
"apa yang kau mau?"
"kamu!"
Shean mengerti tapi hanya ingin memastikan maksud Selena, kemudian dia bertanya "apa yang kau mau dariku?" tanya nya.
Selena tersenyum miring "aku tau kamu paham maksudku She" Selena menatap Shean "aku menginginkan kamu kembali" tegas nya.
Shean menatap tajam Selena, dia sudah mengira apa maksud Selena sebenarnya. Dia juga berpikir kembali bahwa data perusahaan yang sudah dikerjakannya semalaman, tidak bisa diperbaiki lagi. Walaupun data perusahaan terlihat baik baik saja, tapi nyatanya tidak seperti itu. Jika data itu tidak membaik, dalam waktu cepat perusahaan akan mengalami masalah besar seperti dulu.
"dia yang melakukannya lagi kali ini" kata Shean.
Selena tau maksud Shean " tentu saja dia yang melakukannya, aku mana mengerti bagaimana menyabotase data orang lain. Kau tau She, mantan suamiku bisa diandalkan" kata nya.
"kalau dia bisa diandalkan, kenapa kau masih menginginkanku?" Shean bertanya dingin.
"karena aku mencintaimu" kata Selena yakin.
Sebenarnya dari sudut pandang Shean apa yang dilakukan Selena itu bukanlah cinta melainkan ambisi. Shean sudah kecewa dua kali karena Selena, dia cukup bodoh kalau masih mempercayai Selena kali ini.
"aku tidak akan kembali padamu" Shean berkata tegas.
Selena menatap Shean dengan nyalang, ada amarah disorot matanya. Namun Selena tidak bisa menunjukan kalau sekarang dia sudah terpancing emosi. Jika dia melakukan itu rencananya akan gagal.
"terserah, tapi siap siap saja mengalami kebangkrutan" kata Selena.
Shean kembali terdiam, dia tidak ingin kembali dengan Selena. Shean sekarang sudah memiliki Lira dihatinya, dan akan seperti itu selamanya. Tapi Shean juga tidak bisa egois, dia juga memikirkan para pekerja dan karyawannya. Jika perusahaan sampai bangkrut itu akan berdampak besar bagi semuanya, terlebih Shean akan mengecewakan ayahnya karena sudah mempercayakan perusahaan untuk Shean pimpin.
Walaupun perusahaan itu bukan satu satunya yang dimiliki oleh keluarga Pratama, tapi perusahan itu sudah cukup sukses dibawah kepemimpinan Shean. Bahkan tuan Pratama sangat mempercayai Shean bisa mengelola perusahaan yang lain juga kedepannya. Tapi jika sampai Shean membiarkan perusahaan bangkrut kali ini, entah apa yang dapat Shean jelaskan kepada tuan Pratama.
"aku.." Shean ragu. Sedangkan Selena sudah berbinar kalau Shean akan menyetujui persyaratannya.
"kalau aku kembali padamu, apa kau tidak akan mengganggu Perusahaan dan juga Lira?" tanya Shean.
"tentu saja, Perusahaanmu akan baik baik saja dan aku tidak akan mengganggu istrimu itu"
__ADS_1
Sebenarnya Selena tidak yakin kalau mantan suaminya akan membiarkan perusahaan Shean selamat kali ini. Bahkan mungkin mantan suaminya akan melakukan hal yang lebih buruk. Tapi karena Selena sudah terobsesi dengan Shean, dia akan melakukan apapun untuk mendapatkannya kembali.
"kalau begitu-" Shean akan menyetujuinya, tapi tiba tiba dia mendapat telepon dari seseorang.
Shean menutup teleponnya dengan tenang. Ketegangan dan rasa khawatirnya segera lenyap setelah panggilan terputus.
"apa kau menyetujuinya?" Selena tidak sabar.
Shean menatap Selana lekat dengan ekspresi dinginnya "maaf, tapi aku tidak bisa kembali padamu" Shean berdiri dari duduknya dan segera melangkah pergi.
"tunggu!" Shean berhenti "perusahaanmu akan bangkrut" Selena berteriak.
Shean tidak memperdulikan Selena dan meneruskan langkahnya. Selena terus berteriak memanggilnya, tapi Shean menulikan pendengarannya dan terus berjalan dan akhirnya pergi meninggalkan Selena yang sudah sangat kesal.
☆☆☆
Didalam ruangan Shean, Lira dan Key tengah menyenderkan punggung mereka dikepala sofa. Mereka sangat lelah setelah berjam jam mengerjakan data yang bermasalah itu.
