
"Dengar Selena, disini di perusahaan dan bukan di rumah, harap profesionalisme mu" ucap Andy sinis. beberapa mata melihat pertengkaran itu, Selena merasa malu dan marah.
Andy mengatakan profesionalisme???
Apa dia sudah gila???
Dia membujuk Selena membeli saham lalu diatas namakan sepupu dan keponakan Andy, dengan alasan untuk Jordan namun kini ia sendiri yang menjabat sebagai pimpinan
"Tuan Kelly saya...."
"Buat janji dulu, permisi" ucap Andy melenggang pergi tanpa perduli perasaan Selena.
Selena mengepalkan Tangannya, air matanya jatuh, ia sangat amat marah dan malu.
"Sungguh suami idaman" ejek Aidan berdiri di samping mama nya
"Tutup mulutmu anak sialan"
"Upssss maaf mamaku tersayang, aku yakin kau saat ini dalam mood yang sangat buruk karena melihat wajah di balik topeng suamimu.
Aku harap, kau tak menangis di pojokan kasur"cibir Aidan, Salena melayangkan tamparan ke wajah putranya ,namun Aidan menangkapnya
"Sekalipun kau mamaku, kau tak punya hak menamparku, kau tidak menganggap ku anak, kau tidak membesarkan ku , kau tidak pernah mengakui aku putramu, jadi jangan bertingkah konyol" ucap Aidan dengan suara dalam menatap tajam Selena ,
Selena bisa melihat sorot mata kebencian di mata Aidan, Ia merasa hatinya seperti di tusuk.
"Kau...."
"Dengar Mama ku sayang, kuatkan hatimu, kuatkan jiwamu. Aku takut kau akan depresi saat sebuah kebenaran terungkap. Dan saat itu aku ingin kau menyesal meratapi perbuatan buruk mu sepanjang hidupmu!!!!" ucap Aidan lalu melangkah pergi
"Anak Sialan, durhakaaaaaa!!!!!" teriak Selena namun Aidna tak perduli, ia terus berjalan
"Nyonya apa anda mau saya antar pulang????"
__ADS_1
"Pergi kau, kau sama hina ny dengan anak itu" teriak Selena memaki Samuel
"Ckckck anda sudah tak tertolong nyonya"
"Dasar sialan, semua siaalaaannn!!!" maki Selena kesal. Samuel mengabaikan Selena yang menggila di ruang rapat, ia hanya meminta anak buahnya membawa Selena ke kediamannya.
"Cinta membuat orang buta mata hati, ironis" ucap Samuel lirih
Aidan merapihkan barang-barangnya, Aidan tak menduga Andy akan secepat itu datang, ria paruh baya itu menatap Aidan dengan pandangan merendahkan
"Kasihan sekali kau tuan muda Lawrence"cibir Andy yang di balas tawa mengejek keponakan dan sepupu Andy
"Kasihan??? Untuk apa???"
"Jangan berpura-pura tegar, bukankah perusahaan ini milik keluarga Lawrence dan perusahan yang dengan susah payah kau bangun, kini perubahan ini di bawah kendaliku"
"Papa tiriku yang baik hati, sepertinya aku terlalu tinggi memandang mu memiliki rasa malu, nyatanya kau sungguh tak tahu malu.
"Nyatanya aku kini pemimpinnya, tak perduli bagaimana prosesnya"
"Hahaha i menyedihkan, kau tahu???
kau hanya seorang Banci yang menjilat ketiak tuannya, sekali pesuruh selamanya pesuruh hanya kini pesuruh itu mau cari pamor.
Sesuatu yang di dapat cepat akan hilang dengan cepat"
"Kau....
Ah sudahlah, ku biarkan kau melampiaskan kesedihanmu, jika dengan kata-kata mu bisa menghibur kegagalanmu.
Aku tak keberatan.Oh ya, apa aku perlu sambil memainkan biola kesayanganku saat kau menggonggong???
"Ku anggap kau menggonggong, karena kau yang menghampiriku , selamat menikmati waktumu selagi bisa" ucap Aidan dengan senyum penuh arti.
__ADS_1
"Tentu saja aku akan menikmati, mungkin aku akan segera mengganti nama perusahaan ini menjadi perusahaan. Keluarga Kelly" ucap Andy mengompori Aidna berharap Aidan marah, namun sejak tadi ia memprovokasi Aidan tidak terpancing, Aidan masih terlihat santai.
Bukankah seharusnya Aidan akan kebakaran jenggot karena ia kini didepak dari kursi pimpinan ??? Tapi mengapa Aidan masih terlihat santai???
Andy jadi merasa ada yang salah
"Om mati kita rayakan keberhasilan kita"
"Tidak, jangan sekarang.
Apa kalian tidak lihat??? Seharusnya reaksi Aidan itu marah, kesal, kecewa.
Tapi ini ia terlihat sangat tenang, tidakkah klain mencurigai sesuatu???"tanya Andy
"Om hanya terlalu banyak berfikir.
Aidna pria yang angkuh, mungkin ia merasa malu kalah dari om.
Kini dia hanya pegawai bisa, hanya soal waktu kita mendepaknya keluar dari perusahaan ini.
Kita hanya perlu membeli beberapa saham dan kita akan menjadi pemegang saham tertinggi"
"Benar om kata Wahyu"
"Tapi...."
"Om terlalu banyak berfikir.
Owh ya om bagaimana dengan wanita tua itu???" tanya Wahyu
"Wanita itu????
Aku punya rencana manis untuknya" ucap Andy menyeringai lebar
__ADS_1