Perjanjian Pernikahan

Perjanjian Pernikahan
Rencana di mulai


__ADS_3

"Jauhkan tangan mu dari perut istriku, dasar gatal" bentak Aidan membuat semua orang terkejut. Mereka serempak menoleh ke arah sumber suara.


Seringai lebar tersungging di bibir Ibra begitu juga semua orang..


Mereka belum memulai rencana Mereka untuk membuat Aidan cemburu, namun sepertinya misi itu di mulai sekarang.


Mereka sedang menikmati lantunan ayat suci Al-Quran dari bibir Ibra, Begitupula Kendrick dan Catty yang notabene nya berbeda keyakinan, namun mereka ikut terhipnotis juga


Suara merdu Ibra membuat hati merasa terasa damai.


Layla yang belum pernah mendengar terkesima, ia tak menyangka lelaki konyol itu jago juga mengaji.


Namun melihat latar belakang Ibra yang bukan orang sembarangan di negara nya, Layla jadi mengerti


Di balik kelakuannya yang konyol dan suka usil, pria itu sosok yang agamis.


Kedatangan Aidan yang tak terduga membuat mereka sedikit kesal, Aidan merusak momen indah itu.


"Kamu apa-apa an sih mas???" gerutu Sandra yang merasa terganggu sebab Aidan berteriak kencang


"Kamu yang apa-apaan????? ingat Sandra, walau aku amnesia tapi aku tahu kau istriku"ucap Aidan spontan


"Ya Tuhan, Habisnya kamu kan bilang yang kamu cinta Ama seseorang, Lalu mengapa kamu marah?????, aku pikir kamu lupa aku istrimu mas" ucap Sandra santai sengaja menggoda Aidan


"Sandra .itu...


Pokoknya jauhi pria lain, terutama dua kecoa itu.." Aidan tak suka Sandra berbicara seperti itu terlebih didepan dua pria yang membuatnya kesal.


Ia juga tak tahu mengapa sahabatnya, Kendrick sepertinya dekat dengan Reihan dan Ibra.


Aidan tak suka.


Apalagi Reihan blak-blakan mengatakan menyukai Sandra dan akan merebut Sandra, Aidan sudah memasang alarm tanda bahaya di dekat Reihan.


"Awww kecoa, kalau kita kecoa dia ap guys???" ledek Ibrahim memulai usilnya


"Tikus, eh bukan kutu kupret" ucap Reihan menimpali lalu keduanya tertawa sambil TOS


",Kaliaaaaannn....


Keluar dari kediamanku, klain tak di terima disini"


"Mas ... Dia tamuku.


Kalau ku mengusir mereka, kau mengusirku juga???"


"Sandra.... Itu..."


"Mas, Ibrahim sedang membacakan surat yusuf untuk anak kita, aku ingin sekali mendengarkannya.

__ADS_1


Anak kita di dalam sini juga langsung tenang, terkadang ia menendang halus tanda ia menyukai suara Ibra, tapi kau menggangguku." gerutu Sandra. Entah mengapa ia kesal sebab ia sangat merindukan suara Ibra mengaji. Mungkin bawaan bayinya juga.


"Aku hanya...." Aidan bingung harus mengatakan apa


"Karena suamiku tak bisa, jadi aku minta tolong pamannya"


"Siapa pamannya???" tanya Aidan tak suka


"Kami...." ucap Ibra, Rei dan Ken


"Mengapa kau juga ikutan Ken???" dengus Aidan karena kendrick


"Loh kenapa??? Aku kan pada akhirnya akan menikahi Catty, yang artinya....


Aku akan menjadi uncle nya" seringai lebar Kendrick


"Aku tak setuju"jawab Aidan. spontan


"Kenapa aku perduli kau tak setuju.


