
"Anak nakal, kau mendoakan nenekmu sendiri sakit, papa tidak setuju" ucap Alvaro langsung menolak, ia tak mau karena berbohong mama tercintanya sakit, sekalipun untuk maksud lain
"Psttttt"
Catty meletakkan jari telunjuk nya di depan bibir, ia tahu-tahu sudah menghubungi nenek Mona
Catty menyeringai lebar melihat papanya melotot tajam kearahnya.
Catty hanya bisa memberi kode dengan jari telunjuk dan tengahnya, damai..
"hallo nenek, iya aku juga rindu nenek.
Sandra?? Dia baik-baik saja, nenek apa kau ingin kami kembali segera??? Papa sudah menceritakan semuanya. Apa nenek mau membantu kami membuat alibi????"
"Nenek yang terbaik, nenek bilang saja rindu sandra hingga sulit tidur dan kini demam, apa itu boleh nek???"
"Hahah maaf nek hanya ide itu yang terlintas"
"Baik nek, sampai jumpa besok.
Jaga kesehatan nenek dan kakek, semuanya akan baik-baik saja, Aku dan papa akan melakukan yang terbaik untuk perusahaan kita. Love u nenek ku sayang"
Panggilan berakhir, Catty menyeringai lebar.
"Beres pa.."
"Anak nakal"ucap Alvaro menjewer putri angkatnya
Alvaro harus senang atau sedih melihat putrinya yang pinter sekali merayu
"Hehehe yang penting berhasil pa"
__ADS_1
"baiklah, kembali sana ke saudarimu, ,mereka pasti mencarimu"
"Siap bos" ucap Catty lalu kembali bergabung dengan Sandra, Layla dan nenek Rosa di ruang keluarga
Alvaro menghela nafas, satu masalah selesai
Kini tinggal bagaimana ia menghadapi Alfa, Alvaro tak habis pikir jalan pikiran Alfa, adiknya itu sulit di tebak apa yang ada di alam hatinya
Hubungan mereka yang dulu dekat kini menjadi jauh sebab Alfa kerap kali bersikap dingin dan seolah menjaga jarak.
"Tuan, anda sangat beruntung memiliki nona Catty"ucap James membuyarkan lamunan Alvaro
"Kau benar, Catty putriku yang sangat mengerti aku, andai saja Ayaka memiliki sedikit saja sifat Catty padanya, tentu aku tak akan khawatir seperti ini"ucap Alvaro mengelap nafas mengingat putrinya Ayaka.
"Ayaka lebih seperti orang lain, dia tak pernah perduli pada anda, entah mengapa saya selalu merasa sikapnya tak pernah benar-benar tulus"ucap James
"Apa kau merasa begitu james???"tanya Alvaro dengan mimik wajah serius.
Alvaro juga tak mengerti mengapa perasaannya pada Ayaka berbeda dengan perasaannya pada Sandra.
namun ada perasaan asing yang kerap kali ia rasa saat bersama Ayaka , sementara saat ia bersama Sandra atau bahkan Katy yang tak punya hubungan darah dengannya ia merasa tenang dan tentram.
apakah karena Ayaka sosok wanita yang egois berbeda dengan Sandra dan Katy, entahlah
ada sesuatu yang sulit Alvaro mengerti
"Maaf kalau perkataan saya lancang tuan"ucap James gugup karena ditatap Alvaro dengan wajah serius
"Tidak, dari semua orang, pendapatmu yang aku selalu hargai, kau sellau mengatakan yang sebenarnya. Kita sudah tumbuh bersama, baik kau dan aku tahu sifat masing-masing.
terima kasih James kau selalu di sisiku"
__ADS_1
"Saya akan selalu membantu anda sampai anda tak butuh saya lagi" ucap James membuat Alvaro terharu
"Terima kasih sahabatku"
" Tuan.."
"Sudahlah tak ada orang kau tak perlu formal,terkadang aku juga ingin menjadi diriku sendiri.
"jika aku boleh memilih aku lebih suka terlahir dari keluarga sederhana namun di dalamnya penuh cinta dan perhatian.
walaupun kedua orang tuaku saya sangat menyayangiku dan perhatian padaku tetap saja di atas bahu ini terdapat beban berat tentang masa depan keluarga Clift
"sebagai anak pertama aku sudah dipersiapkan menjadi penerus sekalipun Aku tak mau.
aku tak bisa menentang sebuah ketentuan yang sudah digariskan oleh para ketua keluarga kami.
harus menjadi yang terbaik diantara yang lain,
harus lebih dewasa di saat kita masih butuh manja dan bermain
Harus bekerja keras lebih keras dari siapapun
harus tersenyum meskipun saat itu kita sedang tidak ingin tersenyum"ucap Alvaro mengenang masa kanak-kanak nya
"Saya mengerti kesusahan Anda tuan.
semua sudah menjadi takdir Tuan sebagai pewaris keluarga Clift,
karena saya yakin segala sesuatu di dunia ini sudah ditentukan berdasarkan porsinya masing-masing"ucap James bijak, hal itulah yang membuat Alvaro sering bertukar pikiran dengan James, dia orang yang bisa diandalkan jika Alvaro sedang buntu dan butuh saran.
"Kau benar James.
__ADS_1
kau benar" ucap Alvaro lirih
"Tuan Alvaro, saya akan pulang lebih dulu ke kediaman utama keluarga kita untuk melihat situasi di sana, Saya khawatir kondisi nyonya besar dan tuan besar , mengingat Tuan Alfa lebih condong pada keluarga Wise"