
"Di racuni?????? Papa?????" tanya Alvaro tak percaya sambil menunjuk dirinya sendiri
"Iya, kami beberapa waktu lalu, ah maksudnya Kendrick melakukan test darah pada papa dan di temukan ada senyawa berbahaya di tubuh papa dan...
itu racun"ucap Catty mengigit bibirnya
"Ya Tuhan, siapa yang tega melakukan itu padaku???"ucap Alvaro merasa tubuhnya lemas.
Tidak pernah terbesit dalam pikirnya sedikit pun bahwa ada orang yang menginginkan kematiannya, tapi siapa????
Selama ini ia tak pernah punya musuh
"Pa, kami perlu kerjasama papa.
Kita harus menangkap pelakunya pa.
Tapi kita tak bisa mempublikasikan bahwa papa keracunan agar tidak membuat si pelaku waspada, sehingga pergerakan kita akan lebih leluasa menyelidiki ini. Aku takut jika mereka tahu kita akan kesulitan mencari pelakunya" ucap Catty
"Papa mengerti, lalu apa yang harus Papa lakukan????" tanya Alvaro sudah bisa menguasai keterkejutan
"Sandra mau bertanya detailnya dulu"ucap Sandra dan Catty dengan wajah serius.
Alvaro mengangguk, lalu Catty mengambil selembar kertas dan pena
Catty dalam posisi siap mencatat.
"Apa yang papa Konsumi setiap harinya????" tanya Sandra serius
"Teh, kopi itu hampir setiap hari"
"Siapa yang membuatkan???" tanya Catty gantian bertanya
"Sayang siapa lagi kalau bukan James, dia asisten pribadi papa" ucap Alvaro.
Catty dan Sandra saling pandang.
"Paman James masukan dalam list tersangka"
__ADS_1
"Sayang paman James mu sudah bersama keluarga kita sejak kamu kecil, kamu tumbuh bersama.
Kesedihannya pada keluarga kita..."
"Pa... Paman James juga patut kita curigai, dia selalu bersama papa, dan papa keracunan...."
"Selain paman James siapa yang sering berinteraksi dengan papa???"
"Mama mu, lalu sekertaris papa"
"Tante Imelda adalah sekertaris papa" ucap Catty menjelaskan pada Sandra
"Sayang Imelda sudah bertahun-tahun bekerja pada papa, Sejak ia belum menikah.
Rasanya..." Alvaro tidak berfikir jika pelakunya Imelda, sekretarisnya itu orang yang sangat jujur
"Pa justru tersangka bisa jadi orang terdekat papa.
Orang yang tahu kebiasaan papa, justru orang yang paling mungkin melakukan kejahatan
Ini hanya antisipasi, jika Tante Imelda bukan pelakunya maka kita tidak akan menindaknya.
"Benar kata Catty pa, kita akan memasukan Tante Imelda dalam daftar tersangka, termasuk asisten papa di kantor"ucap Sandra
"Alison???"
"Aku hampir lupa, Paman Alison" ucap Catty lalu mencatatnya
"Sayang itu..." Alvaro menghela nafas, mereka orang-orang kepercayaannya, rasanya sulit sekali percaya jika salah satu dari mereka pelakunya
Alvaro sulit membayangkan. Dalam hati ia berdoa semua bukan diantara mereka pelakunya
"Mulai besok Brian akan berada di sisi papa untuk memantau papa dan juga orang yang berinteraksi dengan papa"
"Brian untuk menjaga kalian berdua!!!!"tolak Alvaro tegas
"Aidan sudah ada bersamaku, aku tidak perlu pengawal lagi. Lagi pula keluarga Lawrence punya pengawal yang selalu menjagaku pa" ucap Sandra meyakinkan papanya
__ADS_1
"Aku juga bisa menjaga diriku sendiri.
Saat ini papa lebih perlu Brian, Selain kami, Brian adalah anak angkat papa juga, jadi kami yakin loyalitasnya"
"Tapi nak??"
"please pa, dengan adanya Brian kami bisa sedikit lega"ucap Sandra memohon. Alvaro menghela nafas pelan. Ia tak bisa membantah dua putrinya.
"Baiklah" ucap Alvaro pada akhirnya setuju.
Brian lalu masuk dan ikut dalam perundingan itu, mereka,
Keesokan harinya Nyonya dan tuan besar Clift tiba untuk menjenguk, Ayaka dan Lely juga ikut menjenguk
Alvaro sedang membaca surat kabar saat mereka datang, Sementara Catty sedang mandi dan Sandra sedang mengupaskan buah untuk papanya
"Sayang kau menunggui papamu?? Bukankah kaus sedang hamil, pasti tak nyaman bagimu berada di rumah sakit" ucap Monalisa langsung menghampiri Sandra dan mengelus perut buncit Sandra
"tidak nenek aku merasa baik-baik saja.
lagi pula ini kemauan aku Papa sudah melarang ku tapi aku hanya ingin dekat Papa"
"cih cari muka" Dengus Ayaka
Sementara Lely hanya diam.
Sandra hanya menoleh dan mengabaikan, ia tak mau meladeni Ayaka.
"Sayang, aku membawakan kau sup ayam ginseng, James mengatakan maag mu kambuh.
Kau pasti lup makan jika sibuk bekerja" ucap Lely
"Terima kasih istriku, aku sudah lebih baik. Aku hanya terlalu lelah"
"Sekalipun papa sibuk, ingat kesehatan papa" ucap Ayaka perhatian
"Terima kasih putri kecil papa" ucap Alvaro menoel hidung Bangir putrinya.
__ADS_1
Sandra ikut senang, papanya memang sosok pria idaman. Papa yang sempurna di mata Sandra.
Sandra tak pernah merasa iri saat Alvaro menunjukkan kisah sayangnya baik pada Catty maupun Ayaka, sebab mereka saudarinya.