Perjanjian Pernikahan

Perjanjian Pernikahan
Harapan


__ADS_3

"Aku berharap, kau juga belajar mencintaiku lagi. Walaupun kau melupakan semua tentang kita" ucapan Sandra membuat Aidan terdiam


"Maaf Sandra, aku tak bisa menjanjikan itu" ucap Aidan lirih


"Karena wanita yang kau cintai adalah Nina???" tanya Sandra terasa pahit. Ia mencoba tegar


"Salah satunya, namun alasan utamaku karena, aku tak mau menyakiti wanita sebaik kamu" ucap Aidna jujur


"Tapi kau sudah menyakitiku mas, tidak kah kau sadar itu????" ucap Sandra selama hati. Tanpa terasa air mata Sandra jatuh menetes membasahi pipinya


"Sandra maafkan aku, jangan menangis, aku tak bisa melihatmu menangis" ucap Aidan menghapus air mata Sandra


"Aku yang harusnya minta maaf padamu, aku...


Aku...."Sandra menghapus air matanya sendiri, ia berusaha tersenyum walau hambar


"Aku hanya sedikit emosional saat kehamilanku sudah besar begini, maaf aku mau istirahat"


"Sandra...." namun Sandra segera membalikkan tubuhnya membelakangi Aidan, ia mengigit bibirnya, menangis tanpa suara.


Aidan melihat punggung Sandra yang bergetar, ia tahu Sandra sedang menangis, hati kecilnya berteriak memarahinya.


"Sandra aku akan berusaha, aku akan berusaha mengingat tentang kita.

__ADS_1


Bantu aku untuk mencintaimu lagi" ucap Aidan membuat Sandra terdiam.


Tolong jangan abaikan aku hmm" ucap Aidan memeluk Sandra dari belakang.


ia meletakkan kepalanya di puncak kepala Sandra, aroma tubuh Sandra membuat ia merasa tenang dan damai, sesuatu yang tak pernah ia dapatkan dari Nina, walau wanita itu memeluknya.


Tina-tiba ingatan samar sekelebat lewat di memory ya, ingatan saat ia memeluk Sandra dan menciumi tubuh istrinya. Aidan merasa kepalanya sangat sakit saat ia mencoba mengingat itu


"Ugghhhj"


"Mas kau baik-baik saja???" tanya Sandra aberbalik.badan dan ia melihat Aidan yang memejamkan mata dengan keringat dingin di pelipisnya


"Mas... Apa perlu kita memanggil Ken??"


Aku ...


Aroma tubuhmu membuatku merasa familiar , sebuah ingatan tiba-tiba melintas"


"Jika dengan memelukku membuatmu mengingat sesuatu, makan aku izinkan aku memelukku sepanjang malam ini, tapi hati-hati kamu jangan sampai menyakiti anak kita"


"Nak papa pinjam mama mu ya" ucap Aidan tak terduga, senyum lebar tersungging bibir Sandra, rasanya mendengar seperti sini saja Sandra bahagia.


Sandra.berdoa dalam hati semoga perlahan-lahan Aidan akan menemukan memori yang hilang itu, Dan Sandra yakin itu.

__ADS_1


Dua jam kemudian Aidna terbangun, ia masih memeluk Sandra yang terlihat sudah tertidur pulas, perutnya yang sudah membesar membuatnya terlihat tak nyaman tidur meringkuk.


Aidan perlahan membenarkan letak tidak Sandra lalu menyelimutinya.


Wajah Sandra yang damai saat itu, Aidan baru memperhatikan dengan jelas betapa cantiknya Sandra, Tanpa sadar Aidan mengusap pipi Sandra, Sandra menggeliat merasa terganggu namun matanya masih terpejam, Aidan tersenyum sendiri.


"Menggemaskan" ucap Aidan lirih lalu mengecup puncak kepala Sandra dengan penuh perasaan.


"Nak sehat-sehat di dalam sana, jangan menyusahkan mamamu ya sayang" ucap Aidan Lely mengelus perut Sandra, ia juga tak lupa mengecup perut Sandra, seakan tahu ucapan Aidan, bayi did alam perut Sandra menendang pipi Aidan saat pria itu menempelkan pipinya


"Astaga apa ku mengerti ucapan papa???" pekik Aidan girang bukan main, terlebih ia merasakan beberapa tendangan kecil


"Ya Tuhan apa yang harus ku lakukan, di satu sisi aku mencintai Nina, namun di sisi lain aku tak mau kehilangan Sandra dan anakku.


Apa benar ucapan Samuel jika sesungguhnya wanita yang aku cintai adalah Sandra???


Dan Nina adalah masa laluku???


Aku sedikit percaya dengan Samuel. Jika memang hanya Nina yang aku cintai, mengapa aku menikahi Sandra???" gumam Aidan, ia berusaha mengingat dan akibatnya ia merasa sakit kepala hebat.


Aidan bangkit dari ranjang, ia tak mau menganggu tidur Sandra, ia segera mengambil air dan meminum obat pereda nyerinya.


Aidan tak bisa tidur hingga ia memutuskan menuju dapur membuat kopi, namun langkahnya terhenti mana kala terdengar percakapan dua orang pria yang tak lain adalah Reihan dan Ibra

__ADS_1


"Gue kasihan sama Sandra, dia pasti sudah banyak menderita dan terluka karena Aidan.xz


__ADS_2