Yang mau menikah itu Aku dan Kendrick. Dan kau tak ada hubungannya" ucap Catty kesal


"Jadi kau mau menikah segera denganku?????" tanya Kendrick senang bukan main


"Setelah temanmu yang gila ini sembuh" ucap Catty membuat Ibrahim dan Layla tertawa begitu pula Reihan


"Hahaha, kakak ipar kau kejam"ucap Reihan


"Sayang setelah Sandra melahirkan saja"


"Tidak mau, aku tak tenang dan tak bisa menjaga saudariku jika aku menikah dan lelaki payah itu belum mengingat Sandra"


"Siapa yang kau panggil payah??" tanya Aidan


"Kauuuuuu" tunjuk semua orang serentak lalu mereka tertawa terbahak-bahak bersama.


Satu lawan enam orang, dia kalah telak


"Aku .. Aku yang akan membacakannya untukmu" ucap Aidan Ragu


"Dia bisa??" bisik Ibrahim pada Reihan"


"Mungkin saja, jika tidak bisa dia jenius dan bisa belajar dengan cepat" ucap Reihan walau kesal pada Aidan, ia memuji sahabatnya itu.


"Aaa... baiklah, apa perlu aku mengajarkannya???" tanya Ibrahim


"Tidak" jawab Layla


"Iya" jawab Reihan

__ADS_1


"Hei ... Perlu atau tidak???"


"Ajarkan saja, kau bisa sekalian mengerjainya" ucap Reihan membuat keduanya nyengir kuda lalu kembali TOS


Layla dan Sandra hanya menggeleng pelan


"Sis, aku khawatir Aidan di kerjain oleh kedua manusia aneh itu"


"Biarkan saja, itung-itung misi di mulai bukankah lebih baik" ucap Catty berpendapat


"Kau benar sis" ucap Layla setuju


"Tapi..."


"Mau sehat ga suaminya Jeung??" ucap Layla mengingatkan


"Ya sudah, asal dalam batas wajar" desah Sandra pasrah


Kini semua orang berkumpul kembali, Aidan mau tak mau ikut nimbrung. I yang sibuk sendiri menjauhkan istrinya dari kedua pria yang membuatnya cemburu itu.


Kendrick dalam hati tertawa puas, ia bisa melihat wajah kesal Aidan, Untuk pertama kalinya Aidna di kerjain orang, biasanya ia yang suka mengerjai orang lain.


Akhirnya dengan terpaksa juga Aidan memperkenankan Ibra dan Layla tinggal di kediaman nya demi tidak membuat Sandra kesal.


Namun yang membuat ia tambah kesal adalah, Reihan sampai cek out dari hotelnya lalu bergabung tinggal di kediaman tersebut


Rumah yang bisanya sepi, kini ramai dan berisik.


Aidan sangat terganggu.


Dan demi keamanan, ia sudah menyandar Sandra ke kamarnya. Ia khawatir Reihan dan Ibra akan menemui Sandra saat ia tidur nanti


Sandra tersenyum samar, ia sangat senang.


Semoga ini awal dari kebahagiaan mereka.


Namun Sandra kembali teringat perkataan Reihan. A mengelus perutnya pelan.


Ada rasa khawatir jikalau suatu saat Sarah akan datang dan membela dendam padanya, ia sangat mengenal bagaimana Sarah.


Sandra hanya khawatir Sarah kn menyakiti anak-anak nya nanti dan Sandra yakin Sarah kn mencari cara untuk membalaskan dendamnya.


"Kenapa kok bengong??"


"Tidak kenapa-napa" ucap Sandra menyembunyikan apa yang ia pikirkan


"Apa kau sangsi aku tak bisa baca Alquran??" tanya Aidna menebak


"Aku percaya kau bisa"

__ADS_1


"Jikalau aku tak bisa sesuatu, aku akan belajar" ucap Aidan membuat Sandra menoleh dan tersenyum


"Aku berharap, kau juga belajar mencintaiku lagi. Walaupun kau melupakan semua tentang kita" ucapan Sandra membuat Aidan terdiam


__ADS_2