Perjanjian Pernikahan

Perjanjian Pernikahan
Pertemuan, takdir


__ADS_3

Mereka lalu memasuki mansion, suasana hangat langsung terasa, rumah itu dari luar terlihat kaku namun saat memasuki mansion terlihat suasana perumahan asia yang sangat kental, Samuel Bahakan merasa jika ia kembali ke Indonesia dan berada di sebuah rumah dengan dekorasi daerah Jawa tengah, bahkan di beberapa bagian terdapat pajangan khas Indonesia seperti patung Jawa


"Rumah anda sangat terasa nyaman,


seperti berada di asia" ucap Samuel


"Menantu saya berasal dari Asia, dia yang mendekor rumah ini jadi terlihat lebih hidup" ucap Matthew jeli melihat ekspresi Sam


"Anak Menantu anda memiliki selera bagus dalam mendesain interior rumah ini tuan Seira" puji Ken tulus.


"Hahahaha, tapi rumah tua ini kalah dari kediaman keluarga White"


"Kediaman white kaku seperti kakek ku" Dengus Ken membuat Matthew tertawa renyah, Matthew jadi teringat sahabatnya itu, Melvin white memang terkenal kaku, namun sebenarnya ia pria yang baik.


"Tuan muda White pandai bergurau, silahkan duduk"


Mereka lalu berbincang santai, Sam takut anak buah mereka akan menyerbu masuk jadi ia mengirimkan pesan singkat agar mereka menunggu karena satu jam kemudian mereka akan kembali.


"Jadi bagaimana kabar kakek dan papamu???.


Aku tak menyangka waktu begitu cepat berlalu, bocah kecil yng selalu di gendong Malvin kini sudah besar dan menjadi dokter hebat" puji Seira


"Tuan Siera terlalu memuji, saya hanya mengikuti jejak kakek dan papa"


"Ya buah jatuh tak jauh dari pohonnya, kecuali di makan kelelawar" Seloroh Tuan Seira membuat semua orang tertawa


"Anda benar tuan ..."


Samuel hanya diam, dia tak sabaran menunggu Ken mengutarakan maksud tujuan mereka ke rumah ini, Samuel terlihat gelisah.


Jane sudah selesai mandi dan makan, ia berlari kecil melewati ruang keluarga, Seira sengaja membawa Ken dan asistennya ke ruang keluarga, sebab hubungan Seira dan Malvin sangat baik,


Jane tak sabaran , ia ingin seger menemui Sandra. Sudah dua jam berlalu namun pintu ruangan dimana Sandra sedang dioperasi belum juga ada tanda akan di buka


"Jane jangan berlari nanti jatuh" teriak seorang wanita muda di belakang Jane


Semua orang menoleh ke arah sumber suara, nampak seorang anak reja berlari kecil . Saat melihat Matthew gadis kecil itu berhenti dan menunduk


"Maaf Jane tidak sopan opa" sapa Jane membungkuk hormat pada Matthew saat ia melihat kakek nya sedang ada tamu


"Tak apa jangan berlari, aunty mu susah mengejar mu" ucap Matthew khawatir akan kandungan Olla


"Permisi" ucap Jane sopan


"Cucu anda sangat sopan tuan"ucap Samuel


"Eh. Emm ya... Dia gadis kecil yang sopan" ucap Matthew tanpa mau meluruskan


Namun pandangan mata Samuel tiba-tiba tertuju pada sosok wanita muda yang menyusul Olla,


Bola mata Samuel membuat sempurna, ia terkejut


"Nona Olla...." gumam Sam mengenali wanita yang berjalan menyusul Olla.

__ADS_1


Matthew melihat bagaimana reaksi Sam, jelas ia mengenal menantunya


"Tuan Samuel, anda????"


"Apa kalian saling kenal????"tanya Kendrick juga penasaran


"Tidak dan iya" ucap Samuel membuat matthew dan Ken saling pandang bingung


"Tuan Sam...." ucap Olla tak kalah terkejut


"Apa yang kau lakukan di sini??" tanya Samuel penasaran, ia menghubungkan kalimat Matthew dan menyimpulkan.


"Apa kau bersama Aidan??" tanya Olla langsung, mengabaikan pertanyaan Samuel.


Olla mengedarkan pandangannya mencari keberadaan Aidan suami Sandra


"Tidak, tuan muda sedang sakit, kami...."


"Ah syukurlah, aku tidak susah-susah mencari kalian, tapi darimana kalian tahu Sandra disini??" tanya Olla santai


"Apa???? Jadi???? Jadi nyonya muda..."


