
Pagi itu mereka lalui bersama dengan pancaran kebahagiaan. Sangat terlihat jelas di rona wajah keduanya, hanya ada senyuman, senyuman yang sangat jarang dipancarkan oleh wajah cantik tersebut.
Didalam mobil
"Hmm bagaimana jika nonton di bioskop?" usul Balin ketika mereka sudah berada diparkiran mobil.
Gia mikir-mikir sejenak. Selama ini sudah sangat lama ia tak ada waktu untuk sekedar menonton bioskop.
"Gia....." Panggil Balin seraya mengusap pucuk kepalanya dengan lembut.
"Iya...." Gia sentak kaget. "Hmm memangnya ada film bagus?" tanya Gia.
"Tunggu biar kita cek dulu," ucap Balin seraya meraih ponselnya yang diletakan di atas dasboard mobil. Lalu membuka situs media untuk melihat jadwal pemutaran perfilman Indonesia hari itu. "Oya ternyata film yang lagi viral akan di tayang tepat hari ini," pungkasnya.
"Film apa?" tanya Gia karena ia adalah tipe yang cuek dengan latar belakang hiburan karena tidak ada waktu untuknya bersantai selama ini, apa lagi tidak memiliki kekasih.
"KKN DI DESA PENARI!"
"Hah.....!!!"
Gia kaget karena ia sedikit mendapat informasi dari situs media tentang film yang lagi viral di Indonesia tersebut.
"Aku tidak suka film horor," ucapnya.
"Karena takut?" tebak Balin.
Gia mengangguk. "Bisa-bisa senam jantung," lirihnya.
"Kan ada aku, kamu tidak perlu takut. Ayolah!" Bujuk Balin dengan tatapan penuh harap.
__ADS_1
Gia menghela nafas berat. "Hmm apa ini ada unsurnya dengan mantan keka------"
"Gia!" Balin segera memotong ucapan Gia seraya menggelengkan kepala kasar.
"Maaf," lirih Gia dengan wajah menunduk.
Balin menghela nafas, ia sadar jika nadanya tadi membuat Gia tersentak kaget. "Dengar aku baik-baik, kamu dan dia tidak ada persamaannya karena setiap manusia memiliki karakternya masing-masing. Dan asal kamu tahu selama kami menjalin hubungan tidak pernah nonton bioskop bareng karena tidak ada waktu untuk bersantai, kami sibuk kerja. Tahu sendiri bagaiman menjadi bawahan tidak seenaknya," terang Balin.
Gia masih terdiam dengan wajah menunduk.
"Ini aku punya inisiatif sendiri. Tidak ada maksud ini itu, ini murni dari hatiku. Apa kamu mengerti?"
Gia mendongak. Balin terenyuh melihat mata itu berkaca-kaca sedang menatap kepadanya.
"Aku takut!" Lirih Gia. Spontan saja Balin mendekap tubuh itu.
Balin membiarkan Gia merasa tenang. Hingga mereka berada dalam mobil cukup lama.
***
Tiba di Grand Indonesia
Mall terbesar di Jakarta yang ramai dikunjungi. Ya mereka memilih salah satu pusat pembelanjaan tersebut.
Sebelum masuk bioskop mereka membeli minuman dan popcorn. Anggap saja mereka masih anak ABG.
Balin menggenggam tangan Gia. Di sana cukup berdesakan karena saking ramainya yang menonton film yang lagi viral tersebut.
Tiba di ruangan bioskop.
__ADS_1
"Kursi kita paling belakang," ucap Balin.
Gia mengikut saja tanpa protes.
Mereka duduk di kursi masing-masing, tentunya saling berdampingan. Gia sedikit aneh karena dibarisan mereka dan depan tidak ada penghuninya. "Bal kenapa barisan kita dan depan tidak ada orang?" tanya Gia penasaran.
"Sudah aku booking," sahut Balin dengan santai.
Dahi Gia mengerut dengan tatapan penuh tanya. "Memang masih ada orang selain kita yang akan nonton?" tanyanya.
Balin menggeleng. "Tidak, aku sengaja biar tidak berisik disaat pemutaran film. Anggap saja kita nonton berdua," bisik Balin sedikit menggoda, bahkan bibir sensualnya itu menyentuh daun telinga Gia.
Spontan saja Gia menarik kepalanya karena jantung berdegup kencang.
"Aneh-aneh saja," cicit Gia.
Balin tersenyum. Sungguh ia sangat bahagia, selama kehilangan Jill baru kali ini ia dapat tersenyum lepas bahkan tak dipaksakan.
"Jangan jauh-jauh, apa kamu tidak takut?" goda Balin karena Gia menggeser duduknya.
Gia yang benar-benar ketakutan spontan saja merubah kembali duduknya, hingga tubuh mereka saling berhimpitan.
Balin langsung mendekap penuh tubuh itu. Merangkul dengan kedua tangannya hingga memudahkan Gia meletakan kepalanya di dada bidang tersebut, dengan bibir melengkung manis.
Bersambung.....
🌹🌹🌹
Jangan lupa tinggalkan like vote favorit hadiah dan komennya agar author lebih semangat lagi
__ADS_1