Perjanjian Pernikahan

Perjanjian Pernikahan
Perseteruan


__ADS_3

Catty langsung menuju ruang perawatan Sandra, ia melihat Kendrick yang berdiri seperti menantinya


"Catty, mereka disini"


"Siapa???Apa ornagtua Aidan?? Aku tak mendengar jelas"


"Bukan, mereka kakek dan nenek Aidan"


"Ah benar dugaanku, dengan Siapa?? Bagaimana mereka bisa mengendus keberadaan Sandra secepat ini????"


"Itu... Karena...." Kendrick menunjuk ke arah Jordan yang berjalan keluar dengan lesu


"Bocah nakal, buat apa kau memberitahu kakek dan nenekmu??"


"Kak Catty...


Maaf aku tak sengaja..."


"Sudahlah, cepat atau lambat mereka akan tahu jug.


ini hanya soal waktu.


Lagi pula menurutku bagus juga jika keluarga Aidan tahu, biar sekalian Aidan mendapat Omelan keluarganya"


"Jadi kau sengaja tak mengikuti permintaanku kak Ken?"


Kendrick hanya mengamati bahunya santai


"Aku takut kakek dan nenek..."


"Tak akan terjadi.Mereka tak akan gegabah" ucap Kendrick penuh keyakinan


"Aku ingin masuk"


"Kak...


Jangan. Nenek dan kakek sedang..."


"Aku kakak Catty, saudariku disana dengan orang asing yang jantan kenal.


Pasti ia merasa tak nyaman.


Sandra baru saja tinggal di negara ini, ia tak tahu bagaimana harus bersikap pada kedua kakek dan nenekmu" ucap Catty.

__ADS_1


Kendrick mengangguk setuju.


Ya ,pasangan Lawrence sepuh sangat menjunjung etika bangsawan.


Tanpa menunggu jawaban keduanya Catty berjalan masuk ke dalam ruang perawatan


"Selamat sore tuan dan nyonya Lawrence"


"Catty, kau disini juga" sapa Mona yang mengenal Catty.


"Apa.kabar anda nyonya Lawrence," apa Catty sopan


"Baik, baik.


Terakhir kita bertemu saat ku selesai kuliah, Catty kau tumbuh menjadi gadis yang cantik"


"Terima kasih nyonya Lawrence atas pujiannya.


Apa anda sudah mengenal saudari saya?"


"Ah ya Ku hampir lupa jika Sandra adalah putri keluarga Clift" ucap Margareth santai.


Namun Catty sangat kesal, jelas wanita tua itu sengaja mengatakan lupa.


Tak mungkin ia tak tahu siapa Sandra.


"Ah mungkin nyonya Lawrence sangat sibuk hingga tidak melihat berita, bisa di maklumi.


Kalau begitu aku perkenalkan secara resmi Sandra Aurora Clift, putri keluarga Clift."


"Bocah kecil, bisakah kay keluar sebentar???


kamu ada perlu dengan wanita itu"


"Aku..."


"Mengapa putriku harus keluar???" tanya seseorang dengan suara dingin.


Semua orang menoleh ke arah pintu dan melihat Alvaro serta kedua orangtuanya


"Papa, kakek, nenek" ucap Catty dan Sandra bersamaan


"kau sudah datang" ucap Jaret datar

__ADS_1


"Tua Bangka, mengapa kau menggangu cucuku yangs sedang sakit" ucap Mona melangkah maju dengan anggun. Jaret terdiam sejenak menatap Mona lalu memalingkan wajahnya ke arah lain


"Maafkan ketidak sopanan kami" ucap Margareth basa basi


"Apa yang membuat orang sibuk seperti anda datang mengunjungi cucuku?" tanya Juan berdiri di samping Mona


"Kakek, nenek silahkan duduk"


"Huh, kita tidak punya hubungan dekat,"ucap Jaret yang diangguki Mona, keduanya duduk dan mengabaikan Aidan, Sandra hanya bisa nyengir melihat kakek dan neneknya.


Sandra tidak bisa menyalahkan kakek dan neneknya, wajah mereka membenci Aidan. Terutama Alvaro, ia sepenuhnya mengabaikan Aidan.


nyonya dan tuan besar Lawrence melihat itu, mereka merasa marah namun juga tak bisa berbuat apapun. Sebab jujur mereka juga kecewa pada Aidan.


"Sandra mengapa aku merasa suasana di ruangan ini memanas??" bisik Layla


"Karena para sesepuh itu sedang bertarung secara kasat mata" jawab Sandra asal, namun Layla percaya.


"Kamu kesini karena kami dengar Sandra mengandung anak Aidan" ucap Margareth membuka percakapan


"Putriku mengandung anaknya sendiri, Tak ada hubungannya dengan keluarga Lawrence" ucap Alvaro tegas.


"Benar kata putraku, lagi pula, pria brengsek ini meninggalkan cucuku saat ia hamil. Apa dia tak punya muka mengakui anak dalam kandungan cucuku???"


Huh, buah tak jauh dari pohonnya, sama brengseknya" ucap Mona sinis


"Mona, maksudku nyonya Clift, tolong..."


"Mona, sekalipun Aidan pernah melakukan kesalahan, aku akan memastikan Aidan membayar semuanya.


lagi pula kita saling bersikukuh melarang cucu kita, tapi Sandra butuh suaminya saat ini


Jika mereka pernah bercerai maka kita nikahkan kembali, demi anak dalam kandungannya" ucap Margareth


"Aku tak setuju"


"Aku juga tak mau punya cucu menantu dia" ucap Mona paling keras menentang


"Mona, memisahkan orang yang saling mencintai itu rasanya tak adil"


"Meninggalkan wanita yang di cintai, apakah dia pria????" ucap Mona sengit.


Sandra melihat api kebencian di mata neneknya, sementara Catty menepuk keningnya pelan

__ADS_1


"Catty...."


"Nanti Ku jelaskan, ...


__ADS_2