Perjanjian Pernikahan

Perjanjian Pernikahan
Siuman


__ADS_3

Dua hari berlalu, hubungan Sandra dengan Jane dan Kate semakin membaik. Anehnya selama itu ia tidak di datangi oleh Nina.


Wanita itu seolah menghilang. Dari kabar yang ia peroleh dari Jane, Nina di kurung di kamar utama.


Dan Jane mengatakan bahwa tuan besarnya juga tak turun ke lantai bawah, hanya beberapa kali turun saat ada masalah penting, selebihnya ia akan kembali ke kamarnya.


Sandra menduga jika Nina mungkin saja di siksa, atau mungkin....


Entahlah, Sandra tak perduli, yang terpenting adalah mencari cara agar bisa keluar dari tempat ini dengan membawa Jane.


Sandra bertanya dengan hati-hati pada Jane, apakah gadis kecil itu mau ikut dengannya dan jawabannya mau kemanapun Sandra pergi.


Sandra juga mulai membaca situasi, ia harus belajar cepat memahami semua, mencatat dengan terperinci jam pergantian shif penjaga dan waktu diantara mereka berganti.


Waktu saat kekosongan penjaga semuanya di catat oleh Sandra.


Sementara di tempat lain


Kini Aidan sudah melewati masa kritisnya walau kondisinya masih belum sadarkan diri.


Jordan duduk sambil memegangi tangan kakak nya, berharap Aidan segera sadar.


"Kak, bangun...


Gue benci loe kak.


Loe bilang bakal.bahagiaan Sandra tapi mana???


Kalau tahu begitu, gue paksa Sandra kawin lari" omel.jordan, tanpa Jordan sadari bulu mata Aidan bergerak seolah merespon perkataan Jordan yang nyeleneh


"Kalau loe enggak bangun saat Sandra kembali, gue akan bawa dia kabur dan kawin dia walau Sandra enggak mau" kembali bulu mata Aidan bergerak


"Masa loe lemah banget, bangun dan lawan penyakit loe. Sandra di culik Nina, itu semua salah loe


Seharusnya gue sekarang sedang bahagia punya keponakan dua, apa loe enggak mau liat anak kembar loe hah???

__ADS_1


Ah gue jadi gila dengan keadaan ini.....


Sandra di mana loe, gue pengen meluk loe dan di kembar" ucap Jordan lalu bangkit dengan wajah kuyu


Jari tangan Aidna bergerak,


"Dasar adik durhaka, istri kakak sendir mau di embat"


Jordan menghentikan langkahnya , ia mendengar suara seseorang mengumpatnya lirih


"Awas aja kalau berani mengambil istriku habis kau ku mutilasi" suara itu bukan khayalan Jordan ia menoleh kebelakang dan melihat makanya sudah membuka matanya dengan tatapan tajam


"Hahahah, kak loe.vangubnjuga, gue kira loe mau almarhum"


Pletakkkk


"Dasar anak kurang ajar, loe nyumpahin kakak loe wasalam???" Dengus Aidan masih meringis merasakan sakit.


"Hahaha kakak gue seneng loe bangun, kalau enggak kan gue bisa sama Sandra dan bapak anak-anak loe" ucap Jordan memeluk Aidan


Loe mau bunuh gue???"


"Eh maaf lupa kak sumpah lupa..." ucap Jordan nyengir kuda,


"Loe bilang anak-anak, anak siapa??"


"Ya anak loe lah sama kak Sandra, masa anak gue sama.kak Sandra, mereka kembar"


"Ke...kembar???"


"Kak Sandra enggak kasih tahu loe kalau anak loe kembar???'


"Kembar??? Ya Tuhan gue punya anak kembar, anak gue kembar" teriak Aidan antusias tanpa sadar ia mantik jarum infus di tangannya hingga darahnya muncrat


"Aaaaaa, kak tenangkan diri loe, dokterrrr, suster tolooongggggg" teriak Jordan seperti kebakaran jenggot, setelah itu ia terjatuh pingsan Tan sadarkan diri

__ADS_1


"Dasar lemah" cibir Aidna pada adiknya yang sukses mencium lantai


Dokter dan suster datang, mereka.di buat bingung dengan apa yang terjadi, namun fokus mereka ke Aidan, mereka segera memeriksa Aidan dan mengabaikan Jordan yang tergeletak pingsan di lantai, tak lama kemudian Kendrick datang, alis kendrick berkerut bingung menatap Jordan, namun ia melangkahi Jordan dan memeriksa Aidan


"Loe akhirnya siuman juga bro"


"Thanks bro, loe udah menyelamatkan gue"


"Syukurlah, itu sudah menjadi tugas dokter"


"Sandra,... Ken tolong bantu gue untuk mencari istri gue" ucap Aidan saat teringat akan Sandra


"Loe sudah ingat siapa Sandra???" tanya Kendrick bingung


"Gue inget semuanya, termasuk kecelakaan itu.


Ya Allah apa yang terjadi sama gue???


Pasti Sandra tersiksa dan kini karena kesalahan gue Nina menculiknya"


"Ita CT scan dulu" ucap Kendrick takjub namun juga terkejut


"Gue sehat Ken"


"Owh ya kenapa Jordan tidur di lantai??"


"By the way dia pingsan liat darah dari tangan gue" ucap Aidan cengengesan lupa akan keadaan Jordan


"Ya Tuhan, sus bantu pindahkan tuan muda kedua" ucap Kendrick


Saat tubuh Jordan di balik, terlihat benjolan besar di kening Jordana seperti bakso tenis


Kendrick ingin tertawa namun juga tak tega.


Terlihat darah di kaos putih Jordan, phobia anak ini....

__ADS_1


Sepertinya Jordan harus melakukan sesi hipnoterapi untuk menghilangkan phobia akut nya akan darah


__ADS_2