Perjanjian Pernikahan

Perjanjian Pernikahan
Bertemu


__ADS_3

"Kau...." wanita itu kehabisan kata-kata.


tiba-tiba dia terisak membuat Layla mengerutkan keningnya bingung


"Aku ingin membeli syal itu hanya untuk menutupi luka ku, apa kau harus seperti itu pada ku??"


"Tapi anda seharusnya bersikap sopan.


bisa kan memintanya baik-baik bukan tahu-tahu merampas???"


wanita itu makin sesenggukan membuat Layla makin kesal.


"Karenina...."


"Tuan muda...." sapa pelayan di butik tersebut hormat


"Aaron , ....


Wanita ini mempermalukan ku, aku hanya ingin beli syak ini .


aku malu dengan luka di leherku" ucap wanita itu memasang wajah tersakiti


"Bungkus DNA berikan pada nona Karenina" ucap pemuda bernama Aaron


"Hei siapa kau tahu-tahu membela wanita ini???.


jelas-jelas dia yang salah.


jika dia meminta maaf, aku juga tak akan berdebat dengannya" ucap Layla tak terima


"Nona...


di toko ini banyak syal.


mengapa kau harus merebut syal yang dia pilih"


"Dasar gila, yang merebut dia gue yang dia salahkan" ucap Layla dengan bahasa Indonesia


"whaaatttt????????"


"Wanita ini yang merebut syal dari tangan gue.


sebaiknya loe periksa otak loe deh.


dasar lelaki dua alam"


"Dua alam????"


"Iya loe manusia dua alam.


pakaian aja kaya pelangi.


loe persis Banci!!!" ucap Layla kesal membuat Aaron melotot.


ia selalu di puja banyak wanita di negaranya dengan fashion yang ia kenakan.


namun wnaita ini mengatainya Banci.


Aaron sangat malu dan terhina"


"Kalian...


tidak malu???


ini mall elite khusus orang kelas atas.


tapi kalian kenapa bisa masuk??" tanya seorang wanita paruh baya dengan perhiasan berlian dari anting, beberapa cincin , gelang tangan.


wanita itu lebih cocok ke pesta bukan ke mall


"Nyonya Clift, ini bukan urusan Anda" ucap Karenina tak suka


"Aku memiliki saham di mall ini, aku bisa memutuskan siapa yang bisa dan tidak masuk mall ini.


apa wanita yang berasal dari strata sosial bawah bisa tahu hal itu???"


Karenina mengepalkan tangannya.


ia tak mengatakan apapun.


tapi wajahnya menampakkan kemurkaan.


"Sepertinya mama ku lupa, saham yang mama katakan bukan milik mama tapi milik keluarga Clift dan seingat ku mama bermarga Wise." ucap Cathrine membuat wanita itu menoleh dan melotot begitu melihat siapa yang berbicara

__ADS_1


"Dasar anak angkat kurnag ajar" semprot Lely


"Cathrine kau sungguh tak sopan pada mama.angkatmu" cibir Ayaka menambahkan


"Ayaka adik ku, aku memang diangkat anak oleh keluarga Clift.


tapi papaku yang mengangkat ku, bukan mamamu itu, jadi aku hanya punya papa


jangan lupa sekalipun aku anak angkat.


aku memiliki marga Clift.


dan perintah kau belum tahu, aku memiliki saham di mall ini, tapi aku tidak sombong seperti orang yang mengaku berkuasa tapi hanya milik orang" ucap Catherine membuat Lely kehilangan mukanya


"Layla, apa kau baik-baik saja???" tanya Sandra membuka kaca matanya.


Lely menoleh melihat siapa yang berdiri dan mendekati wanita yang berdebat dengan Aaron.


matanya membulat lebar.


ia pucat pasi seperti melihat hantu


"Kau....


kau..."Lely tergagap dengan mata melotot ke arah Sandra


"Mau, apa.kau baik-baik saja??" tanya Ayaka melihat air muka mamanya yang pucat pasi


"A...Ayaka kita harus pergi" ucap Lely ketakutan


Ayaka bingung, namun ia tetap membawa Lely pergi dari sana


"Cathrine.


urusan kita belum selesai.


Aku akan memberitahu papa atas perbuatanmu pada mama hari ini" ancam Ayaka penuh kebencian


jika saja tak ada Catherine papanya pasti tak akan pernah membanding-bandingkan dirinya dengan anak pungut itu.


