
Seperti prediksi Kendrick, Aidan tak melakukan perjalanan dengan pesawat komersil, demi privasinya ia memilih menggunakan pesawat jet miliknya.
Beruntung Kendrick sudah menyusupkan Sasha dan juga Brian, itu juga sangat sulit sebab Aidan menggunakan pengawal bayangan nya sebagai orang yang ia percaya dalam pengamanan perjalanan bulan madu mereka.
I tak mau perjalanan ini di ganggu oleh siapapun, Sehingga ia memilih menuju sebuah pulang yang bahkan keluarga besar Lawrence saja tak tahu, kecuali satu orang, Jordan.
Sebab Aidna sangat menyayangi bocah tengil itu sekalipun Jordan bukan adik kandungnya, namun hubungan keduanya sangat dekat, bahkan Jordan sudah bisa manja pada Aidan.
Hubungan mereka renggang setelah Sandra muncul
Bukan alah Sandra, Sebab Jordan masih tak rela Aidan kembali PD Sandra, ia takut Sandra tersakiti, sehingga ia memilih melanjutkan sekolahnya di luar negeri
Kabar tentang Aidan yang sakit amnesia juga di tutupi dengan rapat oleh seluruh keluarga Lawrence demi pendidikan Jordan.
Aidan ingin semuanya berjalan dengan baik, sehingga Samuel tidak ikut serta dalam perjalanan tersebut.
Kendrick harus negosiasi ulet dengan paruh baya yang merupakan ketua dari pengawal bayangan keluarga Lawrence. Karena kini Aidan adalah pemimpin keluarga lawrence makan priabitu tunduk dan patuh pada Aidan.
Karena menemui jalan buntu akhirnya Kendrick meminta bantuan Samuel, sehingga Samuel ikut campur baru pengawal bayangan itu percaya.
Ini demi keamanan majikanya juga, namun jika Sasha dan Brian membahayakan, ia sendiri yang akan membunuh mereka.
Keesokan paginya mereka pergi bulan madu, wajah Sandra terlihat sumringah dengan senyum terus mengembang di bibir nya.
Sandra sangat senang, ia terus berdoa dalam hati ,semoga perjalanan mereka kali ini membuat semuanya membaik dan Aidan bisa mencintai nyaa lagi.
Brian dan Sasha sebaik mungkin menghindari kontak dengan Aidan, mereka khawatir Aidan atau Sandra akan mengenali mereka, Walaupun keduanya sudah melakukan penyamaran yang sempurna.
Bahkan penampilan Sasha kini berubah seratus delapan puluh derajat, kulit Sasha yang putih bersih seperti susu berubah menjadi sawo matang, ia memakai identitas salah seorang pramugari jet pribadi keluarga Lawrence.
Enam jam kemudian mereka sudah mendarat di sebuah pulau terpencil, Sandra Tan melihat pengunjung lain, ia bertanya-tanya dimana pastinya pulau tersebut,
Setelah tiba Sandra memilih istirahat, hamil besar membuat ia kelelahan.
Sementara Aidan memilih menuju kebun anggur yang berada dekat di vila tersebut
"Nyonya muda, ini susu hangat dan juga cemilan.
Air Pana sudah saya siapkan jika anda ingin membersihkan diri"
"Terima kasih..."
"Carmen, panggil saja saya Carmen"
"Ah baik Carmen, salam kenal"
"Jika tak da lagi yang anda perlukan , saya permisi"
"Ah tunggu Carmen, aku mau bertanya ini dimana???"
"Apa tuan tidak mengatakan ada nyonya???" tanya Carmen yang di balas gelengan kepala Sandra
"Ini pulau pribadi Tuan muda Lawrence, tuan muda membeli pulau ini lima tahun lalu dan saya serta suami saya di percaya menjaga dan merawatnya"
"Carmen apa tidak pernah ada yang datang ke sini??"
"Selain tuan muda hanya tuan muda Junior, selain itu saya tidak pernah ada yang datang"
__ADS_1
"Baik Carmen teruskan pekerjaanmu" ucap Sandra
Carmen lalu pamit sehingga kini tinggal Sandra yang menatap kagum pemandangan villa itu dari lantas atas yang lngsung di suguhi hamparan luas laut.
"Apa kau suka??" tanya Aidan tiba-tiba memasuki kamar
"Suka sekali mas"
"Syukurlah aku ikut senang.
Owh ya ini anggur yang aku petik dari kebun anggurku"
"Aku penasaran kebun anggur mu setelah lelahku hilang, bolehkan aku kesana mas?"
"Tentu saja, kau juga pemilik pulau ini"
"I love you sayangku" ucap Sandra spontan mencium pipi Aidna membuat Aidan membeku di tempat
Ia merasakan desiran perasaan yang menjalar di hatinya
"Ma.. Maaf mas, aku.."
