
Baru saja dua hari mereka berada di pulau itu, namun hubungan Aidan dan Sandra makin membaik.
Mereka mulai membuka hati masing-maisng, bicara dari hati ke hati.
Aidan juga merasa sangat nyaman dekat Sandra, ia menyukai semua yang ada pada diri Sandra.
wanita itu kini seperti candu bagi Aidan senyumnya tawanya suaranya bahkan aroma tubuhnya membuat air dan selalu ingin dekat dan memeluk Sandra.
Aidan maupun Sandra hanya fokus pada hubungan mereka, bagaimana mereka Memanfaatkan waktu untuk saling mengenal atu sama lainnya.
Aidan bahkan sudah mengatakan Jika ia sayang pada Sandra belum pada tahap cinta namun itu kemajuan yang besar mengingat mereka baru dua hari berada di pulau tersebut.
Sandra juga sebisa mungkin menciptakan momen-momen indah mereka berdua memaksakan masakan kesukaan Aidan membuat pria itu makin nyaman dan menyukai Sandra.
Sampai detik itu pula keduanya tidak menyadari jika Brian dan Sasha berada di sekitar mereka.
Sandra merasa ini merupakan hari paling bahagia dalam hidupnya setelah sekian lama ia merasa tertekan, kesabarannya kini berbuah manis.
Sandra berharap jika ingatan Aidan akan segera kembali suatu saat nanti namun jika ingatan Itu tak kembali sandera berharap Aidan bisa jatuh cinta lagi pada dirinya dan itu sudah cukup untuk mengusir karantina dari kehidupan rumah tangga mereka selamanya.
Sandra yakin kekuatan cinta akan mengalahkan hipnotis karena pada diri Aidan.
Aidan juga memanjakannya, mengajaknya berkeliling di kebun anggurnya
Rupanya pulau tersebut di jadikan Adian sebagai pulau pribadi nya dimana ia bisa melepas penat nya sekaligus lokasi ia memproduksi semua olahan minuman berbahan dasar anggur.
__ADS_1
Namun keadaan berbeda di tempat lain
"Katakan Kemana Aidan pergi!!!!" teriak Karenina lepas kendali.
#Flash Back
Sore itu Nina mengirimkan Aidan pesan singkat, namun tidak terkirim, setelah beberapa kali ia mencoba menghubungi Aidan namun ponsel Aidan tidak aktif,
"Sial kemana dia???
Dia tak pernah tidak menjawab panggilan teleponku" maki Karenina kesal
"Kenapa??? Kekasihmu tak bisa dihubungi???" ejek Larry yang di balas pelototan tajam nina
"Wowww... jangan melotot aku takut kedua bola matamu akan copot"ledek Larry membuat karya Nina mau tak mau mendengus kesal.
sebab seminggu yang lalu ia memperoleh surat tentang pembagian hak waris walaupun sebenarnya karena Nina tidak mempunyai hak atas mention tersebut.
kali Nina bukan anak dari keluarga Syah melainkan anak dari selingkuhan pria itu dengan wanita lain.
namun tak ada yang tahu status karena sebenarnya.
"Tutup mulutmu"
"jangan galak-galak kucing tetangga galak besoknya mati"
__ADS_1
"Larryyyyyyy"Karenina melempar vS bunga diatas meja ke arah Larry, namun pria itu menghindar sambil tertawa
"Dengar, lupakan tuan muda Lawrence.Dia sudah tidak perduli padamu
mungkin dia tahu kau bukan wanita baik-baik.
Atau mungkin otak nya yang kau cuci sudah kembali normal.
Dengar saudariku, perbuatan jahat suatu saat akan terungkap juga, termasuk asal usulnya.
Kau pikir dengan membayar pengacara kau akan mendapatkan hak waris kekayaan keluarga kami???
Come on, sadar diri, dari mana kau berasal!!!" ucap Larry dingin lalu melangkah pergi menuju kamarnya
Nina mengepalkan jari tangannya, jika bukan karena untuk membayar priabitu, ia tak akan kesulitan keuangan.
Sementara kini ia belum menjadi nyonya mud Lawrence, hanya selangkah lagi ia berhasil memiliki Aidan, selangkah lagi dan selamat tinggal kemiskinan.
Nina menahan semu kemarahan dan rasa malu, ia yakin bahwa semua akan berakhir segera
Dan orang pertama yang akan ia buat sengsara adalah Larry. Ia benci dengan pria itu sekalipun Larry selalu berbuat baik padanya, namun Nina muak dengan semua ceramahnya.
Nina akan mengirimnya ke penjara sampai Larry memohon padanya untuk menyelamatkannya, membayangkan itu Nina sangat senang, senyum licik tersungging di bibirnya
"Tunggu aku akan membuatmu mengemis di kakiku Larry. Dan kit akan buktikan, siapa yang benar dan salah" ucap Nina tertawa terkekeh
__ADS_1
,