Perjanjian Pernikahan

Perjanjian Pernikahan
Perasaan Lira dan Shean


__ADS_3

Perjanjian tinggallah perjanjian, karena Shean sekarang sudah benar benar jatuh kedalam pesona Lira, walaupun sebenarnya Lira tidak pernah ingin membuat Shean terpesona.


Dengan sifat dan sikap Lira yang cuek dan apa adanya, Lira tidak pernah terpikirkan jika Shean akan menaruh hati kepadanya. Lira bukan hanya tidak pernah terpikirkan, namun juga dia berharap hubungannya dengan Shean hanya sebatas perjanjian.


Tapi dengan apa yang dilakukan Shean akhir akhir ini kepadanya, Lira mulai merasa ada getaran didalam hatinya. Perasaan yang sebelumnya tidak pernah ia rasakan dengan siapapun, dia rasakan pada saat bersama Shean. Pada awalnya Lira merasa aneh dan risih dengan tingkah Shean yang awalnya tidak peduli padanya menjadi sedikit peduli, yah hanya sedikit itulah yang dirasakan Lira.


"sudah selesai? lama sekali!" Lira tidak sabaran menunggu Shean keluar dari kamar mandi.


Lira sudah kebelet buang air kecil dari sejak lima menit yang lalu, namun Shean malah tidak keluar keluar dari kamar mandi.


Ceklek


Pintu kamar mandi terbuka dan Lira langsung melesat masuk dan menutup pintu kamar mandi dengan terburu buru. Shean hanya menatap datar pintu yang tertutup itu.


Sepuluh menit kemudian Lira keluar dari kamar mandi dengan rambut yang masih sedikit berantakan, namun wajahnya sudah terlihat segar dan bersih dengan tetesan tetesan kecil yang menggantung diujung rambutnya. Nampaknya dia hanya cuci muka dan gosok gigi saja dipagi hari.


"Bisa tidak kalau mandi itu jangan lama lama? hampir saja aku ngompol dicelana" gerutu Lira pada Shean.


Shean tidak menanggapinya, dia sedang berkutat dengan dasi abu abu yang menggantung dilehernya.


Lira melihat Shean yang sepertinya kesusahan memakai dasi, tanpa curiga langsung menghampirinya dan mengambil alih dasi itu.


"memakai dasi saja tidak bisa" kata Lira dan mulai memasangkan dasi dileher Shean.


Shean hanya bisa tersenyum dalam hati, karena rencananya berhasil. Dia melihat Lira yang sedang serius, membuatnya gemas sendiri dan ingin mencubit pipi putih Lira. Namun dia mengurungkan niatnya karena kini Lira sudah selesai dengan kegiatannya.


☆☆☆


"kau terlihat senang" kata Key yang sekarang tengah duduk dihadapan Shean.


Sepuluh menit yang lalu Key datang keperusahaan Shean untuk membahas kerja sama dengan adiknya itu. Key merasa ada sesuatu yang membuat Shean terlihat bahagia hari ini. Walaupun pada kenyataannya Shean hanya menunjukan wajah datar seperti biasanya dimata orang lain, namun tidak untuk Key.


Key penasaran dan mulai menanyakannya lagi "apa ada sesuatu yang baik yang terjadi denganmu?" tanya Key dengan senyum jenakanya.


"tidak ada" jawab Shean singkat.

__ADS_1


Namun Key merasa Shean memang tidak ingin mengatakannya pada Key. Dia tersenyum kecil ketika ada raut bahagia diwajah Shean yang sudah tidak Key lihat selama bertahun tahun.


Key adalah orang yang sangat mengerti Shean dibandingkan saudara saudaranya yang lain. Dia juga yang selalu menyemangati Shean ketika dia terpuruk karena pernikahan Selena dengan orang lain.


Key juga lah yang menyaksikan Shean terjatuh sejatuh jatuhnya dan ketika dia berusaha untuk bangkit, kemudia terjatuh kembali dan bangkit lagi.


Shean pernah sangat terpuruk ketika harus kehilangan Selena tiga tahun yang lalu. Bukan kehilangan tepatnya, melainkan dikhianati dan ditinggal menikah dengan pengusaha kaya. Namun setahun kemudian Selena kembali kekehidupan Shean dan berjanji tidak akan mengkhianati Shean lagi.


Shean mencoba untuk percaya dan menerima Selena kembali, namun Shean dikecewakan untuk kedua kalinya karena Selena yang kembali lagi dengan suaminya, dan Shean yang harus mengalami masalah diperusahaannya karena ulah suami Selena yang cemburu padanya.


