
Alexander terkejut, ia tak pernah menyangka Nina bisa melakukan itu, terlebih kesalahan nina melanggar peraturan yang ia buat di mansion nya.
"Ceritakan secara detail" ucap Alberto dengan suara dingin. Jika Nina tidak di tindak maka kewibawaan Alberto akan hancur.
"Dua hari lalu nona membawa seorang wanita hamil dan mengurungnya di kamar tamu lantai satu.
Elsa rekanan saya berinisiatif membawakan makanan dan minuman ke kamar tersebut namun nona Nina marah besar dan... Dan....."
"Kepala.pelayan, panggil dia!!!!" bentak Alberto sangat marah
Seorang pria paruh baya datang bergegas dengan ajah pucat, terlebih melihat majikanya sedang murka.
Ia tak tahu kesalahan apa yang ia perbuat
"Sudah berapa.lama kau bekerja padaku???"
"Jawab tuan sudah dua tahun"
"Sebagai kepala pelayan apa kau sudah bosan???"
"Ampun tuan saya , saya mohon ampun"
"Aku dengan jelas mengatakan bahwa di kediaman ini aku ingin seperti layaknya rumah biasa tak ada kekerasan sekalipun aku seorang yang bergelut di dunia hitam tapi aku ingin merasa hidup normal.di rumahku sendiri.
Apa itu sulit????"
"Ampun tuan saya tahu kesalahan saya, tapi...
__ADS_1
Nona Nina, dia memanfaatkan kekuasaan yang di berikan Tuan bahkan saya tak berkutik"
"Sial, aku sudah salah langkah" ucap Alberto memijit kepalanya yang berdenyut. Ia memang meminta semua orang mematuhi Nina, tapi seharusnya orang-orang di kediaman tahu batasannya kan????
"Lapor.vis, nona Nina sudah membunuh Elsa dia...."
"Sayang kau kembali lebih cepat" ucap Nina sudah berganti pakaian.
Sorot mata Nina tajam mengancam semua orang namun berubah lembut dan menggoda saat menatap Alberto
"Kalian suka bubar" ucap Alberto.
Nina tanpa.malu langsung duduk di pangkuan pria paruh baya itu. Ia tahu jika pelayan rendahan itu sudah mengadukan kelakuannya pada Alberto, salah satu cara menjinakkan Alberto adalah mengurungnya dalam pesonanya dan memanjakan hipnotisnya saat mereka sedang berhubungan intim nanti.
"Nina apa aku terlalu baik padanya sehingga kah kurang ajar dan melewati batas???" tanya Alberto langsung mencekik leher Nina
aku tahu aku salah.
Alberto maafkan aku hmmm??" Alberto menghempaskan tubuh Nina hingga terjatuh di lantai, Nina mengaduh kesakitan namun ia segera bangkit dan bersimpuh di kaki Alberto.
Nina tahu ia sudah membuat kesalahan besar, Alberto kini sangat murka
"Alberto maafkan aku please, aku tak akan mengulanginya lagi" ucap Nina, Nina mulai merayu sambil meraba Alberto, kemarahan alberto masih tinggi namun wanita itu mencoba memanfaatkannya.
Dua hari lalu, ia terjatuh hingga kepalanya belakangnya terantuk, namun Alberto bersyukur sebab karena itu pengaruh hipnotis Nina lenyap.
pria tua itu menarik tangan Nina hingga Nina mengaduh kesakitan, Alberto tak perduli, ia terus menarik tangan Nina hingga Nina merasa tangannya akan lepas dari pergelangan tangannya.
__ADS_1
Beberapa pelayan menatap.ngeri, mereka menanamkan dalam diri mereka rasa takut itu, konsekuensi dari sebuah pelanggaran. Alberto sengaja melakukan itu sebagai peringatan untuk yang lain dan bahwa peraturan yang di buatnya tak bisa di Langgar oleh siapapun tanpa terkecuali.
Sementara Kate yang melihat tersenyum sinis, ia terlihat sangat puas melihat penderitaan Nina.
di tempat lain Lee hanya menggeleng pelan lalu kembali memainkan pisau belati di tangannya, begitu juga beberapa anak buah Alberto lainnya, mereka malah sibuk dengan senjata mereka, mengelap senjata itu dengan penuh cinta seolah itu kekasih mereka.
Nina sampai menangis kesakitan, sesampainya di kamar, Alberto mengangkat tubuh Nina lalu melemparnya ke atas ranjang
"Sudah ku katakan jangan melewati batasanmu" ucap Alberto, Nina merangkak turun kembali bersimpuh di kaki Alberto
"Aku tahu aku salah, ini semua karena emosiku dan kebodohan ku. Aku hanya ingin membalas dendam" ucap Nina sesenggukan
"sebaiknya kau pakai otak jika ingin membalas dendam jangan karena ambisimu membuatku terkena imbasnya, sial" maki Alberto sangat marah
"Tolong beri aku kesempatan, aku ingin memperbaiki semuanya, Alberto....
Aku wanitamu, aku butuh kamu" Nina mulai menghipnotis memasukkan sugestinya tanpa Alberto sadari.
Kemarahan alberto sedikit memudar dan Nina segera memanfaatkan itu, ia mengelus bagian sensitif Alberto merambat naik hingga kini mata mereka bertemu
"Aku hanya milikmu, dan kau adalah kekasihku" ucap Nina" mereka lalu mulai bercumbu dan melakukan penyatuan.
Sementara di kamar lain, Kate yang penasaran apa yang di perbuat Nina segera menuju ruangan dimana Sandra di sekap dan betapa terkejutnya ia melihat darah berceceran di lantai.
Sandra Yang sedang menangis sambil memegangi tangannya yang terluka juga terkejut dengan kedatangan Kate, ia sampai mundur hingga ke tepi ranjang. Tubuhnya bergetar ketakutan
"Si...siapa kau???"
__ADS_1