Perjanjian Pernikahan

Perjanjian Pernikahan
Kenyataan Pahit


__ADS_3

"Pergilah, sebaiknya kau juga jauhi Ayaka


aku tak mengizinkan kau memiliki hubungan dengan kedua anakku" ucap Alvaro memberi tanda pada pengawalnya untuk menghadang Aidan.


Alvaro langsung masuk mobil dan pergi.


sementara Aidan tertahan oleh dua orang bodyguard Alvaro.


di dalam mobil Sandra terlihat termenung.


namun air mata terus menetes di sudut matanya


Alvaro merasa sedih melihat kondisi Sandra saat ini ia memeluk putrinya dan menepuk lembut punggung Sandra


"menangislah jika kau ingin menangis.


tumpahkan semua perasaanmu, kekesalan mu, kecewamu saat ini.


namun setelah ini papa harap tak ada air mata lagi untuk pria itu.


bangkit.


bangkit sayang kau adalah seorang cliff


keluarga klip adalah keluarga yang tangguh, begitu juga kamu.


Papa percaya kamu bisa melewati semua ini.


dan kamu tidak sendiri ada Papa yang akan selalu berada di sisimu"


"Papa....."Sandra tak mampu berkata-kata ia menangis sesenggukan dalam pelukan Alvaro ternyata cintanya pada Aidan lebih besar dari apa yang dia pikirkan selama ini.


satu jam Sandra menangis mereka sudah sampai di sebuah bangunan megah yang merupakan kantor milik keluarga cliff.


Sandra kini sudah bisa menenangkan dirinya hingga akhirnya ia bisa berbicara


"apa Papa tahu jika Aidan adalah Ayah biologis anakku pak?????"


"Papa baru saja mengetahuinya dari Catty" ucap Alvaro lirih.


Ia melihat Sandra masih diam


"Apa kau masih ingat tadi pagi pertanyaan papa???


jika kau ingin kembali pada Aidan maka Papa hanya bisa pasrah namun kau harus ingat nak.


Aidan yang kau kenal tidak seperti yang kamu pikirkan.


pria itu sudah membohongimu tentang jati dirinya"


"membohongi aku????"ucap Sandra lirih


iya jadi berpikir bagaimana Aidan bisa ada di kediaman Alvaro, Berdasarkan informasi yang Layla cari, Alvaro adalah orang terkaya ke empat setelah tiga keluarga besar lainnya.

__ADS_1


Bukan berarti kekayaan Alvaro kecil, namun itu meliputi aset dalam negeri saja,


Jika Aidna bisa menemui orang penting seperti papanya dan sambutan mama tiri dan adik tirinya sangat antusias, Aidan pasti bukan sosok biasa saja.


Sandra juga melihat mobil yang terparkir di luar halaman keluarga Alvaro adalah mobil sport keluaran terbaru yang harganya fantastis, bagaimana pengacara biasa bisa memilikinya???


apakah Aidan termasuk dari tiga keluarga besar itu??


iya jadi teringat dengan Jordan adik dari Aidan.


Jordan selalu memakai pakaian branded dan juga jam mahal, memakai motor sport yang harganya juga sangat mahal.


awalnya Sandra mengira jika itu semua dibeli oleh uang pribadi Jordan sebagai seorang foto model namun mendengar perkataan Papanya Sandra kembali berfikir.


apakah Aidan berbohong tentang jati dirinya????


"siapa sebenarnya Aidan pah???"


Alvaro menghela nafas Ia membuka majalah bisnis yang memuat profil tentang Aidan dan keluarganya lalu menyerahkannya pada Sandra.


Sandra ragu menerima majalah itu, dadanya berdegup kencang. namun penasaran ini membunuhnya.


Sandra menarik nafas panjang, dan menghembuskan perlahan, kalau mengambil majalah yang di sodorkan papanya. alisnya berkerut.


Foto Aidan di sampul depan majalah dengan taqline


"Pangeran Lawrence junior telah kembali dan siap memajukan perekonomian.


Aidan pangeran????


Sandra merasa dadanya sesak,


Sandra merasa kecewa, Aidan ternyata adalah anak seorang miliarder terkaya di negara ini dan juga seorang pangeran.


Status yang sangat tinggi.


Sandra jadi merasa kecil.


Sandra terus membaca berita di majalah itu hingga selesai. Ia terpaku diam


"Sayang, Sandra sayang....


Bill kita kerumah sakit!!!!" perintah Aidan pada bodyguard pribadinya


"Pa... aku baik-baik saja" ucap Sandra berusaha tersenyum.


"Sandra, papa akan mendukungmu apapun keputusanmu.


Papa tak akan pernah memaafkan orang-orang yang sudah menyakitimu, termasuk Aidan.


Kau seorang Clift dan juga berdarah bangsawan.


statusmu dan Aidan tidak berbeda jauh.

__ADS_1


leluhurmu pernah menjadi pemimpin di negara ini, jadi tak usah khawatir dan merasa rendah diri" ucap Alvaro melihat kekhawatiran di wajah Sandra


"Pa...


aku tak ingin bertemu Aidan"


"Apa kau yakin nak???"


"Ya, anak ini tak ada sangkut pautnya dengan pria itu.


Dia anakku" ucap Sandra lirih.


batinnya menjerit


"Bagaimana jika Aidan ingin kembali padamu???" tanya Alvaro menatap lurus kearah mata putrinya


"Maka biarkan dia berjalan diatas bara api,


biar dia merasakan kesakitan dan penghinaan yang ku rasakan" ucap Sandra dengan bibir bergetar


Alvaro mengangguk


"Papa akan melindungi mu dan memastikan pria itu tak akan bisa menyentuhmu" ucap Alvaro kembali memeluk putrinya, mengecup kening Sandra.


Sandra bersandar di bahu papanya.


ia merasa tenang sekalipun hatinya saat ini sakit


"Pa, terima kasih kau hadir dalam kesepian hidup ini.


akhirnya aku bisa merasakan memiliki papa" ucap Sandra lirih.


entah bagaimana akhirnya ia tertidur sambil bersandar pada bahu Alvaro.


"Tuan, nona muda tidur " ucap Bill lirih


"Biarkan sepeti ini Billy.


saat ini aku sangat marah.


Ayah mana yang tak marah melihat betapa terlukanya putrinya" ucap Alvaro tercekat.


"Apa anda mau menghabisi tuan muda Lawrence???"


tuan, kita tidak bisa melakukanya...."


"Aku tahu...


aku ingin meluluskan permintaan Sandra.


pastikan pria sialan itu tak bisa Mendekati Sandra walau selangkah"


"Baik tuan"

__ADS_1


__ADS_2