"Loh bukannya kalian datang untuk menjemput Sandra????"tanya Olla bingung


"eh tapi bagaimana kalian bisa tahu???" Olla baru sadar jika keberadaan Sandra saja masih menjadi rahasia,


"Apa kalian ingin mencelakai saudariku??" tanya Olla mundur dua langkah


"Dengar nona Olla, kami memang mencari Sandra, seminggu lalu dia di culik seseorang"terang Samuel


"Ya, dan sebenarnya maksud keberadaan kamu disini ingin mencari Sandra, selama ini kami mengintai sebuah mansion di Utara, kamu menduga Sandra di bekap di sana, lalu sampai anak buah kamu mengabarkan jika ada yang melarikan diri, kamu melacak, mungkin saja itu Sandra dan pencarian kami berhenti di daerah ini.


kami tak menduga jika Sandra berada di mansion ini"


"Jadi kau memakai kakekmu..."


"Maafkan saya tuan Seira, saya tidak bermaksud tak sopan, hanya saja saya perlu alasan untuk ..."


"Sudah lah, wanita itu sedang melakukan operasi cecar" ucap


"Apa kondisinya???"


"Dia banyak mengeluarkan darah saat Olla membawanya dia sudah pendarahan.


Beruntung Olla dan anak buahnya datang di saat yang tepat, jika terlambat dikit aku tak tahu bagaimana kondisi wanita itu dan kedua rekannya.


Anak ini yng mencari pertolongan karena mobil yang mereka kendarai mengalami kecelakaan"


Kendrick mengangguk mengerti dan melemparkan pandangannya ke arah Jane


"Terima kasih gadis kecil" ucap Kendrick mengelus puncak kepala Jane


"Tidak perlu berterima kasih padaku, berterima kasihlah pada aunty Olla" ucap Jane polos

__ADS_1


"Olla terima kasih"ucap Ken dan Samuel tulus


"Itu sudah kewajiban ku, takdir mempertemukan ku kembali dengan saudariku.


Aku tahu kau pasti membenciku, aku tak keberatan karena aku yang bersalah.


Sam aku mengakui kesalahanku di masa lalu.


Aku bodoh dan menyesal sudah terhasut seseorang,


Selama ini aku mencari Sandra untuk meminta maaf padanya"ucap Olla terisak


"Bagaimanapun Nyonya mud pasti bahagia bisa bertemu dengan anda, saya yakin nyonya muda tak akan memendam dendam dengan anda"


"Aku berharap seperti itu"


"Tunggu, apa Sandra istrimu Ken???"


"Uhuk uhuk... " Ken terbatuk


"Bukan ...."


"Sebelumnya perkenalkan saya Samuel Asisten tuan muda keluarga Lawrence. Aidan Lawrence dan Sandra adalah istri tuan Aidan Lawrence"


"Ya tuhan.....


Ternyata Sandra itu nyonya muda keluarga Lawrence, sungguh kakek tua ini tak bisa melihat.


Maafkan saya tidak sopan"


"Tuan Seira, justru kami yang berterima kasih and mau melindungi nyonya kami.


Adapun penculikan itu di dalangnya sebuah organisasi mafia, itulah mengapa kamu kesulitan menemukan nyonya"


"Aku sudah menduga namun aku tak menyangka jika kejadiannya begitu rumit.


Apa Yanga kan kalian lakukan??.


Jika Kalian percaya pada kakek tua ini, aku Matthew Seira tak akan membuatkan para bajingan itu mendekati tempat ini"


"Kami perlu bantuan nda tuan...."


"Pa...., terima kasih"


"Sudah tugas papa syang.


Sekarang kita tunggu berita persalinan Sandra" ucap Matthew. Ia segera mengerjakan penjagaan lebih ketat.


Sementara itu Samuel sudah mengabarkan keberadaan Sandra, Aidan, Catty dan Layla sedang dalam perjalanan menuju mansion ini.


Berita tentang di ketemukan ya Sandra membuat semua orang bahagia, Namun bukan berarti mereka melepaskan Nina dan orang di belakang Nina begitu saja.


Keluarga Lawrence, Clift, white dan keluarga Smith meluluh ratakan markas organisasi mafia itu, sementara Alberto sudah meninggalkan negara X, keberadaanya tidak di ketahui. Begitu pula dengan Nina, semua orang masih mencari nya. Bahkan ia menjadi buron yang paling di cari di negara X

__ADS_1


Mansion itu sudah di amankan, beberapa pekerja di bebaskan setelah menjalani pemeriksaan ketat dan orang yang terlibat di amankan.


__ADS_2