"mataku pegal sekali kak" kata Lira memejamkan mata.
Lira tersenyum kecil sebagai jawaban, kali ini dia juga membantu permasalahan Shean. Lira senang jika dirinya bisa membantu orang lain, walaupun itu bukan Shean dia juga akan membantunya.
Data perusahaan yang sudah kembali seperti semula, sebenarnya tidak ada kesalahan didalamnya. Tapi seseorang menyabotase dan memasukan virus kedalam data tersebut. Mungkin orang itu adalah seorang Heacker, tapi dia tidak tau jika Lira juga sebenarnya adalah seorang Heacker propesional. Dengan kata lain, walaupun cukup lama Lira memperbaiki data itu, tapi dia akhirnya berhasil juga. Dan kali ini Lira menanamkan sebuah virus yang bisa melindungi perusahaan Shean, dan membunuh siapapun yang menyerangnya.
"Apa Shean akan kesini kak?" tanya Lira.
"ya, aku sudah menelponnya. Tapi sepertinya dia tidak dirumah waktu aku menelponnya" kata Key.
"kalau begitu, apa kakak bisa menelponnya lagi untuk membawa makanan kesini. Aku lapar" Lira memelas.
Key tersenyum gemas melihat tingkah Lira yang seperti anak kecil.
"aku berharap anakku dan Jeni mirip denganmu"
"Hah?"
__ADS_1
"yah.. karena kamu cantik, baik hati, ceria dan menggemaskan. Kalau saja aku bertemu denganmu sebelum aku menikah dengan Jeni. Mungkin aku akan meminta papa untuk menjadikanmu istriku" kata Key santai.
"Hah?" Lira mengernyit, asal tau saja dia tidak peka.
"lupakan!" kata Key.
Lira mungkin tidak mengerti tapi orang yang sedang berdiri di ambang pintu, mendengar perkataan terakhir Key. Key menyadari aura dingin disekitarnya dan melihat ke arah pintu.
"kau sudah datang" kata Key.
Lira menegakan duduknya dan melihat arah pandang Key.
"She" panggil Lira.
Shean berjalan masuk dan menutup pintu. Di tangannya terdapat sebuah bingkisan yang sepertinya makanan.
"wah wah wah. Kamu bawa apa She" Lira langsung menyambar bingkisan yang dibawa Shean. Sedangkan Shean mendudukan dirinya di samping Lira, dan masih menatap Key tajam.
"aku sudah lapar dari tadi" Lira langsung melahap makanan.
Jengah dengan Shean yang selalu menatapnya dari tadi, akhirnya Key bicara"jangan melihatku seperti itu She! Aku hanya mengatakan 'Jika', jadi jangan cemburu" Key menegas kan, kemudian tersenyum jahil ke arah Shean. Sedangkan siempunya memalingkan wajah.
Lira hanya melirik Shean dan Key bergantian, kemudian kembali pokus ke makanannya.
☆☆☆
Rencana Selena kali ini sudah gagal, tapi dia masih mempunyai sesuatu yang bisa mengacaukan Shean. Jika Shean tidak bisa kembali bersamanya, maka siapapun tidak bisa bersamanya termasuk juga Lira.
Kali ini Selena tidak akan membuat tawar menawar dengan Shean, tapi akan langsung membuat masalah dengan pernikahan Shean. Tadinya Selena tidak akan menggunakan sesuatu yang Mia berikan waktu itu untuk mengancam Shean. Tapi karena rencananya sudah gagal, bukan hanya mengancam, Selena akan langsung membuat masalah yang besar.
"kau sudah membuatku marah She, jangan harap pernikahanmu akan baik baik saja. Jadi bersiap siaplah dengan sesuatu yang akan aku lakukan" kata Selena marah.
"aku tau ada seseorang yang selalu menentang pernikahanmu selain aku She. Aku tidak bisa membayangkan jika orang itu tau akan kebenaran pernikahanmu" Selena tertawa renyah.
Saat ini Selena tengah berada di Apartement nya, dan keadaan didalamnya sudah kacau. Setelah pulang dari bertemu Shean, Selana langsung melampiaskan amarahnya didalam Apartement miliknya. Selena menghancurkan segalanya yang dia lihat, sampai dia mengingat sesuatu yang membuat amarahnya sedikit berkurang. Yaitu sesuatu yang diberikan Mia sebelumnya.
__ADS_1
"tunggu aku She"