Perjanjian Pernikahan

Perjanjian Pernikahan
Berbelanja


__ADS_3

Nina akhirnya bisa menghipnotis Josep, walau hasilnya tidak memuaskan. Seperti perkiraannya, efeknya hanya empat puluh persen, namun itu cukup berati bagi Nina.


Nona sudah bisa meminta sesuatu walau Josep melakukanya setengah hati, tapi itu lebih baik.


Ia juga sudah bisa menolak.


Josep tak bisa berbuat hal yang akan menyakiti Nina.


Melihat perubahan itu anak buah Josep jadi bingung, namun mereka tak menemukan kejanggalan


Asisten pribadi Josep juga bingung, namun mereka memilih terus waspada.


Mereka mencurigai Nina namun tak memiliki. Ukup.bukti. Terlebih kini Josep membela Nina, walau tak secara gamblang.


Nina Mulai tersenyum lebar dalam hati.


Kini ia harus mencari alasan kuat agar Josep membantunya, membantu Nina untuk melancarkan rencananya yang ia sudah persiapkan.


Nina mulai menggunakan pesonanya, dan berhasil.


setelah bercinta di malam yang panjang, Nina mulai mengutarakan keinginannya dan berhasil, semudah itu.


Akhirnya sore itu mereka memilih Kembali ke kota, Nina tersenyum sinis memandang keluar jendela


"Waktu pembalasan!!!" ucap Nina tertawa dalam hati.


Tepat tengah malam mereka baru sampai di kota, sebab lagi-lagi Josep membuat ulah, bisa-bisanya pria tua itu meminta jatah pada Nina, padahal semalam mereka sudah bercinta. Nina heran dari mana tenaga pria itu berasal.


"Dasar maniak sialan" maki Nina lirih.


Seminggu kemudian


Usia kehamilan Sandra sudah memasuki bulannya.


Ia juga sudah merasa sangat lelah akibat kehamilan kembarnya, namun ia sengaja tak memberitahukan pada Aidan sebab Sandra ingin memberi kejutan pada suaminya itu.


Sikap aidan juga sudah kembali seperti dulu.

__ADS_1


Manja dan posesif.


Dulu Sandra merasa risih kini ia menikmati posesif nya Aidan, sebab ia tak ingin terpisahkan lagi dengan Aidan.


Sekalipun Aidan mengatakan masih melupakan memorinya tentang Sandra, namun ia mengakui jika Ia kembali jatuh cinta pada Sandra.


Ibra dan Rei sudah kembali ke negara mereka masing-masing sebab sudah terlalu lama meninggalkan perusahaan mereka.


Sementara si mungil Layla.msih memilih menetap. Ia masih belum merasa lega walau kini Aidna dan Sandra sudah menyatu.


Kegelisahannya berasal dari percakapan Rey dan Ibra sebelum mereka kembali ke negara mereka.


Ini mengenai Nina.


Berdasarkan ucapan Kendrick Nina sosok yang ambisius dan selalu menghalalkan segala macam cara, rasanya aneh sudah dua Minggu wanita itu menghilang begitu saja.


Padahal saat Sandra bulan madu saja Nina membuat kehebohan Dengan terus mengusik kediaman tersebut dan kini semua terasa damai???


Layla menduga ini seperti damai sebelum bom meledak.


Ibra maupun Rey setuju dengan Keputusan layla. Mereka meminta Layla mengabarkan padanya jika terjadi sesuatu pada Sandra.


Sementara Rey berharap Sandra akan menjalani kehidupan yang damai dan bahagia, ia akan menikah dua bulan lagi dan kedua orangtuanya sudah melarangnya bepergian. Ini merupakan perjalanan terakhirnya berharap memiliki Sandra, namun melihat Sandra kembali pada Aidan ia juga berlapang dada


Rey menyadari sejak awal hingg akhir Sandra tak akan pernah menjadi miliknya dan kini saat nya ia lebih fokus pada tunangannya.


Siang itu seharusnya Aidan yang menemani Sandra berbelanja kebutuhan bayi mereka, namun di karenakan keadaan perusahaan yang sedang tidak baik, Aidan meminta Layla menemani Sandra.


Tentu saja Layla menyambut dengan antusias.


Ia yang sibuk memilihkan pakaian-pakaian untuk keponakan kecilnya.


Walau di rumah sudah ada beberapa keperluan untuk anak mereka kelak, Aidan Tan bertanya lebih lanjut mengapa Sandra membeli semuanya serba dua warna.


Ia hanya menduga jika Sandra terlalu antusias menyambut kelahiran anak mereka.


"Sis lihat ini lucu sekali......"pekik Layla memegang rok mini dengan motif polkadot dan baju kerah Sabrina tapi untuk anak usia satu tahun

__ADS_1


"Layla, itu untuk satu tahun, cari yang lain"


"Aku akan belikan ini.


Biar nanti jika dia besar bisa pakai" ucap Layla tersenyum sendiri membayangkan anak Sandra memakainya. Sandra hanya bisa menggeleng kepala sambil menepuk keningnya melihat ulah Layla


"Sebaiknya kau segera menikah dan memiliki anak sendiri"


"Sejujurnya aku takut menikah"


"Why????" tanya Sandra menghentikan kegiatannya memilih baju


"Aku tak ingin menderita seperti kamu" ucap Layla nyengir membuat Sandra menghela nafas.


prahara rumah tangganya sudah memberi dampak buruk pada Layla, sepertinya ia harus meminta ornagtua Layla memanggilnya pulang.


"Layla, setiap pasangan memiliki cobaan nya masing-masing.


Hanya kebetulan rumah tanggaku dan Aidan mengalami cobaan berat" ucap Sandra pelan


"Jangan takut menikah hanya Karena ku melihat rumah tanggaku yang kacau ini, tapi lihatlah rumah tangga papa dan mama mu, serta orang lain."


"Kau benar, tapi nanti lah aku belum ketemu yang pas" ucap Layla santai, ia tak mau membahas Masalah yang menurutnya berat.


"Apa perlu ku Carikan???


Owh ya , bagaimana dengan Aaron???"


"Uhuk uhuk uhuk....


Sandra kau menjodohkan aku dengan manusia kek, bukan badut" gerutu Layla yang sangat membenci Aaron.


"Awas benci awal cinta"


"Amit-amit....."Teriak Layla membuat Sandra tertawa terkekeh melihat ekspresi Layla


"kalau mereka jodoh lucu juga kayanya" gumam Sandra tertawa kecil.

__ADS_1


__ADS_2