Perjanjian Pernikahan

Perjanjian Pernikahan
Usulan Jaret.


__ADS_3

Brian melaporkan semua yang Alvaro makan, lengkap dengan jam nya. Dia juga mencatat Alvaro bertemu siapa Kendari mereka masih di rumah sakit.


"Aku benci obat" ucap Alvaro lalu memakan permen nya, itu kebiasaan Alvaro setelah minum obat, entah sejak kapan.


Seingat Catty saat lima tahun lalu papanya tak memiliki kebiasaan itu.


Sore itu Adian mengalami sakit kepala hebat hingga harus di larikan ke rumah sakit. Kelelahan dan beban pikiran membuat penyakit kepalanya mudah kambuh beberapa bulan ini.


Kondisi itu di perparah karena mamanya kini membawa adik ipar nya bekerja di perusahaan keluarga.


Karena mendapat sokongan dari Selina, pria itu mulai berulah, Aidan sampai kesal setengah mati pada mamanya itu, ingin memakinya tapi ia takut durhaka.


Kendrick yang sedang berada di luar kota segera kembali begitu mendengar Aidan masuk rumah sakit.


iya langsung menghubungi Samuel dan meminta informasi bagaimana Aidan bisa kembali masuk ke rumah sakit


Kendrick datang dengan keringat bercucuran, Sandra jadi merasa kasihan dan tak enak pada Kendrick


pria itu terlihat berlari ke ruangan ini karena khawatir pada Aidan, sungguh persahabatan yang patut di acungi jempol.


"Bagaimana kepadanya??"


"Sudah lebih baik, asistennya sudah menanganinya" ucap Samuel


Assiten Kendrick tiba, ia menyerahkan pakaian dokter Kendrick, setelah cuci tangan Kendrick memeriksa kondisi Aidan


"Bagaimana keadaan Aidan dokter Kendrick???


"Kakak ipar tak perlu khawatir, dia hanya kelelahan" ucap Kendrick berbohong.


Obat yang ia berikan pada Aidan kali ini dua kali lipat dosisnya dari biasanya. jika terus menerus seperti ini kemungkinan malah akan ada efek samping dari penggunaan obat itu, bisa serangan jantung, gagal ginjal bahkan kerusakan hati parah


Kendrick harus segera menemukan solusinya.

__ADS_1


Jika tidak keselamatan Aidan akan terancam, obat yang biasa ia berikan sudah tidak berpengaruh padanya.


Setelah mendapatkan tiga kantung obat infus wajah Aidan berangsur membaik.


Berita Aidan masuk rumah sakit membuat Jaret dan margareth langsung menjenguk Aidan, mereka terlihat khawatir.


Setelah mendengar penjelasan Kendrick wajah tua keduanya makin buruk.


"Apa tak ada cara lain untuk mengobatinya???"


"Itu... Saya sedang meminta sahabat saya datang, tapi dia baru bisa datang dua Minggu lagi" ucap Kendrick


"Dua Minggu, dalam kurun waktu itu bisa saja penyakit Aidan kambuh lagi" ucap Jaret muram


"Apa yang harus kita lakukan sayang??? cucuku yang malang" ucap margareth meneteskan air mata


"Ken, kita perlu berbicara berdua" ucap Jaret. Kendrick lalu mengajak Jaret ke ruangannya


"Aku mendapat informasi dari anak buahku jika saat Aidan sakit sebelumnya, Nina menjenguknya"


"Nak Ken, kita sama-sama tahu jika penyakit Aidan berkaitan dengan trauma nya, pengobatan tidak bisa hanya melalui obat saja"


"Masjid kakek???"


"Aku mendengar jika sakit kepala Aidan meresa setelah Nina melakukan terapi padanya, walau aku sungguh tak suka wanita licik itu, tapi demi kesembuhan cucuku aku ingin mencoba peruntungan itu" ucap Jaret blak-blakan


Kendrick terdiam, wajahnya masam, berita itu cepat sekali ampai ke telinga kakek tua itu, padahal ia sudah memblokir informasi itu.


Apa di rumah sakitnya ada mata-mata keluarga Lawrence???????"


"Ken...., apa kau mendengar perkataanku???"


"Kakek aku tahu kau khawatir dengan Aidan, begitu juga denganku.

__ADS_1


hanya saja saat ini Aidan sudah menikah dan Sandra sedang hamil, keberadaan Nina diantara mereka bisa membuat hubungan Aidan dan istrinya bermasalah kek. Kita sama-sama tahu jika Nina masih mengharapkan Aidan sampai detik ini.


kita juga tahu bagaimana liciknya wanita itu.


Aku sungguh tidak merekomendasikan ini dilakukan pada Aidan, sekalipun kakek merekomendasikannya padaku di sini aku adalah dokternya." tolak Kendrick tegas


"anak Kendrick Aku adalah kakeknya dan Aidan adalah satu-satunya penerus keluarga kami.


jika terjadi sesuatu pada Aidan maka keluarga lorentz akan binasa.


ini menurutku adalah satu-satunya cara untuk menyelamatkan Aidan.


aku bisa menjamin Aidan tidak akan berpaling pada wanita itu dan aku sendiri yang akan mengawasinya"


"lebih baik aku meminta mamaku kembali ke negara ini secepatnya dan mengobati Aidan"


"justru karena aku sudah menghubungi mamamu sehingga aku tahu beliau tidak akan kembali dalam waktu dekat ini.


aku mohon padamu Ken.


kau tahu mungkin usiaku sudah tidak lama lagi namun jika sampai terjadi sesuatu pada Aidan siapa yang akan melindungi keluarga kami"


kendrik merasa dilema ia berada diantara dua pilihan yang sulit antara membantu ai dan dengan cara membiarkan Karenina melakukan terapi pada air dan atau membiarkan Aidan perlahan digerogoti oleh penyakitnya.


"tolong beli aku waktu untuk berpikir kek kakek pasti tahu dengan pasti bahwa aku sangat perduli dengan Aidan dia sudah seperti saudaraku sendiri jadi aku ingin yang terbaik untuk Aidan.


satu minggu beli aku waktu satu minggu untuk mempertimbangkan semuanya"


"baiklah satu minggu kakek tunggu jawabanmu"ucap Jaret lalu meninggalkan ruangan itu.


Kini tinggal Kendrick terduduk lesu dengan pikiran kusutnya. Ia membuka kacamatanya dan meremas rambutnya kesal


"Sial, sial, siapa mata-mata itu???.

__ADS_1


ini rumah sakit ku, bagaimana mereka bisa mengkhianatimu!!!" geram Kendrick lalu memanggil asistennya, ia memerintahkan pembersihan menyeluruh , siapapun yang di curigai sebagai mata-mata.


__ADS_2