"Tak apa aku kan suamimu, mengapa kau harus minta maaf" ucap Aidan tersenyum mengelus puncak kepala Sandra
"Aku mau mandi dulu" ucap Sandra gugup. Ia segera menuju kamar mandi
"Menggemaskan, sepertinya mungkin aku akan seger jatuh cinta padamu Sandra
Melihat ekspresi malu mu membuatku ingin sekali menciummu" ucap Aidan lirih lalu meletakkan anggur yang ia bawa di meja.
Satu jam berlalu namun tanda-tanda Sandra keluar tidak terlihat, Aidan jadi panik, ia segera menuju kamar mandi dan mengetuknya
Namun Aidna tak tahu jika Sandra tadi sudah mau keluar, namun setelah melihat Aidan masih di sana ia kembali masuk.
Sandra merutuki kebodohannya karena lupa membawa baju ganti, semua pakainya masih tersusun rapih di koper
"Sandra...
Pa kau baik-baik aja???
"Ah itu...
Aku...
mas bisakah kau ambilkan pakaianku?? Aku lupa membawanya"
"Keluarlah ambil sendiri apa yang ku butuhkan
Apa kau malu keluar??"
"Si...siapa yang malu?" ucap Sandra membuka pintu kamar mandi, wajahnya merona merah
Handuk yang membalut tubuhnya terlalu kecil sebab perutnya sudah membuncit.
Aidan terkesima, tubuh istrinya terlihat lebih berisi dan...
Ada sesuatu di tubuh Aidna yang meronta melihat tubuh setengah telanjang istrinya, apalagi ekspresi malu Sandra membuatnya ingin menciumnya
__ADS_1
"Sayang, kau menggodaku"
"Aku??, tidak awas mas..." ucapan Sandra mendorong Aidan, namun Barus atu langkah karena terburu-buru Sandra hampir jatuh, beruntung Idan dengan cepat berlari menangkap tubuh Sandra ia menjaga agar perut Sandra tak terbentur
Namun handuk Sandra merosot dengan sempurna sehingga menampilkan pemandangan yang membuat Aidan menelan salivanya dengan sulit
"Sayang, kali ini kau benar-benar menggodaku, kau sexy sekali...
Apakah aku boleh????"
Sandra diam sejenak, ia masih tak percaya Aidan mengatakan itu padanya. Namun ia tak mau menolak sebab dosa menolak suami.
Sandra mengangguk pelan, Aidan segera membopong Sandra, meletakkan dengan sangat hati-hati diatas ranjang.
Ia memandangi Sandra membuat Sandra merona malu, memalingkan wajahnya
"Jangan memalingkan wajah, kau cantik sekali"ucap Aidan parau lalu mulai ******* bibir Sandra. Sandra membalas lumayan bibir suaminya, sudah sangat lama sejak Aidna sakit ia tak menyentuhnya
Ada kerinduan dan gairah yang membuncah di dalam diri Sandra
"Aku akan pelan-pelan" bisik Aidna memulai penyatuan. Malam itu kedua pasutri itu memadu kasih hingga berkali-kali seolah mereka tak pernah puas hingga Sandra akhirnya tertidur pula karena kelelahan.
"Terima kasih sayang" ucap Aidan mengecup kening Sandra dan turun dari ranjang setelah menutupi tubuh istrinya
"Aku kini yakin bahwa Sandra adalah wanita yang aku cintai, tubuh ini seakan terus menginginkan Sandra.
Sayang tunggu aku menemukan memoriku, aku tak akan menyakiti kamu lagi" ucap Aidan lalu menuju kamar mandi membersihkan diri
Setelah Elai mandi ia membawa handuk kecil, membersihkan tubuh Sandra, namun lagi-lagi melihat tubuh Sandra tubuhnya bereaksi lagi
"Sial, kenapa kau bangun lagi??" maki Adian pelan, i terus mengelap bagian atas Sandra hingga Sandra terbangun dan melihat Aidan ang mengumpat sendiri
"Apa lagi???
Lakukan perlahan aku masih lelah mas"
"Apa boleh??"
Sandra mengangguk pelan
"Baik, maafkan aku ..
kau sungguh...."
"Haha mas, kau sakit atau tidak tetap sama kau selalu meminta lagi dan lagi" ucapan Sandra membuat Aidan kini yng merona merah, itulah mengapa tubuhnya bereaksi terhadap Sandra,
Malam reader ku tercinta
Maaf ya author baru bis update sebab dua hari ini author sakit gigi, rasanya Masya Allah sakit bener.
Ini sebenarnya bukan karena sakit gigi bagaimana, jadi gigi author patah karena ada insiden , apes nya author makan bakso ternyata ada tulang lancip dan langsung menancap ke geraham, lalu pecah gerahamnya, Karena merasa enggak nyaman dan sakit author paksa cabut sebab ia bergoyang, setelah sebulan kemudian kadang kambuh sakitnya, karena sepertinya akar gigi masih aktif. Dan kali ini kambuh...
Ya Allah sesakit ini sakit gigi, author baru merasakan, semoga enggak lagi kambuh.
jadi mohon maaf ya kalian jadi menunggu-nunggu
Begitu lah curcol dari author semoga kalian memaklumi, terima kasih
__ADS_1