Perjanjian Pernikahan

Perjanjian Pernikahan
Pertolongan Kate


__ADS_3

"Si...siapa kau???" Angin membawa aroma parfum Kate, Sandra yang memiliki penciuman tajam langsung bisa mengenalinya


"Kau...


Kau orang yang menculik ku bersama Nina.." ucap Sandra makin ketakutan, ia menarik jarum bius dari tangannya DNA mengarahkan ke lehernya


"Nak maafkan mama tidak bisa melindungi kalian" ucap Sandra memejamkan matanya menguatkan hatinya,


"Menjauh atau aku bunuh diri!!!" bentak Sandra saat Kate mendekati Sandra


"Tenang, tenangkan dirimu.


Kau banyak mengeluarkan darah"


"Bukan urusanmu!!!!"


"Dengar Sandra, namaku Kate.


Aku memang yang menculiknya bersama Nina.


Tapi percayalah, aku ingin menolong mu.


Lihat aku tak membawa apapun di tubuhku" ucap Kate meletakkan pisau dan senjata api di meja, Sandra terlihat masih tak percaya.


"Dengar, aku memang bukan orang baik, tapi aku juga manusia dan wanita, percayalah aku hanya ingin menolong mu. Jika kau kehabisan banyak darah, nyawa mu dan kedua anaknya dalam bahaya" ucap Kate yang memiliki pengetahuan medis


"Kau...


Kau tahu aku mengandung bayi kembar???"


"Pstttt kecilkan suaramu, aku kesini secara diam-diam jadi menurut lah jika kau ingin selamat" ucap Kate lalu dengan cekatan menjauhkan jarum infus dari leher Sandra, pertama-tama ia harus menghentikan pendarahan dan menjahit luka Sandra


"Aku akan membius mu agar saat ku jahit tidak sakit"


"Lakukanlah" ucap Sandra sedikit percaya pada Kate"


Dengan trampil Kate melakukan pekerjaannya, karena Sandra sednagbahmil.besar maka dosis obat bius hanya seperempatnya saja,


"Maaf kau pasti masih akan merasa sedikit sakit, ini demi"


"Aku tak keberatan" ucap Sandra lalu Kate mulai menjahit. Hingga selesai Sandra tak berteriak atau mengaduh walau air mata wanita cantik itu membasahi pipinya

__ADS_1


Kate merasa kagum.


"Terima kasih"


"Ini antibiotik untuk lukamu agar tidak infeksi dan aku masih harus meng infus mu"


"Kate, kau orang baik"


"Apa kau merasa begitu???"


"Ya kau memang orang baik, hanya saja mungkin keadaan membuatmu berjalan di jalan yang salah, maaf"


"Hahaha ITS ok, kau benar Sandra


Ini pertama kalinya ada orang yang tulus mengatakan kelebihan dan kekuranganku" ucap Kate terharu.


"istirahat lah, ku aan meminta pelayan mengantarkan makanan ke kamar mu"


"Kate terima kasih banyak"Kate mengangguk lalu meninggalkan kamar tersebut, sepuluh menit kemudian seorang pelayan masuk membawakan makanan


"Nyonya makanlah, saya akan menunggu anda menyelesaikan makanan anda"


"Nyonya apa anda khawatir saya menaruh racun di makanan anda???" tanya pelayan itu.


pelayan itu tersenyum hangat lalu mengambil sendok lalu menyendok makanan di piring, menuangkan di telapak tangannya dan memakannya


"Kau...."


"Lihat saya tidak mati keracunan kan???" ucap pelayan itu tersenyum


"Maafkan aku"


"Tidak Maslaah nyonya, saya tahu anda saat ini pasti sedang ketakutan dan tertekan, tapi percayalah, di rumah ini tidak boleh ada kekerasan, dan nona Nina sudah melanggarnya"


"A...apa??"


"Ya Saya tahu mungkin aneh bagi anda tapi begitulah peraturan yang di buat tuan besar.


Saya hanya berharap anda bisa di bebaskan,"


"Siapa namamu????"

__ADS_1


"Jane"


"Terima kasih Jane"


"tidak Maslah Nyonya habiskan makanan anda agar anak anda sehat" ucap Jane sopan.


Sandra mengangguk sambil tersenyum kikuk, usia Jane masih tergolong sangat muda, mungkin kisaran dua belas tahun, usia yang begitu muda mengapa bisa berada di tempat seperti ini. Apa yang terjadi padanya????


"Darimana kau perasaan Jane??"


"Sebuah daerah di negara Mediterania nyonya"


"Mengapa...."


"Aku penduduk gelap, mencari pekerjaan sulit dengan identitasku" ucap Jane mengerti maksud pertanyaan Sandra


"Aku harus keluar segera dari tempat ini, atau Nina akan membunuhku dan anak-anakku" ucap Sandra lirih


"Apa mereka kembar???"


"Ya mereka laki-laki dan perempuan"


"Ya tuhan itu sangat menggemaskan" pekik Jane antusias, ia bahkan berdiri di samping Sandra


"Apa kau ingin memegang mereka???"


Jane langsung memgaguk , Sandra mengambil tangan Jane dan meletakkannya di perutnya yang membuncit besar, seolah tahu Jane bukan orang yang berbahaya si kembar menendang nendang bergantian seolah menyapa


"Mereka.menyapamu Jane"


"Ya tuhan seperti ini mungkin saat ibuku hamil aku" ucap Jane antusias


"Tentu, dimana ibumu Jane??"


Wajah Jane langsung berubah murung


"Mereka sudah mati dalam pelarian kami. Keduanya mati untuk melindungimu" ucap Jane dengan suara bergetar.


"Jangan bersedih Jane, kau bisa menganggap ku mamamu jika kau mau dan mereka adalah adik-adik mu"


"Apa bisa???" tanya Jane berbinar senang, Sandra mengangguk, entah mengapa ia menyukai Jane saat pertama melihatnya, anak itu masih polos Jika ia bisa membawa Jane kabur dari tempat ini, itu lebih baik.

__ADS_1


__ADS_2