Perjanjian Pernikahan

Perjanjian Pernikahan
Masuk Rumah Sakit


__ADS_3

Seminggu sudah Aidan pulang dari rumah sakit, ia sudah merasa sehat, segar bugar.


Apalagi ia merasa sangat dimanja oleh Sandra.


Istrinya itu memasakkan masakan yang sehat dan penuh gizi sesuai seleranya


Entah apa karena bucin atau memang kenyataanya, setiap masakan yang dimasak oleh Sandra terasa begitu lezat membuat Aidan makan lebih banyak dari biasanya


Aidan juga memanjakan istrinya.


ia selalu menuruti permintaan Sandra sekalipun permintaan itu terkadang sangat konyol atau di tengah malam saat mereka harusnya tertidur.


namun air dan tak keberatan itu semua karena permintaan anak di dalam kandungan Sandra.


Sore itu mereka sedang menikmati matahari terbenam sambil meminum teh melati yang Sandra buat ditemani dengan puding karamel yang ia buat pagi tadi.


Kemesraan mereka terganggu karena tiba-tiba ponsel Sandra berbunyi.


terlihat panggilan masuk dari Catty, Sandra segera mengangkatnya


"Sis, segera kerumah sakit. Papa pingsan saat di perjalan pulang dari kantor" ucap Catty panik


"Astaghfirullah, papa... Katakan rumah sakit mana" ucap Sandra merasa lututnya lemas.


Aidan segera mengambil alih ponsel Sandra.


terdengar di ujung telepon Katy menyebutkan nama rumah sakit di mana Alvaro dirawat.


"Papa....."Sandra hanya bisa bicara lirih sambil menangis.


"Ya Allah apa lagi ujian yang kau berikan pada keluarga hamba...


Kuatkan, kuatkanlah kami" ucap Sandra dalam hati


"Sayang, ap kau yakin akan ikut ke rumah sakit???" tanya Aidan melihat kondisi istrinya yang sangat sok mendengar Papanya masuk rumah saki

__ADS_1


"Aku mau melihat papa, aku ingin tahu keadaan papa" ucap Sandra masih menangis


"Tapi hapus air matamu.


Jangan menangis kau harus tegar.


Papa pasti sedih melihat kau menangis. Dan ingat anak kita juga" ucap Aidan lembut menghapus air mata Sandra.


Sandra mengangguk, mereka lalu menuju rumah sakit yang di maksud.


Sesampainya di sana Catty terlihat sedang berjalan mondar mandir di depan ruang tindakan.


Alvaro masih pingsan, dan ini sudah lebih dari satu jam


"Sandra ...." Catty memeluk Sandra sambil menangis.


Disana juga ada Ayaka yang juga telrijat menangis.


serta Lely yang terlihat sedang memeluk Ayaka yang shock mendengar Alvaro pingsan.


"Puas kan loe buat papa sakit???" teriak Ayaka


"Ayaka, sakit papa enggak ad sangkut pautnya sama Sandra!!!!"


"Kalian berdua wajar akrab karena kalian berasal dari tempat yang sama, Katong sampah!!!


Sejak wanita ini datang keluarga ini berantakan.


Dia wanita sial"


"Ayaaakaaaa...


Tutup mulut kotor mu atau aku seret kau penjara!!!" ucap Aidan dingin. Ia baru saja datang dan mendengar istrinya dihina. Aidan tak terima.


Tidak ada yang boleh menghina istrinya. Apalagi menyakiti Sandra.

__ADS_1


Selama Sandra istrinya.


"Maafkan Ayaka, dia berkata ngawur karena shock" ucap Lely namun tatapan mata Lely menusuk seolah dengan tatapannya bisa membunuh Sandra


"Ayaka bukan anak kecil lagi


Seharusnya bisa berfikiran logis.


bagaimana bisa putri keluarga terpandang tapi apa yang keluar dari mulutnya sampah???"


"Bagaimana ia mendapatkan pendidikan???? Itu pertanda ia tak dididik dengan baik dan kelak suami mana yang mau dengan wanita dengan moral seperti itu???


Wanita terhormat mampu menjaga ucapannya" ucap Kendrick menimpali.


Lely mengeram marah, namun ia tak bisa melawan dua tuan muda berkuasa di depannya.


"Mengapa harus orang lain yang mengomentari keluarga kami??? Sekalipun Ayaka salah, itu urusan kami" ucap Alfa tak terima


"Anda putra kedua keluarga Clift yang artinya paman Sandra juga, bagaimana anda bisa terlihat sangat tidak adil pada keponakan anda sendiri tuan Alfa"cibir Kendrick


"Mungkin dia berfikir jika Ayaka putrinya" ucap Aidan menimpali. Alfa langsung bungkam dengan wajah gugup begitu juga Lely


"Ayo Ayaka, papanya sudah banyak yang jaga.


lagi pula mereka tak menerima kita" ucap Lely bangkit


"Ma... Aku ingin melihat papa...."


"Sungguh lucu nyonya Alvaro Clift ini.


Anda yang menabur benih permusuhan, Nda juga yang berakting tersakiti


Kira-kira jika papa Alvaro melihat ini bagaimana reaksinya??" ledek Aidan


"Mas..." Sandra menggeleng. Ia tak ingin suasana makin rumit.

__ADS_1


Saat ini pikirannya hanya tertuju pada Alvaro, Ia tak perduli di hina oleh Lely, prioritasnya hanya kondisi papanya


__ADS_2