
"ini.... Apa kau tidak merasa ada yang aneh?" ucap Sandra menyodorkan ponselnya. Sandra merekam kegiatan suaminya secara diam-diam
Dia juga merekam saat malam-malam Aidan berteriak histeris memanggil-manggil nama Karenina.
Istri mana yang tak sakit hati saat suaminya memanggil wanta lain dalam tidurnya, sekalipun hanya dalam mimpi, setiap wanita hanya ingin mereka yang ada di siang dan malam suaminya.
Bohong jika tidak cemburu.
"Ini sangat aneh"
"Aku merasa tingkahnya makin aneh belakangan ini, dia juga memandangku dengan sedikit berbeda, walau pada akhirnya dia meminta maaf dan kembali lagi, namun setelah tertidur dan bangun ia kembali aneh.
Ken, apa Aidan mengalami gangguan Jiwa??"
"Maaf aku bukan berfikir suamiku gila, hanya saja..."
"Kakak ipar tak perlu merasa bersalah, melihat tingkah lakunya ia seperti orang yang mengalami depresi, namun anehnya dia tidak bertindak ekstrem dan menyadari kesalahannya. Ini sangat aneh menurutku.
Aku tak ahli dalam hal ini, aku perlu konsultasi pada mamaku dan baru Minggu depan beliau kembali"
"Sungguh aku khawatir dengan keadaan Aidan"
"Kakak ipar, aku akan coba bicara dengan Aidan,.mencari tahu apa yang ia pikirkan.
Karena menurut ku saat ini Aidan seperti terlihat bingung"Ucap Kendrick mencoba mengakan Sandra yang terlihat murung
"Maaf aku merepotkan mu Ken"
"Kakak ipar kita sebentar lagi jadi saudara" ucap Kendrick membuat Sandra tersenyum lebar
"Apa kau mencintai saudariku??"
__ADS_1
"Sangat, aku berharap kakak ipar mau membantu aku..."
"Apa yang kau ingin Sandra lakukan??"tanya Catty memandang Kendrick dengan tatapan menyelidik
"Dia minta aku membantunya mengecek kesehatan Aidan dan memberi tahu jika sakit kepala Aidan kambuh"
"Benar???"tanya Catty sangsi
"Sandra kesini buat berbicara masalah suaminya, lalu buat membahas apa lagi???"
"Hmmm aku merasa kalian menyembunyikan sesuatu" gumam Catty lirih lalu duduk di sebelah Sandra
"Jadi Ken, apa aku masih harus memberi obat itu pada Aidan??"
"Jika sakit saja, aku takut ini efek samping obat yang ia konsumsi" ucap Kendrick menduga, walau ia merasa penyebabnya bukan Karen obat yang di konsumsi Aidan
"Sesi terapi berikutnya apa kalian sudah tahu kapan???" tanya Kendrick tiba-tiba
"Kakak ipar, bisakah kau meletakkan sebuah kamera tersembunyi di ruangan yang akan di gunakan Aidan dan Nina melakukan terapi???"
"Kamera????"
"Ya, kamera, mamaku merasa ini ganjil dan mungkin berbahaya untuk Aidan, sehingga ia akan menganalisa dan membahasnya dengan profesor nya"
"Baik akan ku lakukan.
Selama itu baik untuk Aidan apapun akan ku lakukan"ucap Sandra
"Awas saja jika Aidan sampai menyakitimu sis, akan aku goreng sosisnya"
"Sosis??" tanya Sandra bingung
__ADS_1
"Aku jadi takut jadi suamimu, ternyata kau suka goreng sosis" ucap Kendrick mengerti apa yang di maksud oleh Catty
"Astaga ..." Sandra menutup mulut sementara Kendrick tertawa kencang
"Jika masih takut jangan mendekati aku"
"Kalau aku berani apa kau mau ku lamar??" ucap Kendrick to the point'
"Cie, cie signal tuh" ucap Sandra sementara Catty pura-pura tak dengar
"Aku akan melamar mu saat papamu sehat. Aku perlu restu beliau dulu untuk meminang putrinya yang berharga" ucap Kendrick tersenyum lembut ke arah Catty.
Lagi-lagi wajah Catty merona, ada senyum bahagia di wajahnya yang ia buat kaku.
Catty merasa sangat di hargai dan di hormati oleh Kendrick
Namun , ...
apakah keluarga white khusunya tuan besar white mau menerima Catty???
Mereka keluarga terhormat dan terpelajar, Catty merasa kecil di hadapan mereka.
"Aku ke toilet dulu, silahkan lanjutkan obrolan kalian" ucap Sandra yang mendapat pelototan Catty
"Apa kau takut berdua dengan dokter tampan ini sis, jangan melotot padaku" ucap Sandra sengaja membuat Catty makin melotot kesal.
Catty menyesal mau ikut ajakan Sandra menemui Kendrick. Hari ini Sandra menjual namanya didepan dokter tampan itu.
Awalnya Catty hanya ingin melihat Kendrick, sebab sudah dua pelan pria itu tak menghubunginya,
Namun Catty terlalu gengsi untuk menghubungi Kendrick duluan.
__ADS_1
Ia ingin melihat Kendrick dan mendengar suaranya, apa Catty mulai menyukai pria menyebalkan di matanya itu???