Perjanjian Pernikahan

Perjanjian Pernikahan
KEDATANGAN SAHABAT


__ADS_3

Sandra menoleh menatap Aidan.


sudah lama posisi mereka tak sedekat ini.


Ia bisa melihat wajah suaminya yang sangat ia rindukan


"Maafkan aku, walau aku tak tahu untuk apa. Tapi aku merasa sangat bersalah padamu" ucap Aidan ambigu


"Hmmm, mungkin karena aku istrimu, seseorang yang kau cintai namun kau lupa.


Ingatanmu bisa hilang, tapi di dalam sini, aku yakin ada aku disana" ucap Sandra tersenyum miris lalu bangkit, ia tak lama kembali membawa kan es batu untuk mengompres luka lebam di wajah Aidan dan mengobatinya. Aidna hanya diam. Ia menatap lekat Sandra.


"Terima kasih"


"Hmm, aku istirahat dulu" ucap Sandra ingin bangkit, namun Aidan menahannya. Ia menarik Sandra dalam pelukannya.


Entah mengapa jantungnya berdegup kencang. Ia hanya merasakan sensasi ini saat bersama Sandra. Namun bersama Nina ia tak merasakan apapun


"Maafkan aku,"


"Kau sudah mengatakan maaf beberapa kali mas"


"Sandra, maukah kau menanti ku sebentar lagi???


Aku akan berusaha mengingat tentang kita.


Jangan pergi lagi.


saat ku pergi aku merasa perasaan aneh dalam dirimu yang tak ku mengerti" ucap Aidan jujur


Sandra tersenyum lebar

__ADS_1


"Aku tak akan pergi jika kau memintanya mas, tapi jika kau tetap menginginkanku pergi apa yang harus ku perbuat??"


Keduanya terdiam hening dalam pikiran masing-masing


"Bertahanlah untuk aku"


"Ya" ucapan Sandra, keduanya masih berpelukan hingga Samuel lewat dan melihat, Samuel bersyukur Sandra kembali. Semoga saja ini awal mula yang baik.


Keesokan paginya Layla tiba, Samuel yang menjemputnya atas permintaan Sandra.


sepanjang jalan Layla terus mengomeli Samuel membuat pria tampan itu merasa kupingnya bengkak.


Akhirnya setelah perjalan satu jam yang menyiksa, mereka tiba di Villa pinggir laut, kediaman Sandra dan Aidan.


Sandra menyambut kedatangan Layla, rupanya Ibrahim juga ikut datang, mereka berpelukan melepas kerinduan. Sandra sangat senang bisa bertemu dengan Ibrahim.


Sementara di lantai atas, Aidan melihat kedatangan tamu istrinya dengan wajah muram, ia bahkan mengepalkan tangannya saat melihat Sandra memeluk Ibrahim. Aidan tak senang, entah mengapa ia sangat marah


"Sial, apa yang terjadi padaku??? Mengapa aku tak suka dan marah melihat Sandra berpelukan dengan pria lain??? Apa aku cemburu????" gumam Aidan dalam hati, ia lalu berjalan menjauh dari jendela kaca, memilih menyibukkan dirinya dengan buku


"Sial.... Ada apa denganku???"


Tok tok tok


Suara ketukan pintu, Aidan membukanya dan telrihat Andra berdiri dengan wajah berseri-seri


"Mas, Layla dan Ibrahim datang" ucap Sandra.


Kamu ingat mereka??? Mereka berdua sahabatku"


"Oh sahabat, syukurlah"

__ADS_1


"Hah???" Sandra terkejut Aidan bilang syukur lah, apa maksudnya


"Maksudku syukuran mereka datang menjenguk mu.


Maaf aku tak mengenal mereka" ucap Aidan membuat wajah Sandra yang tadinya bersemangat langsung muram


"Ayo kita temui temanmu itu" ucap Aidna tak tega melihat wajah istrinya yang sedih.


Eh istrinya??? Apa Aidan sudah mulai mengakui sandra??? lalu bagaimana dengan perasaanya pada Nina???


Mereka menuruti tangga, terlihat tatapan penuh kebencian Ibra dan Layla. Keduanya bahkan terlihat ingin membunuh Aidna dengan tatapan mereka


"Aidna ini Layla dan itu Ibra" ucap Sandra memperkenalkan ulang keduanya.


Layla menjabat tangan Aidan dengan kekuatan penuh, ia bahkan menancapkan kukunya di telapak tangan Aidan, Aidan mengerut kan alisnya.


Lalu kini gantian Ibra, tak kalah dengan Layla, ia mencengkram tangan Aidan dengan kuat seakan ingin mengatakannya


"Temanmu memiliki tenaga hebat" ucap Aidna mengibarkan tangannya, ia menahan sakit di tangannya akibat kedua sahabat Sandra


"Ahhhaha, kamu ada-ada aja"


"Aku kembali ke dalam dulu, pekerjakan masih banyak"


"Belum juga diusir sudah tahu diri" cibir Layla membuat Sandra melotot


Aidan hanya menggeleng pelan, mungkin saja mereka saat ini marah padanya seperti Catty marah sebab ia amnesia. Tapi itu semua bukan maunya


"Sis..."


"Aku akan terang-terangan padamu, kedatanganku dan Ibra ...."

__ADS_1


Nyonya muda seorang pemuda bernama Reihan ingin menemui anda"


"Reihan??? Di Negara ini??? Ada apa ini, kalian kompak sekali" ucapan Sandra bersemangat lalu bangkit a berjalan kedepan menyambut Reihan


__ADS_2