Perjanjian Pernikahan

Perjanjian Pernikahan
Data Perusahaan


__ADS_3

Shean tidak pulang sampai semalaman, saat Lira membuka mata dipagi hari dan melihat sofa tidak ada tanda tanda kalau Shean tidur disana. Lira melihat jam yang menunjukan pukul lima pagi, dia beranjak dari tempat tidur dan masuk kedalam kamar mandi.


Setelah Lira keluar dari kamar mandi, dia melihat pintu kamar terbuka. Shean masuk dengan kemeja yang sedikit lusuh, wajahnya terlihat lelah.


Lira buru buru menghampirinya "She kamu baru pulang? apa baik baik saja dikantor? kenapa kamu kelihatan lelah sekali?" Lira tidak bisa berhenti bertanya.


"kamu khawatir?" kata Shean.


"tentu saja, kau tidak pulang semalaman"


Shean tersenyum tipis dan mengusak rambut Lira yang masih basah sehabis keramas. Dia berlalu dari hadapan Lira menuju sofa dan menghempaskan diri diatasnya.


"Lebih baik kamu tidur dulu She. Lihatlah lingkaran dibawah matamu itu!" kata Lira menunjuk bawah mata Shean.


"mm" Shean menjawabnya dengan gumaman, dan segera merebahkan diri.


"kenapa disofa? itu tidak nyaman She. Kau tidur ditempat tidur saja" Namun kata kata Lira hanya seperti angin lalu, Shean tidak mendengarnya. Shean sudah meluncur ke alam mimpi.


Lira menghela nafas singkat, dia tidak ingin membangunkan Shean dan mengganggunya. Lira menyimpan handuk dilehernya ketempat semula, kemudian dia mengeringkan rambutnya yang basah.


Setelah selesai dengan acaranya, Lira melihat jam yang sudah menunjukan setengah enam pagi. Masih ada waktu satu jam setengah lagi untuk sarapan, Lira melirik Shean yang sudah benar benar terlelap. Dia menyunggingkan senyuman singkat, kemudian mendudukan dirinya diatas tempat tidur.


Lira memainkan ponselnya dengan serius, sampai tidak sadar jam sudah menunjukan pukul tujuh pagi. Dia melirik Shean, tapi siempunya masih setia terlelap di atas sofa.


"dia benar benar lelah. Sebenarnya apa yang terjadi diperusahaan sampai dia tidak tidur semalaman" batin Lira.


Tok tok tok


Lira beranjak dari tempat tidur dan berjalan menuju pintu kamar kemudian membukanya.


"Shean didalam ra?" tanya Key.


"sedang tidur, ada apa kak?" jawab sekaligus tanya.


"tidak. Hanya saja kalau dia bangun, bilang ke dia tidak usah kekantor hari ini, semuanya aku yang handle" kata Key.


"nanti aku bilang ke Shean. Tapi kak..." Lira ragu.


"kenapa?"


"apa ada masalah diperusahaan sampai kalian lembur semalaman? Dan sepertinya Shean benar benar lelah"


"memang ada masalah diperusahaan dan sebenarnya yang lembur semalaman cuma Shean, aku pulang jam satu malam. Jadi sekarang biar aku yang kekantor untuk mengurusnya. Biarkan Shean istirahat dulu hari ini" kata Key.


"apa masalahnya parah kak?" tanya Lira cemas.


"yah... ada data perusahaan yang kacau. Dan itu bisa sangat berdampak bagi perusahaan" kata Key.


"kak, apa boleh aku membantu kakak hari ini? menggantikan Shean, siapa tau aku bisa sedikit membantu" pinta Lira.


Key sedikit berpikir "apa kamu sudah sehat?"


"iya kak, aku sudah lebih baik. Jadi biarkan aku membantu" Lira menunjukan ekspresi memohon.


"tapi bagaimana dengan Shean?" tanya Key.

__ADS_1


"nanti juga dia menghubungi kakak kalau sudah bangun"


"baiklah, ayo berangkat bersama!"


"Aku siap siap dulu sebentar kak. Kakak tunggu dibawah saja" Lira kembali masuk kedalam kamar, sedangkan Key turun kelantai bawah.


Setelah selesai berpakaian, Lira melirik Shean sebentar. Suaminya itu masih tidak menunjukan tanda tanda akan bangun dari tidurnya. Lira tidak ingin mambuat Key menunggu dan cepat cepat menuju lantai bawah.


Lira dan Key berangkat ke kantor Shean bersama, data perusahaan yang kacau masih belum ada perubahan. Bahkan dengan Shean yang mengerjakannya semalan, belum ada titik terangnya.


