Perjanjian Pernikahan

Perjanjian Pernikahan
menyelidiki


__ADS_3

Satu tahun kemudian


Alvaro sudah menyerahkan perusahaan milik Firly pada Sandra, dan dalam kurun waktu setengah tahun perusahaan itu berkembang dengan pesat di bawah kepemimpinan Sandra, jangan tanya bagaimana bencinya Ayaka pada Sandra, ia membenci Sandra setengah mati , kebenciannya sampai ke tulang sumsumnya.


Walaupun itu milik mendiang mama Sandra, jika Sandra tidak pernah muncul sudah di pastikan perusahaan itu akan menjadi miliknya.


Ayaka merasa papanya pilih kasih, ia membenci Alvaro.


Sementara itu kedua anak kembar Sandra yang di berikan Ivana dan Ivander keduanya tumbuh sehat dan cerdas.


Aidan kini lebih banyak menghabiskan waktunya di rumah, ia bahkan enggan ke kantor dan membawa pekerjaan kantornya di rumah. Aidan tak mau kehilangan momen tumbuh kembang si kembar.


Kedua bocah imut itu juga menjadi miliader termuda sebab kedua keluarga besar memberinya warisan yang tidak tanggung-tanggung, baik Jaret maupun Juan berlomba memberikan yang terbaik untuk cicit kembar mereka.


Aidan dan Sandra hanya bisa menghela Nafa melihat persaingan sengit kedua nenek dan kakek buyut mereka dalam memberikan hadiah


Alvaro juga tak mau ketinggalan, ia memberikan beberapa aset miliknya yang memang ia siapkan untuk cucunya kelak, membuat Lely dan Ayaka berang, mereka protes secara terang-terangan pada Alvaro, padahal Alvaro juga sudah menyiapkan untuk cucu nya dari Ayaka kelak, namun Ayaka yang sudah kadung kecewa memilih hengkang dari kediaman Alvaro. Hari Alvaro terluka melihat sikap putri keduanya itu, ia menyesal menyerahkan pengasuhan anak sepenuhnya pada Lely, putrinya itu memiliki sifat Lely yang menurun.


berbanding terbalik dengan Selena, mama kandung Aidan. wanita itu tidak perduli Aidan memiliki anak atau tidak.


Saat Aidan memboyong anak kembar serta istrinya ke mansion utama saja Selena hanya melihat dengan wajah datar, sorot tak suka terpancar jelas.


Jika bukan karena Jaret yang meminta, Sandra juga enggan tinggal di mansion utama.


Namun mengingat kejadian penculiknya, Jaret dan ma garet bersikukuh memaksa mereka tinggal di mansion utama di mana keamanan lebih ketat dan terjamin.


Sikap Selena yang terkesan cuek itu membuat Jaret dan Margaret geran,

__ADS_1


Namun bagi Aidna dan Sandra itu tak masalah selama masih banyak orang yang menyayangi si kembar.


lagi pula si kembar memiliki kakek Alvaro yang menyayanginya sepenuh hati.


Sandra menatap kedua anak kembarnya yang sudah tertidur pulas, sudah menjadi kebiasaan si kembar akan meminta di dongengkan sebelum tidur.


Sandra menutup pintu kamar anaknya perlahan lalu menuju kamar utama yang berada di sebelah kamar si kembar.


"Apa kau lelah sayang???" tanya Aidan memijit bahu istrinya


"Lelah tapi menyenangkan.


Letih ku hilang saat melihat si kembar"


"Mereka sangat menggemaskan"


"Ya, menggemaskan sekali" ucapan Sandra lirih


"Mas mereka masih kecil, aku tak ingin asih sayangku terbagi. Tunggu mereka dua tahun ok???"


"Baiklah, apa kata kesayanganku saja" ucapan Aidan mengecup kening Sandra


"Mas, aku rindu Indonesia, bisakah aku berkunjung kesana sebentar. Aku juga ingin mengunjungi makan nenek dan juga Bu Merry" ucap Sandra tiba-tiba


"Apa tidak menunggu si kembar besar???


jika kau pergi aku ikut"ucap Aidan khawatir dengan keselamatan Sandra, sebab sampai detik ini Nina belum juga di temukan

__ADS_1


"Mas mereka sudah satu tahun lebih, sudah tidak asi lagi, aku bermimpi Bu Merry beberapa hari lalu.


Aku tak tenang meninggalkan si kembar,


jika kau ikut siapa yang menjaga di kembar, lagi pula aku tidak lama, hanya beberapa hari saja.


aku akan menginap di kediaman keluarga layla" ucap Sandra


"Baiklah, aku akan memintakan izin pada kakek dan nenek, serta papamu"


"Terima kasih mas" ucapan Sandra memeluk Aidan.


Sementara di negara lain


Sarah kini hidup bergelimang harta dan kemewahan, ia bahkan sudah mewarisi beberapa perusahaan atas namanya, semua pemberian dari Amanda.


Walau Stanley awalnya keberatan, namun jika menyangkut Sarah, ia mengalah.


Amanda akan marah dan mengusir Stanley keluar kamar jika Stanley melarangnya, sehingga Stanley hanya bis parah.


Stalin juga belakangan tahu jika sifat buruk Sarah mulai terlihat, ia sering menindas para pelayan sehingga banyak pelayan yang mengeluh, tentu saja tak terang-terangan sebab Amanda akan mati-matian membela Sarah, yang da para pelayan itu yang akan di pecat oleh Amanda.


Sifat Amanda juga berubah, ia sering marah-marah da. mudah tersinggung membuat Stalin maupun Stanley kewalahan.


"Apa kau bisa meluangkan waktumu menyelidik Sarah, kau lihat sendiri sejak kehadirannya kehidupan rumah tangga papa sedikit bermasalah"


"Bulan depan aku akan pergi pa, tapi papa.bantu aku mencari alibi"

__ADS_1


"Aku dengar dia meminta orang kita mengeluarkan bibinya dari penjara, selidiki dengan baik"


"Baik tuan muda"


__ADS_2