"Silahkan, aku tak takut" ucap Cathrine santai.


"Dan kau tuan muda Aaron.


kau jelas tahu wanita ini bersalah tapi membelanya.


dan kau Nona, berhenti berakting di depanku.


aku tahu semua trick mu.


aku tak tahu kau sudah kembali.


apa..


apa tuan muda tahu..."


Aaron kita pergi" ucap Karenina menarik Aaron pergi.


"Catty, apa dia ibu tiri dan adik tiriku??" tanya Sandra masih melihat ke arah Lely dan Ayaka pergi


"Ya mereka"


"Ayaka...


dia cantik.


wajahnya hampir mirip denganku" ucap Sandra sangat senang bisa bertemu Ayaka pertama kalinya walau dalam moment yang kurnag tepat.


"Untungnya hanya wajah, tapi sifatmu dan dia sangat berbeda.


kau lebih baik seribu kali dari Ayaka"


"Catty..."


"Dengar Sandra.


namamu ini Sandra Clift.


kau nona muda pertama keluarga Clift.


posisimu tidak bisa di pandang sebelah mata.


sebab keluarga Clift kita adalah keluarga terkaya ke empat di negara ini.

__ADS_1


saat kau nanti resmi menjadi bagian keluarga Clift secara hukum, aku hanya bisa mengatakan hal ini.


jangan pernah menilai orang dari luarnya saja, Karen aku tak pernah tahu harus Seorang


kedua jangan percaya pada siapapun, sekalipun asisten pribadimu.


kau harus licin seperti belut, siaga seperti singa.


kedudukan dan kekayaan yang kau miliki membuatmu memiliki banyak musuh yang mengintai di kegelapan.


Apa kau mengerti???" ucap Cathrine.


Hal yang di takutkan Alvaro terjadi juga


walau Lely tak tahu siapa Sandra, namun ia akan mencari tahu segera dan hanya masalah waktu semua akan terbongkar.


Cathrine harus melaporkan kejadian ini pada Alvaro segera.


"Layla mengapa kau harus berebut syal itu??"


"Aku ingin couple dengan mamaku" ucap Layla santai


""Catty siapa sih wanita dan


pria menyebalkan itu??? tanya Layla


"Aaron, Tuan muda keluarga Smith.


walau bukan warga asli negara ini, tapi kekayaan keluarganya menduduki peringkat Tiga di negara ini.


bisnisnya meliputi berlian, fashion dan juga produk kecantikan" ucap Cathrine menjelaskan


"Pantas sedikit feminim" ucap Layla mencibir Aaron.


"Jangan benci-benci nanti dia jodoh loe" ledek Sandra


"Amit-amit,


Sandra loe kalau nyumpahin yang bagusan dikit kek"


"Makannya jangan benci-benci kena karma nanti loe" Catherine hanya bisa tertawa melihat dua sahabat barunya sedang pernah mulut


Hatchikimmmm


" Sial siapa sedang mengumpat ku" ucap Aaron lirih


"Maafkan aku karena aku kamu jadi di permalukan"


"Tak masalah Nina, kau sahabat ku juga


Ayo ku antar kau pulang" ucap Aaron sopan membukakan pintu mobil untuk Karenina.


Karenina tersenyum tipis lalu masuk ke dalam mobil Aaron, mereka segera meninggalkan mall tersebut


menuju kediaman Karenina.


Sepanjang perjalanan Karenina menahan emosinya, ia sangat membenci Lely Wise dan putrinya Ayaka.


"Strata sosial bawah???


tunggu saja saat aku menikahi Aidan, kau yang berada di bawahku.


Saat itu aku mau lihat, apakah kah akan se angkuh itu.


Aku berjanji, Saat itu kalian ibu dan anak yang akan jadi sasaran ku lebih dulu.


menghancurkan kesombongan kalian berkeping-keping" gumam Karenina mengepalkan tangannya.


"Nina, apa kau baik-baik saja???"


"Nina...." panggil Aaron yang melihat Karenina tidak menyahut


"Ya maaf Aaron.


aku melamun.


aku memikirkan kejadian tadi"


"Sudah jangan di pikirkan.


mereka tak tahu saja siapa kau.


dan untuk nyonya Lely..

__ADS_1


Semua orang tahu bagaimana perangainya, jangan di ambil hati"ucap Aaron menghibur.


__ADS_2