Perjanjian Pernikahan

Perjanjian Pernikahan
Di Usir


__ADS_3

"Larry...."


"Maa..... kok belum tidur???" tanya Larry lembut pada mamanya, Wajah Merry yang cantik kini terlihat di penuhi keriput, Larry merasa sangat bersalah pada mamanya, ia terlambat bertaubat dan belum bisa membahagiakan Merry


"Nina...


apa kau bertengkar dengannya lagi????"


"****** kecil itu...."


"Larry sekalipun dia bukan adik kandungku tapi..."


"Ma... Stop membela Nina, dia bukan anak yang tahu balas Budi. Setelah tahu bahwa nenek mewariskan kita beberapa aset, dia kembali dan berakting sebagai anak yang berbakti.


Apa urat malunya sudah putus??? Dia bukan keluarga Wilis, dalam tubuhnya bahkan tidak mengalir darah keluarga Wilis"Dengus Larry kesal


"Larry...." Merry tak bisa berkata apa-apa karena pada kenyataannya memang seperti itu karenina adalah anak angkat. anak hasil perselingkuhan suaminya dengan wanita lain.


Karenina sudah cukup beruntung Merry mau merawatnya dan menyayanginya hingga besar namun Karenina bukan orang yang tahu balas budi.


"Kita hanya bisa meminta dia mengambil putrinya" ucap Merry tersenyum getir


"Sudah seharusnya, biarkan Nina berada dalam perawatan pria sialan itu"


"Dia papamu"


"Ma, dia bukan papaku, dia hanya mantan suami mama, karena papaku sendiri sudah wafat" ucap Larry tegas, Merry memgaguk pelan,


Jika saja Simon dulu bisa bersikap baik pada Larry mungkin Larry masih mau menerima Simon.


#Flash Back Off


"Maaf nona Wilis, kami tidak bisa mengatakannya"ucap pelayan itu masih berusaha sopan sekalipun amarah Karenina sudah meledak-ledak dan menunjuk-nunjuk wajah pelayan paruh baya itu


"kalian apa tidak tahu siapa aku????


Aku adalah kekasih tuan muda kalian calon Nyonya muda kalian, berani-beraninya kalian menyembunyikan kebenaran di mana Aidan kini berada"ucapkan Nina dengan sombongnya


"maaf Nona kami benar-benar sungguh tidak tahu ke mana tuan muda dan nyonya....

__ADS_1


maksud saya tuan muda pergi"


"apa kamu bilang tadi????"tanya Karenina mencengkram tangan pelayan paruh baya itu dengan kencang


"lepaskan pelayan itu!!!!!!"sebuah suara lantang dan dingin terdengar dari arah belakang


"oh kacungnya Aidan"ejek Nina dengan pandangan merendahkan ke arah Samuel


saat itu Samuel sedang kembali ke apartemennya untuk mengambil beberapa berkas yang ia perlukan untuk pekerjaannya namun seorang kepala pelayan langsung menghubunginya saat karena datang mereka khawatir tak bisa menghalau wanita itu dan wanita itu akan membuat keributan di kediaman tersebut.


secepat kilat Samuel langsung menuju mansion pinggir pantai yang selama ini menjadi kediaman Aidan dan Sandra.


"lepaskan tanganmu dari pelayan itu!!!"kali ini suara Samuel sangat kencang dan terlihat sangat marah.


"Nina berani-beraninya menyakiti orang kediaman keluarga Lawrence dan bersikap arogan di kediaman ini"


"Samuel...."tangan Samuel langsung memukul tangan Nina membuat Nina sontak melepaskan cengkeramannya pada pelayan paruh baya tersebut


"Awwww


lancang Kau berani sekali memukulku Apa kau lupa siapa aku??????"teriak Karenina marah


"justru karena kau bukan siapa-siapa di mansion ini kau tidak punya berhak menyakiti orang keluarga Lawrence apalagi memerintah dan bertindak semau mu di tempat ini"


"apa perkataanku ada yang salah?????


dengar Nona Karenina.


kedatanganmu tidak disambut dan tidak diperkenankan lagi memasuki area mansion ini.


pintu keluar masih di tempat yang sama sebaiknya anda pergi sekarang sebelum kesabaran saya habis"


"kau mengusirku?????"tanya Nina melotot tak percaya


"kau tidak mungkin bodoh kan untuk mengerti apa maksud perkataanku?????


silakan Anda pergi sekarang juga.


anda tidak diterima di manson ini"

__ADS_1


"Aku kekasih Aidan"


"Aidan sudah punya istri apa kau tak malu mengatakannya?????"


"Kau....


Aku yang seharusnya menjadi Nyonya muda di mension ini bukan wanita kampung itu"


"Jika tidur anda terlalu lama miring ke kiri mungkin saja otak anda menjadi beku.


sebaiknya anda sadar segera


Aidan tak akan pernah menceraikan Sandra, sebab hanya Sandra wanita yang ia cintai, dulu


Kini, Dan nanti.


Sementara kau hanya wanita masa lalu yang seperti serpihan debu bagi Aidan.


berhentilah berhalusinasi menjadi Nyonya muda keluarga kami.


aku tak tahu apa kau masih mempunyai malu atau kau memang sangat senang menjadi pelakor.


namun harus kau tahu bahwa saat ini Aidan dan Sandra sedang menikmati bulan madu mereka.


sementara kau????


Kau hanya pungguk merindukan bulan"ucap Samuel.pedas, tajam dan merendahkan membuat Karenina kehilangan kata-kata


"Tunggu pembalasanku, saat aku menjadi nyonya muda Lawrence orang pertama yang akan ku buat sengsara adalah kau, Samuel!!!!!!"


"Aku sangat menantikan hari itu.


Semoga saat itu kau masih tidak kehilangan akal sehatmu" ejek Samuel.


"Kauuuu...


Tunggu saja!!!!" ucap Karenina lalu meninggalkan mansion tepi pantai itu


"Tuan.... Apa dia akan kembali??"

__ADS_1


"Sepertinya untuk beberapa hari kita akan memperketat penjagaan, wanita itu akan seperti anjing liar menerobos dan mencari tuan muda"ucap Samuel tersenyum licik. Ia sangat pus memaki dan menghina Karenina, sesuatu yang sejak lama ia ingin lakukan.


"Kami mengerti"


__ADS_2