
Jaret tak sabaran menunggu jawaban dari Kendrick,
Ia menghubungi semua relasi yang memiliki rekomendasi dokter yang baik untuk mengobati cucunya, ia tak perduli jika harus merogoh kocek dalam demi kesembuhan Aidan.
Namun Jaret tidak mengatakan secara gamblang penyakit Aidan, ia tak ingin nama baiknya ternoda sebab memiliki cucu yang memiliki penyakit akibat trauma masa kecil.
Ini lebih ke pada nama baik karena menyangkut kehidupan pribadi dalam keluarganya.
Namun sudah seminggu berapa dokter yang menangani angkat tangan.
Lebih tepatnya Jaret tak puas karena mereka tak menemukan kelainan pada Aidan.
Jaret juga menggunakan kekuatannya mencari psikolog hebat dari luar negeri,
kedatangan Psikolog itu juga sangat di rahasiakan, namun dari tiga psikolog yang di datangkan, semua mengatakan jika penyakit Aidan memerlukan sebuah proses bukan instan.
Bahkan psikolog yang dulu bekerjasama dengan orangtua Kendrick juga di hadirkan, jawabannya sama.
Jaret tidak puas, sangat tidak puas
Kendrick menggelengkan kepala melihat kakek tua itu, entah mengapa ia geram dengan Jaret namun tidak bisa melakukan apapun,
Kendrick tak habis pikir, dimana polia pikir Jaret seseorang yang pintar dan berwawasan luas namun pemikirannya tidak masuk logika.
ingin instan, sementara semua butuh proses. ibarat sikat, psikolog bertiga menyikat sedikit demi sedikit, bukan seperti memakan cabai langsung terasa pedas.
Entah darimana pemikiran itu, sepertinya seseorang sudah mendoktrin otak Jaret, atau mungkin Jaret sudah masuk perangkap seseorang?????
__ADS_1
Aidan memerlukan waktu dalam pengobatannya.
Jaret sampai kesal, ia memakai kecil setelah dokter itu pergi.
Bagaimana mereka bisa kalah dari rubah licik seperti wanita ular itu???
Metode apa yang wanita itu gunakan Sehingga bisa cocok untuk Aidan
Secara pribadi Jaret memanggil Nina ke kediamannya
seolah Nina sudah mempersiapkan diri, wanita itu telihat sangat tenang.
Nina Menjawab semua pertanyaan yang Jaret utarakan secara santai dan tepat.
Melihat situasi sangat buruk, Kendrick meminta orang tua nya kembali secepatnya, walaupun kedua orangtuanya sedikit kesal, namun melihat hubungan putranya dan Aidan sangat baik, mereka hanya bisa kembali sebulan kemudian karena mereka sudah terlanjur memiliki janji dengan beberapa kolega dan juga sahabat mereka, Kendrick hanya bisa pasrah. Ia tak bisa mendesak lebih dari itu.
Saat Kendrick sedang memutar otak bagaimana mengobati Aidan, tiba-tiba asistennya datang dengan wajah panik
"Apa???
Kakek tua itu, tidak sabaran sekali, sial" maki Kendrick langsung bangkit dan berjalan cepat menuju ruang perawatan Aidan.
Nafas Kendrick sampai ngos-ngosan saat sampai disana, telihat kakek tua itu sedang duduk di sofa, sementara Sandra berada di depannya, Sandra terlihat sangat tertekan
Ingin rasanya ia marah, sebab kakek suaminya itu membawa wanita itu secara terang-terangan.
Namun dengan dalih pengobatan Aidan, Sandra bisa apa??? Menentang salah, tak menentang makan hati.
__ADS_1
"Dokter Ken"
"Owh cepat sekali sampainya, aku belum sampai satu jam tapi kau sudah datang"
"Kakek, bukankah kita sudah sepakat pengobatan Aidan saat mamaku kembali"
"Kapan aku sepakat??" tanya Jaret santai
"Kakek...." Kendrick sangat kesal
"Dengar Ken, didalam sana cucuku, aku yang akan bertanggung jawab jika terjadi sesuatu.
Lagi pula wanita itu sudah menandatangi persetujuan denganku, apa kau pikir dia berani bermain api denganku????" tanya Jaret penuh percaya diri.
"Kau salah, perjanjian itu akan jdi bumerang mu nanti kakek tua, kau meremehkan lawanmu.
entah apa yang akan terjadi nanti" gumam Kendrick menghela Nafas berusaha bersabar
"Aku dokter yang menangani Aidan kek, aku tahu bagaimana keadaan pasienku"
"Tapi nyatanya kau tak bisa menyembuhkannya kan???
Sandra sudah mengizinkan Aidan di terapi oleh wanita itu. Aku tahu tindakan ku ini membuat kalian kesal dan kecewa, tapi aku tidak bisa menundanya"
"Ken, duduklah" ucap Sandra tak tahu harus mengatakan apa
"Maafkan aku Kakak ipar" ucap Kendrick lirih.
__ADS_1
Sandra berusaha tersenyum walau terasa pahit.
Semoga saja pengorbanannya membuahkan hasil, kesembuhan suaminya