Shean kemudian bangkit dari keterpurukannya, namun dia berubah jadi pribadi yang berbeda. Dia jadi lebih serius dan dingin. Key menyaksikan semua itu dan sangat sangat tau dengan apa yang Shean rasakan.


Kini Shean mulai menunjukan dirinya yang dulu, dan itu membuat Key bersyukur karenanya. Walaupun menurut semua orang Shean masihlah Shean yang biasa, dingin dan serius. Namun Key tau ada sorot kebahagiaan dimatanya.


"Kau pulang jam berapa?" tanya Key ketika dirinya akan pergi dari ruangan Shean.


"jam lima" jawab Shean singkat.


"ok kita makan malam bersama, akhir akhir ini semua jadi canggung dan kikuk karena kejadian beberapa hari yang lalu" kata Key sedekit sedih.


"ini jelas bukan salahnya bahkan Jeni yang memulai semua itu. Tapi yang patut disalahkan adalah Mia. Tapi ya sudahlah, itu sudah berlalu. Baiklah jangan lupa makan malam bersama" setelah mengatakan itu Key langsung pergi dari hadapan Shean.


☆☆☆


Lira sedang duduk di sofa ruang keluarga dirumahnya, dirumah dadynya. Dari sejak dia datang kerumah itu, dia selalu menampilkan ekspresi rumit yang membuat dadynya heran sendiri.


"ada apa sayang?" tanya tuan Broto yang sudah tidak tahan dengan sikap putrinya itu.


"tidak ada dad" jawab Lira dan masih dengan posisinya.


"tidak bagaimana. dari tadi kamu hanya diam saja" kata tuan Broto.


"mungkin dia lagi kemasukan dad" itu dari Dion yang baru saja pulang kantor.


"hus.. jangan bilang begitu!" kata tuan Broto.

__ADS_1


Dion hanya terkikik kecil dan langsung mendudukan dirinya disamping Lira.


"kamu kenapa ra? ada masalah dengan si muka tembok itu" Dion jelas menyindir Shean.


"..."


"ceritalah. apa dia melakukan sesuatu padamu?" Dion mulai tidak sabar.


"ceritah sayang..." tuan Broto juga penasaran dan tidak terpengaruh dengan yang Dion ucapkan tentang Shean.


Lira menghela nafasnya dalam, kemudian mulai menceritakan apa yang dia rasakan beberapa hari ini. Dari mulai Shean yang bersikap aneh terhadapnya sampai mulai dia yang perhatian ke Lira.


Lira juga menceritakan bagaimana perasaannya dari awal Shean bersikap lembut terhadapnya. Lira menceritakan dia yang awalnya biasa saja terhadap Shean, mulai merasakan getaran getaran dihatinya.


Tuan Broto dan Dion tau bagaimana kondisi pernikahan Lira yang monoton dan biasa biasa saja. tuan Broto juga tau jika Lira dan Shean tidak saling mencintai, namun dia tidak tau jika ada sebuah perjanjian dipernikahan anaknya itu.


Tuan Broto tersenyum senang mendengar cerita Lira, sedangkan Dion menampilkan ekspresi yang sulit dimengerti.


"begitulah dad" kata Lira setelah selesai bercerita.


"itu bagus sayang. mungkin kalian sudah mulai saling menerima" kata tuan Broto yang membuat Lira memiringkan kepalanya bingung.


"iya sayang kamu mungkin mulai menyukai Shean" lanjutnya dan tersenyum cerah.


"tapi dad itu tidak mungkin karena-" Lira tidak meneruskan perkataannya, karena dia mengingat perjanjiannya dengan Shean.


"kamu mungkin belum mengerti karena belum pernah merasakannya. Namun nanti kamu juga menyadarinya" tuan Broto mengusap kepala Lira sayang.


"jika kamu memang menyukai pria itu, kakak tidak bisa melarangnya, walaupun kakak berharap kamu tidak akan menaruh hati padanya. Namun kakak hanya mau mengingatkan, jangan terlalu mencintainya jika kamu tidak ingin sakit hati" kata Dion yang penuh dengan arti didalamnya.


Kini bukan hanya Lira yang tidak mengerti dengan kata kata Dion, tuan Broto juga merasa ada yang aneh.


"maksudnya kak?" tanya Lira.


Dion tersenyum hangat menatap Lira "intinya kakak selalu ingin kamu bahagia" katanya dan mengusak rambut Lira.

__ADS_1


Dion mulai khawatir dengan perasaan cinta yang sudah mulai timbul dihati Lira. Dion belum bisa percaya dengan Shean yang mulai mencintai Lira, karena dia tau akhir akhir ini Shean selalu bertemu dengan wanita yang Dion tau adalah mantan pacar Shean. Namun Dion juga ingin adiknya bahagia dalam pernikahannya.


__ADS_2