
"Ya, ya, ya, kalau begitu aku pamit sebab aku sudah tidak di butuhkan lagi disini" ucap Nina bangkit
"Nina, thanks.
Maaf kau kesini pasti karena desakan kakekku" ucap Aidan
"Aku tak keberatan, sebab kau juga penting untukku" ucap Nina lalu keluar dengan anggun dari ruangan itu.
Senyum tersungging di bibirnya sekejap kemudian ekspresinya datar
Begitu Nina keluar kakek Jaret langsung menghampiri Nina dengan wajah berbinar
"Bagaimana??? Apa bisa di obati??" tanya Jaret tak sabar, ia sangat penasaran
"Kakek, aku butuh tiga kali sesi pertemuan itu jika kau berkenan, namun saat ini dia jauh lebih baik dari sebelumnya. Sakit kepalanya mungkin berkurang setengahnya, namun jika tidak di teruskan terapinya keadaan akan kembali lagi seperti semula.
Kalau begitu aku permisi" ucap Nina ingin pergi namun Jaret kembali menahannya.
"Lalu kapan Aidan harus menjalani terapi keduanya???" tanya Jaret masih belum puas bertanya
"Kakek, aku akan hubungi kau.
Aku akan tentukan waktunya, tapi sebelum itu...
Aku Ingin Aidan sendiri yang ingin sembuh, sebab keinginan kuat dari diri sendiri ya g bisa menjadi motivasi dan obat mujarab, aku pergi" ucap Nina datar lalu pergi, setelah jauh tersenyum licik tersungging di bibirnya
Nina berjalan tak perduli bagaimana pandangan kakek itu, ia juga tak perduli sekalipun Jaret marah, kini keluarga Lawrence ada di genggamannya walau belum sepenuhnya
Kakek itu tak bisa berbuat apapun.
Setelah berjalan jauh, tiba-tiba Nina tergelak tawa, ia tak perduli saat orang melihat kearahnya dengan tatapan aneh.
Ia sangat membenci keluarga Lawrence, sebab mereka lah yang menghancurkan hidupnya
Ia hanya ingin bersama Aidan, namun mereka semua menentangnya hanya karena dia berasal dari keluarga biasa saja.
__ADS_1
"Apa kau pikir rencanamu berhasil???" Suara dingin seorang pria membuat Nina terkejut, ia sampai loncat dan hampir jatuh.
senyumnya langsung sirna begitu melihat siapa yang berada di depannya.
Kendrick berdiri bersedekap dada dengan tubuh menyandar ke sebuah pilar. Tatapannya tajam ke arah Nina
Wajah Nina langsung berubah datar
"apa maksudnya???"tanya Nina memicingkan matanya tak suka,
"Kau tahu dengan jelas apa maksud ucapanku" ucap Kendrick berjalan santai mendekati Nina
"Apa tuan White tidak punya kerjaan dan mengurusi wanita biasa seperti ku???"tanya Nina sinis
"Ninaaaaa....."
"Jangan berteriak kepadaku tuan White, dan jangan Memanggilku dengan panggilan itu seolah kau dekat denganku.
Bukankah kau yang menjauh dariku lebih dulu???
"Aku hanya tak mengenalinya lagi, kau bukan Nina yang ku kenal, jangan kira aku tak tahu apa yang kau lakukan"ucap Kendrick mencoba menekan Nina dengan ucapannya, nyatanya ia hanya menerka-nerka
"Apa yang aku lakukan???" tanya Nina balik.
Senyum licik tersungging di wajahnya yang cantik
"Nina, Aidan sudah berkeluarga, lupakan ambisimu.
Jangan sampai ambisimu menghancurkan mu.
Carilah pria lain yang..." ucap Kendrick berharap Nina mau melepaskan Aidan
"Maksudmu pria yang sederajat denganku atau pria yang mau menerima wanita hina sepertimu???
Kau lucu tuan White, semua pria munafik.
__ADS_1
kau dengar??? munafik, tak terkecuali kau"
"Kau...." Kendrick mengepalkan tangannya, ia sungguh tak bermaksud berkata itu
"Kenapa???
Apa perkataanku salah????
Kalian pasti tahu apa yang terjadi padaku, kalian jijik kan padaku??? Termasuk Aidan, aku yakin dia jijik padaku karena itu dia memilih wanita kampungan itu daripada aku"
"Nina..... Semua sudah berubah
Aidan juga tersiksa saat kau menghilang, dia sampai depresi berat,
Memang dia dulu sangat mencintaimu, namun kini dia mencintai Sandra, apa kau tak bis amelihat itu???"
"Waktu merubah semuanya, waktu merampas semuanya dariku!!!!!"
"Tak ada yang merampasnya, hanya saja semua Tama ama.lagi"ucap Kendrick lirih
"Diam....
Kau tak tahu apapun yang terjadi padaku.
Saat wanita jahat itu membayar para pemberontak menahanku, kemana kau yang menganggap ku adik??? Kemana kalian yng mengatakan sahabatku???
Mereka.menyiskaku siang malam, mereka menikmati tubuhku secara bergiliran, mereka....
Aku...
aku..." Tubuh Nina bergetar, ia mulai merasa tubuhnya terasa gatal, traumanya kambuh.
Kejadian waktu itu kembali terbayang dalam ingatannya, kejadian yang memilukan yang membuat ia merasa jijik pada dirinya sendiri, kotor....
Nina merasa tubuhnya sangat kotor...
__ADS_1
"Apa kau baik-baik saja Nina???" tanya Kendrick menatap Aneh Nina yang terlihat seperti orang ketakutan, bibirnya bahkan bergetar dan wajahnya pucat.