☆☆☆


Jam sudah meunjukan pukul sembilan pagi, Shean bangun dan langsung memposisikan dirinya untuk duduk. Dia melirik jam, sudah lewat waktu sarapan. Lira ternyata tidak membangunkannya, Shean mengedarkan pandangannya keseluruh kamar. Tidak ada tanda tanda Lira.


Shean mengambil ponselnya didalam saku, dan mengirimkan pesan keseseorang.


Shean


kak sudah dikantor?


Key


Sudah, kau istirahatlah! Biarkan aku yang mengurusnya untukmu hari ini


Shean


Aku akan kekantor sekarang


Tidak ada balasan dari Key, Shean bergegas menuju kamar mandi dan membersihkan diri. Tidak lama dia keluar dengan handuk dipinggangnya. Segera Shean menuju lemari, mencari kemeja dan jas untuk dia kenakan.


"Halo"


"Hai She"


"ada apa?" Shean terlihat tidak senang, dia melihat nama orang yang menelponnya. Itu selena.


"kau ketus sekali She, apa kau tidak merindukanku?" Selena terdengar manja


"ada apa? aku sedang buru buru"


"jangan kasar begitu lah" Selena masih mempermainkan Shean


"aku tutup-"


"tunggu! kau pasti mau kekantorkan? apa data perusahaanmu baik baik saja?"


"maksudmu?" tanya Shean


"jika kau ingin perusahaanmu baik baik saja, datang ke kafe Rose sekarang. Kalau tidak, bukan hanya perusahaan bahkan kau akan kehilangan istri tercintamu" suara itu terdengar santai tapi penuh ancaman


"apa maksudmu?" Shean sudah tersulut emosi kalau menyangkut keselamatan Lira.


"datang saja, kalau kamu ingin tau"


Tut

__ADS_1


Sambungan diputus oleh seseorang disebrang sana. Shean mendengus kesal, namun masih bisa ternentralisir. Dia segera bergegas menuju tempat dimana Selena memintanya untuk datang. Bahkan Shean melupakan kalau dirinya belum mengisi perut sama sekali.


☆☆☆


"mana yang salah kak?" Lira duduk di atas sofa diruangan Shean.


Setelah Lira dan Key sampai di kantor, mereka segera menuju ruangan Shean dan langsung mencari data yang bermasalah itu. Key menunjukan bahwa semuanya ada didalam leptop Shean dan meminta Lira untuk melihatnya.


"coba aku lihat" Key menggeser laptop kehadapannya, setelah menemukan apa yang dicari dia menggeser kembali laptop kehadapan Lira.


"ini, coba kamu lihat dan teliti baik baik. Aku sudah melihatnya berulang kali, tidak ada kesalahan didalamnya. Tapi aku bingung kenapa semuanya jadi seperti virus yang menyebar, semuanya jadi kacau"


Lira mulai memeriksa dimana titik masalahnya. Dia memang bukan lulusan managemen bisnis, tapi walaupun begitu Lira sempat belajar itu selama dua semester. Juga dengan dady dan kakaknya, dia punya pengalaman cukup luas di bidang bisnis juga.


"apa menurutmu ada yang menyabotase?" tanya Key.


"mungkin saja kak, setelah aku lihat tidak ada masalah disini. Tapi kenapa bisa jadi kacau dan merembet ke data data yang lain"


"Itu juga yang aku dan Shean tidak mengerti ra, mungkin kamu bisa memperbaikinya"


"ya. Aku akan lihat lewat metode yang lain" kata Lira.


"Metode lain?" Key mengernyit.


"kakak tunggu saja" Lira terlihat yakin dan kembali pokus dengan laptop didepannya.


"kalu begitu aku akan cari diberkas berkas" Key juga kembali dengan berkas berkas yang belum selesai dilihatnya kemarin.


☆☆☆


Shean sampai di kafe Rose dimana Selena menunggunya. Setelah sampai disana dia melihat Selena yang terduduk dengan elegan.


"Hai She" Selena melambaikan tangan.


Shean berjalan menghampirinya, kemudian duduk didepannya.


"aku sangat merindukanmu" Selena terdengar manja.


"katakan apa maksudmu ditelpon!" Shean to the point.


"kamu tidak seru lagi She. Setidaknya kau bisa basa basi" kata Selena


"..." Shean hanya menatap Selena tajam.


"Hah, baiklah. langsung ke inti" Selena berubah serius.


"bukankah data perusahanmu sedang kacau, kalau dibiarkan terlau lama itu akan berdampak bagi perusahaanmu" Selena mengucapkannya dengan enteng seakan akan dia tau persis apa masalahnya.


Shean tidak bodoh, dengan semua yang Selena ucapkan. Dia tau kalau semua ini ada campur tangan wanita didepannya.


"apa yang kau mau?" tanya Shean dingin.


Selena tersenyum renyah menanggapinya.


"Kamu"

__ADS_1


__ADS_2