
"Kenapa enggak gila sekalian??? jawab Sandra sinis lalu berbalik badan hendak meninggalkan kamar itu
Aidan langsung memeluknya dari belakang.
"Sayang apa kau tega jika aku gila???"
"Ya, daripada bikin kesel aku"
"Ya aku salah, aku salah.
biarkan aku memelukmu sebentar" ucap Aidan.
Sandra, ia memberontak tapi akhirnya cape sendiri
Aidan memeluknya kencang
"Kau ingin membuatku mati sesak hah??"
"Maaf"
"Cepat pergi sana, aku muak melihatmu" ucap Sandra berbohong dan parahnya Aidan percaya
"Apa anak karena anak kita tak ingin melihatku?"
"Sadar diri juga, siapa yang mau melihat papa yang sudah membuang dia dan mamanya"
"Sayang aku kan tidak tahu, lagi pula aku sudah minta maaf"
"Kalau aku tak hamil apa kau akan seperti ini??"
"Hamil atau tidak, aku mencintaimu dan menyesal telah membuat keputusan salah" ucap Aidan sungguh-sungguh.
Sandra menatap netra mata suaminya, ia tak melihat kebohongan di sana
"Pergilah aku ingin tidur.
ini tengah malam.
apa kau tidak punya pekerjaan?"
"Sudah sebulan aku sulit tidur"
"Enggak nanya, hus hus sana" ucap Sandra naik ke atas ranjang dan menarik selimut berharap Aidan pergi, namun pria itu malah ikuta naik"
"Mas Aidan...
kau mau apa???
Jangan macem-macem.ya atau Catty akan mematahkan kaki dan tanganmu"
"Kau tak akan tega, biarkan seperti ini.
aku ingin istirahat sebentar saja" ucap Aidan memejamkan mata, hanya dalam hitungan menit ia sudah mendengkur pelan tanda Aidan sudah berada di alam mimpi.
Sandra tan tega mengusirnya.
__ADS_1
ia memandang wajah Aidan, lalu kantuk menyerang dan akhirnya ia tertidur juga.
Keesokan harinya
Suara ketukan pintu membangunkan Sandra, ia merasa dadanya sesak, rupanya Aidan tidur sambil memeluknya.
dengan hati-hati Sandra menyingkirkan tangan Aidan dan menyelimutinya.
lalu menutupnya dengan bantal
"Sandra, apa kau sudah bangun??"
"Ya, sebentar sis" teriak Sandra, rupanya Catty yang datang.
jantung Sandra berdegup makin kencang.
jika Catty sampai tahu Aidan di kamarnya, habis perkata.
Aidan akan di buat jadi dendeng oleh Catty.
"Sandra membuka pintu sedikit, ia melihat Catty yang sudah berpakaian olah raga
"Hooammm ya??"
"Astaga bumil baru bangun, ayo jalan pagi jangan tidur saja. biar ku dan bayi itu sehat. udara pagi bagus untuk ibu hamil"
"Catty, aku sedang kurang enak badan"
"Apa kita kerumah sakit saja, sebentar aku hubungi papa"
semalam ada nyamuk sehingga aku tidak nyenyak tidur" ucap Sandra mencari alasan
"Nyamuk???, Aneh di kamarku tak ada" gumam Catty menggeleng kepala sambil berfikir
"Mungkin karena semalam aku membaurkan jendela terbuka"
"Ah biar nanti aku minta pelayan merapihkan kamarmu dan menyemprotnya
"tidak, aku alergi obat semprot, mereka sudah pergi"
"Sudahlah kembali istirahat sana, sore nanti papa kembali.
apa kau ingin papa membawa sesuatu untukmu???"
"Aku ingin ice cream" ucap Sandra menelan salivanya
"Baiklah, nanti ku sampaikan pada papa"ucap Catty lalu berjalan pergi.
Sandra mengelus dadanya lega, ia melirik kearah tempat tidur dimana aidan tertidur
tanpa Sandra ketahui, pria itu sudah terbangun sejak tadi dan mendengar semua perkataan Sandra dan Catty.
senyum lebar merekah di wajah Aidan.
Sandra berbohong demi menutupi keberadaanya, artinya Sandra perduli padanya.
__ADS_1
Sandra masih mencintainya!!!!
Aidan ingin sekali melompat kegirangan.
Aidan mengintip dari sela selimut melihat tinggakh mengemaskan Sandra.
istrinya itu terlihat mengelus dada. lalu tiba-tiba menghampirinya.
Aidna kembali memejamkan matanya
"Sandra... jangan tinggalkan aku sayang....
sayang maafkan aku...
please jangan tinggalkan aku" ucap Aidan pura-pura mengigau.
Sandra yang hendak marah membeku di tempat.
ia menatap Aidan dengan sorot mata yang tak bisa di tebak
"Kau mengerjai ku mas??"
Namun Aidan tetap bertahan tak membuka matanya
"maaf...
maaf aku salah" ucap Aidna lagi. dia sengaja membuat seolah ia menangis.
Tak tahu darimana ide berasal, ide itu random dan melintas begitu saja.
walau ia merasa bersalah karena membohongi Sandra, namun permintaan maafnya tulus.
ia ingin memulai semuanya dari awal.
"Apa aku harus memaafkanmu mas???
Jujur saja hatiku sulit memaafkanmu.
aku takut kau membuatku kecewa dan terluka lagi" ucap Sandra lirih
Aidan menelan salivanya.
ia bertekad dalam hati tak akan pernah menyakiti Sandra lagi.
Sementara di tempat berbeda
"Kau bilang bisa mendapatkan cinta tuan muda???
Tapi ku lihat dia sudah tak perduli padamu"
"Tutup mulutmu, aku belum mengeluarkan keahlianku"jawab wanita itu dengan. peluh membasahi tubuhnya, ia terus bergoyang memacu hasrat,
"Kau makin mahir baby...
aku bersedia membantu mu asal jatahku tak kau lupakan"
__ADS_1
"ah tutup mulutmu dan nikmati saja" Dengus wanita itu mempercepat gerakannya hingga akhirnya mereka pelepasan bersama