucap Catty lalu meneruskan tujuannya

__ADS_1


__ADS_2